"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 68


__ADS_3

Rian berlari terburu-buru saat ia baru menerima paket yang datang ke kantor Sanjaya langsung.


awalnya Rian merasa heran karena paket itu seperti tidak biasanya, tapi Melihat nama pengirim yang bertulisan kematian membuat Rian bergegas menuju rumah Riko.


Rian menaiki anak tangga dengan setelah berlari, dengan tidak sabar Rian langsung mendorong pintu kamar Riko.


mata Rian langsung tertuju pada Riko yang bersimpuh di hadapan Poto Lina.


"Riko....". panggil Rian.


Riko yang mendengar suara Rian segera melihat ke arah sumber suara. ia kemudian menatap Rian dengan tajam.


melihat Riko yang masih diam, membuat Rian langsung mengatakan tujuannya.


"ada paket untukmu, kau harus melihatnya". ucap Rian.


Riko samasekali tidak bergeming mendengar ucapan Rian, ia sama sekali tidak peduli paket yang Rian bawa karena yang ia pedulikan saat ini adalah Lina.


"lihatlah, sepertinya kita akan mendapat petunjuk setelah kau membuka kotak ini". bujuk Rian kembali agar Riko mau membuka kotaknya.


mendengar Rian yang mengatakan akan mendapatkan petunjuk membuat Riko menjadi penasaran dengan paket yang Rian bawa.


Riko kemudian mengambil alih paket yang Rian bawa, lalu ia membuka bungkus yang membalut kotak tersebut.


ternyata isi dari paket itu hanyalah sebuah surat.

__ADS_1


bersiaplah kehilangan apa yang kau sayangi...


namun jika kau tidak mau kehilangan segera serahkan seluruh kekuasaan Sanjaya padaku, jika tidak kau akan melihat mayat istrimu sendiri....


itu adalah isi dari surat yang berada dalam kotak tersebut, di dalam kertas itu juga terdapat bercak darah yang sudah tampak mengering.


mata Riko seketika mengkilat memancarkan amarah, matanya berubah menjadi merah saat sudah selesai membaca surat itu, ia kemudian mengepalkan tangannya hingga membuat kertas itu menjadi tergulung dalam genggaman Riko.


argghhhhhh......teriak Riko dengan keras, ia melempar kertas itu ke sembarang arah.


melihat itu Rian menjadi penasaran dengan isi pesan tersebut, ia kemudian mengambil kertas yang telah Riko buang.


Rian juga ikut terkejut membaca pesan yang tertulis di atas kertas itu.


drreettt....


......


......


mendengar suara Lina dari sebrang membuat mata Riko yang memancarkan amarah berubah menjadi senang.


tapi pada saat Riko ingin mengucapkan sesuatu pada Lina, panggilannya langsung terputus, hingga membuat Riko menjadi cemas kembali.


"Rian segera lacak keberadaan Lina melalu nomor ini". ucap Riko dengan tajam.

__ADS_1


"baik".


Rian kemudian langsung mengerjakan tugasnya, tidak membutuhkan waktu yang lama ia sudah mengetahui keberadaan Lina .


"nomor ini menunjukkan lokasinya saat ini berada di pinggiran kota". jelas Rian.


"aku mengerti, segera siapkan pasukan. kita kan melakukan penyerangan saat ini juga". ucap Riko dengan tajam.


Rian segera menghubungi Alex untuk menyiapkan pasukan yang terbaik, karena sepertinya musuh kali ini sangat kuat.


sebelum berangkat terlebih dahulu Meraka pergi ke markas dragon untuk memberi instruksi dan strategi penyerangan mereka kali ini.


"kalian harus bisa mengalihkan mereka agar aku bisa masuk kedalam". ucap Riko pada anak buah dragon.


"baik tuan, kami akan melakukan sesuai dengan perintah darimu".


"bagus, aku harap kalian tidak mengecewakanku". jawab Riko.


"aku sudah menyiapkan semuanya". ucap Alex saat ia sampai pada Riko.


"apa yang aku butuhkan juga sudah siap?". tanya Riko kembali pada Alex.


"sudah, semuanya sudah aman". jawab Alex dengan penuh keyakinan.


"kalau begitu kita akan berangkat sekarang".

__ADS_1


setelah mendapat instruksi dari Riko, mereka kemudian langsung berangkat, beberapa pasukan dragon menggunakan mobil dan ada juga yang menggunakan helikopter termasuk dengan Riko dan juga Alex dan Rian.


mereka membawa pasukan cukup banyak, karena mereka yakin kalau musuh mereka kali ini telah menyiapkan strategi untuk menghadang semua halangan yang akan menggagalkan rencana mereka, oleh sebab itu Riko membawa lebih banyak pasukan.


__ADS_2