"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 51


__ADS_3

Setelah menghabisi Lucas Riko menatap Alex dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Apa sekarang kau membenciku". Ucap Riko pada Alex yang sedang memegang Lucas.


Alex menatap Riko sesaat lalu kemudian ia kembali menatap wajah saudara kembarnya.


"Jika kau membenciku tidak masalah, aku bisa terima itu semua". Ucap Riko dingin.


"Aku tidak membencimu sama sekali, saudaraku memang pantas menerima ini semua setelah apa yang ia lakukan kepadamu dan juga keluargamu" ucap Alex menatap Riko.


Sesaat Alex menari nafasnya dalam lalu kemudian ia melanjutkan ucapannya.


"Jika aku di posisimu maka aku akan melakukan hal yang sama dengan apa yang kau lakukan, aku malah bersyukur karena kau menghabisi Lucas dengan tanganmu sendiri karena dengan begitu aku bisa tenang saat aku mengetahui kalau saudaraku tidak akan melakukan kejahatan yang seperti ini lagi". Lirih Alex.


Walau sudah mengatakan semua itu tetap saja dalam hati kecil Alex ia sangat sedih karena kehilangan saudara yang baru saja ia temukan.


Riko hanya diam dan mendengarkan semua perkataan Alex, ia tau kalau Alex pasti merasa terpukul karena kehilangan saudaranya.


............


Setelah kejadian itu berlalu, kini mereka kembali memfokuskan tujuan mereka untuk menangkap max, karena pada saat itu max telah berhasil untuk kabur.


"Apa kalian sudah mendapat informasi tentang max?" Tanya Riko pada Rian dan Alex.


"Tidak, sejak kejadian itu kami benar-benar kehilangan jejaknya". Ucap Alex.


"Kemana dia pergi". Gumam Riko.


"Oh iya, aku lupa memberikan ini padamu, pada saat kami mencari flashdisk itu aku menemukan ini dirumah Lina". Ucap Alex kembali sambil memberikan beberapa foto yang ia bawa waktu itu.


"Apa ini". Tanya Riko sambil melihat satu-persatu foto itu.


"Bukankah ini foto-foto Lina waktu bayi?". Tanya Riko pada Alex.


"Iya benar". Jawab Alex.

__ADS_1


"Lalu apa ada Yang aneh". Tanya Riko kembali.


"Coba kau perhatikan wanita yang menggendong Lina". Ucap Alex


Riko kemudian memusatkan perhatiannya pada seorang wanita yang masih kelihatan muda sedang menggendong seorang anak berusia sekitar 3 tahun.


Riko langsung ternganga saat menyadari wanita yang ada didalam foto tersebut.


"Bu.... bukankah wanita ini adalah aunty Riana". Tanya Riko terbata-bata.


"Benar, dia aunty Rina adik ayahku". Jawab Alex.


"Ini tidak mungkin, hah sungguh sangat sulit untuk dipercaya". Ucap Jhon sambil mengusap wajahnya kasar.


"Awalnya kami juga tidak percaya, tapi untuk memastikan Alex sudah menanyakan hal itu pada ibunya beberapa hari yang lalu". Sambung Rian.


"Ibu bilang kalau aunty Riana memang sudah menikah namun karena ego aunty Riana yang bersikeras ingin jadi model ia meninggalkan Lina dengan ayahnya, dan saat aunty menyadari kesalahannya ia mencoba untuk kembali pada Santo suaminya tapi ternyata Santo telah membawa Lina jauh dari kota ini, sehingga aunty Riana tidak tau mereka pergi kemana". Jelas Alex menceritakan apa yang telah ibunya ceritakan padanya.


"Lalu apa sekarang aunty Riana mengetahui keberadaan Lina". Tanya Riko memastikan.


"Belum, aku melarang ayah dan ibu menceritakan Lina pada aunty". Jawab Alex.


"Itulah yang aku maksud, karena menurutku itu akan lebih baik, kita perlu menunggu keadaan Lina benar-benar baik jangan sampai ada tekanan lagi, dan pada saat itu kita akan mempertemukan mereka". Sambung Alex.


"Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana caranya agar kita bisa menemukan max". Jelas Rian.


Drrett.....drreeett..


Suara ponsel Riko. Riko langsung mengangkat panggilan tersebut karena ia tau kalau Lina yang menghubunginya.


"Iya sayang ada apa". Ucap Riko lembut pada Lina.


"Mas Riko kenapa tidak bilang kalau kekantor". Ucap Lina dengan terisak karena menangis.


Saat Lina terbangun dari tidurnya ia langsung mencari-cari keberadaan Riko karena ia tidak melihat Riko ada disebelahnya.

__ADS_1


Lina kemudian turun kebawah dan bertanya pada pelayan dimana Riko berada


"Bik Marni, apa bibik melihat mas Riko". Tanya Lina saat ia sudah sampai di dapur.


"Iya non, tuan Riko tadi pergi kekantor". Jawab bik Marni.


Lina langsung cemberut saat mendengar jawaban bik marni, ia kemudian langsung naik kembali keras dan langsung menangis didalam kamar.


Lina sangat kesal karena Riko tidak memberitahu dirinya kalau ia ingin pergi kekantor.


"Sayang maafkan mas, tadi kamu sedang tidur jadi mas tidak tega bangunin kamu". Jawab Riko dengan lembut berharap Lina mengerti.


"Mas Riko jahat, hiks...hiks...". Isak Lina sambil terus memaki Riko dengan kesal.


Tak lama Lina langsung mematikan sambungan telponnya.


"Ah sial, dasar hormon sialan". Umpat Riko kesal sambil mengusap rambutnya kasar.


"Ada apa Riko". Tanya Rian heran karena Riko terlihat sangat frustasi.


"Lina marah karena aku tidak memberitahu dia kalau aku kekantor". Jawab Riko.


"Hanya itu". Tanya Alex.


"Iya, kau tau sendiri kan semenjak Lina hamil dia tidak pernah mau aku tinggal walaupun hanya sebentar". Jelas Riko.


Hahahaha


Suara Rian dan Alex pecah seketika melihat Riko.


"Aku tidak menyangka kalau kau akan menghadapi hal seperti ini". Ucap Rian.


"Diamlah". Ucap Riko kesal.


"Sudahlah, sekarang lebih baik kau bujuk istrimu saja sana, nanti kau malah disuruh tidur diluar lagi". Ucap Alex mencoba memberi saran.

__ADS_1


Riko langsung mengambil kunci mobilnya dan langsung keluar meninggalkan Rian dan Alex di ruangannya.


Sementara Rian dan Alex hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah temannya itu.


__ADS_2