"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 55


__ADS_3

Lina dan juga Riko kini tengah sedang menikmati pesta, sesekali Riko juga menyapa rekan bisnisnya yang juga ikut hadir dalam pesta itu.


Saat Riko tengah sedang asik mengobrol dengan seseorang, Lina malah pergi untuk mencari cemilan karena ia merasa sedikit lapar.


"Sepertinya tidak apa-apa kalau aku makan sedikit". Gumam Lina.


Lina kemudian mengambil beberapa kue yang sudah tersaji di atas meja tersebut.


"Lina, kau juga disini?". Ucap salah seorang dari belakang Lina.


Lina kemudian langsung berbalik dan Melihat orang tersebut.


"Kakak, kenapa kakak bisa disini?". Tanya Lina kembali.


"Tentu saja karena aku diundang". Jawab Angga.


Orang yang menyapa Lina tersebut tak lain adalah Angga.


Angga datang ke pesta itu setelah mendapat telpon dari sekretarisnya saat ia ia di kampus tadi.


"Benarkah, suatu kebetulan bangat kita ketemu disini". Ucap Lina bahagia.


"Kau datang kemari dengan siapa,?" Tanya Angga penasaran.


"Aku bersama ......," Belum selesai Lina mengucapkan kalimatnya.


"Sayang, ternyata kau disini. Dari tadi aku mencari mu". Ucap Riko sambil tersenyum.


"Maaf mas, tadi Lina sedikit lapar, jadinya Lina cari makan deh". Jawab Lina polos.


Riko hanya tersenyum melihat Lina, ia sadar kalau Lina memang sangat sering lapar sejak hamil.


Riko kemudian mengalihkan pandangannya kerah Angga yang berdiri dihadapan Lina.

__ADS_1


"Siapa kau?". Tanya Riko dingin.


"Lina siapa dia?". Angga malah bertanya pada Lina.


"Aku adalah suaminya". Jawab Riko dingin.


"Suami..?, Tidak mungkin. Lina apa kau sudah menikah?". Tanya Angga memastikan.


"Mas, kenalin ini adalah kak Angga teman masa kecil Lina di kota C. dan Angga, ini adalah mas Riko, dia suami Lina". Ucap Lina memperkenalkan mereka satu sama lain.


Angga tampak shock mendengar kenyataan kalau Riko adalah suami Lina, ia merasa seperti ada petir yang menyambar dirinya.


"Ini tidak mungkin, aku jauh-jauh datang kemari hanya untuk Lina, tapi sekarang..., Lina sudah menikah". Batin Angga.


"Jadi kau sudah menikah Lin?". Tanya Angga mencoba bersikap biasa-biasa saja.


Lina hanya mengangguk dan tersenyum menjawab pertanyaan Angga.


hati Angga terasa panas saat mengucapkan kata-kata tersebut, namun ia terus berusaha mengendalikan perasaannya agar tidak meledak saat itu juga.


Riko kemudian menyambut uluran tangan Angga.


"Terimakasih". Ucap Riko dingin.


Angga hanya menatap Lina dengan tatapan kecewa.


Riko yang menyadari tatapan Angga merasa terganggu. ia sangat tidak suka jika ada lelaki lain yang menatap Lina walaupun itu adalah sahabatnya sendiri.


"Sayang, lebih baik kita duduk di sana, tidak baik buat kesehatanmu kalau berdiri terlalu lama". Ucap Riko lembut pada Lina.


Angga hanya tersenyum gentir melihat kemesraan Lina dan Riko.


"Kalau begitu aku permisi dulu, Lin kakak pergi dulu". Ucap angga.

__ADS_1


Angga kemudian meninggalkan Lina dan Riko, ia memilih untuk pergi keras gedung hotel tersebut. ia benar-benar tidak tahan saat melihat kemesraan Lina dan Riko.


Di sana Angga berusaha menenangkan dirinya, ia mengusap wajahnya kasar saat mengingat lina.


"Lina......" Teriak Angga dengan kencang.


"Kau hanya milikku, dan selamanya akan menjadi milikku" gumam Angga.


Sesaat Angga langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi sangat aneh, ia mulai tersenyum misterius sambil menatap ke depan.


"Aku akan menghancurkan siapapun yang mendekatimu, tidak ada seorangpun yang bisa memilikimu selain aku Lina, tidak ada. Bahkan Riko sekalipun". Ucap Angga dengan tatapan tajam dan ambisi yang kuat.


Angga kemudian mengambil ponselnya dari saku sebelah kanan, ia kemudian langsung menghubungi seseorang.


"Aku butuh bantuan darimu". Ucap Angga saat telponnya sudah tersambung.


"Bantuan apa yang kau inginkan, sampai-sampai kau harus menghubungiku". Tanyanya pada Angga.


"Aku ingin kau menghabisi seseorang".jawab Angga dengan tersenyum licik.


"Itu pekerjaan yang sangat menyenangkan, tapi tentunya itu tidak gratis". Ucapnya pada Angga.


"Kau tenang saja, aku sudah menyiapkan semuanya, asal kau berhasil menyingkirkannya aku akan membayar 3 kali lipat". Jawab Angga dengan penuh keyakinan


"Itu urusan yang sangat mudah, kau tinggal sebutkan nama orang itu, maka saat matahari terbit besok aku yakin kalau orang itu tidak akan bisa melihat cahaya matahari lagi". Ucapnya dengan penuh kemenangan.


"Aku suka dengan cara kerjamu yang cepat, besok aku akan mengirim data targetmu". Jawab Angga


Setelah itu Angga langsung mematikan telponnya, ia kemudian langsung tersenyum penuh makna.


"Tidak lama lagi kita akan bersatu sayang". Batin Angga sambil membayangkan senyuman lina yang begitu sangat indah.


"kau hanya milikku, dan selamanya akan jadi milikku". ucap Angga sambil tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2