"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 24


__ADS_3

"Hai nona Wijaya. Apa kabar, kau semakin cantik saja". Tanya Rian pada Lina dengan ramah.


"Kabar saya baik tuan Rian dan terima kasih atas pujiannya". Jawab Lina sambil tersenyum kepada Rian.


Riko yang mendengar Rian mengatakan kalau istrinya cantik merasa kesal sendiri, apalagi saat melihat Lina tersenyum kepada Rian. Ia semakin kesal dan marah.


Riko sangat tidak suka ada laki-laki lain yang memuji istrinya selain dia.


"Sayang apa kuliahmu sudah selesai". Tanya Riko lembut pada Lina sambil merangkul pinggang Lina dalam dekapannya, tapi dengan tatapan seakan membunuh untuk Rian.


Rian hanya terkekeh geli dengan sifat posesif Riko, ia yakin kalau saat ini Riko pasti cemburu dengannya.


"Hei bisakah kalian tidak bermesraan di depanku, apa kalian tidak menganggap aku ada disini". Kesal Rian pada sahabatnya , saat Riko mengecup lembut kening istrinya.


Riko tidak menanggapi perkataan Rian sama sekali.


Sementara Lina tersipu malu saat Riko menciumnya dihadapan Rian. Ia mencubit sedikit perut Rian. Dan berkata


"Apa kamu tidak malu, masih ada Rian disini". Bisik Lina pelan.


"Sayang itu sakit". Kata Riko sambil berputar-putar kesakitan. Padahal cubitan Lina sama sekali tidak terasa, hanya rasa geli saja yang Riko rasakan.


Sementara Rian hanya terkekeh geli melihat tingkah Riko yang sok-sok memasang wajah imutnya. Rian sama sekali tidak pernah melihat Riko begitu lembut dan manja kepada siapapun sebelumnya.


"Hei, kenapa kau masih disini". Tanya Riko dingin pada Rian. Karena ia melihat Riko masih berdiri didekat mereka.

__ADS_1


"Cih....kau sangat menyebalkan Riko". Desis Rian mencibir Riko karena kesal. Sambil melangkah pergi dari ruangan Riko.


Riko sama sekali tidak peduli dengan cibiran Rian padanya, yang sekarang ia inginkan adalah menghabiskan waktu bersama istri kecilnya yang cantik.


........


"Sayang aku menginginkanmu". Kata Riko manja pada Lina, sambil mengecup bibir Lina singkat.


Wajah Lina memerah saat Riko mengatakan menginginkan dirinya, ia tidak bodoh karena ia tau maksud suaminya.


Melihat lina yang malu membuat Riko semakin bergairah. Ia langsung mengecup bibir istrinya dan Mel***tnya dengan penuh gairah.


"Riko ini masih dikantor, nanti ada yang masuk". Kata Lina sambil mendorong pelan dada Riko hingga ciuman mereka terlepas.


Lina hanya pasrah karena permintaan suaminya, karena sejujurnya Lina juga menginginkan sentuhan suaminya.


Riko segera menggendong Lina menuju kamar pribadinya yang sering ia gunakan saat lembur di kantor.


Kini mereka melakukannya lagi di dalam kantor, yang terdengar hanya desahan-desahan yang saling bersautan diantara keduanya. Hingga mereka mencapai puncak kenikmatan bersama-sama.


Lina sangat lelah karena Riko melakukannya sampai 2 jam, ia langsung tertidur dalam pelukan Riko karena kelelahan.


Sementara Riko tersenyum puas atas permainannya, ia kemudian mengecup kening dan bibir istrinya singkat. Lalau ia segera bangkit untuk membersihkan dirinya kemudian melanjutkan pekerjaannya agar segera pulang.


Lina terbangun dari tidurnya saat sudah jam 6 sore, ia langsung merasa kesal karena Riko melakukannya bukan hanya sekali tapi malah dua kali. Ia segera membersihkan dirinya didalam kamar mandi dan memakai kembali bajunya.

__ADS_1


Setelah selesai merapikan kembali penampilannya Lina segera melangkah mendekati Riko yang masih tampak sibuk mencek beberapa laporan yang ada dimejanya.


"Mas ku lapar". Kata Lina manja pada suaminya. Entah sejak kapan tapi Lina selalu bertingkah manja pada suaminya.


"Baiklah ayo kita pulang agar bisa makan". Sahut Riko sambil meletakkan kembali dokumen yang ia baca dan mengajak Lina keluar.


"Bolehkah kita makan diluar, sudah lama aku tidak pernah makan diluar". Pinta Lina manja pada suaminya.


Riko terkekeh karena Lina begitu manja padanya. Ia semakin senang saat Lina manja pada dirinya.


"Apapun untuk tuan putri". Kata Riko sambil mengelus kepala Lina.


Lina sangat malu mendengar Riko memanggilnya dengan tuan putri. Tapi ia juga sangat senang saat Riko memenuhi permintaannya.


Mereka melangkah keluar sambil bergandengan tangan. Kantor sudah sepi karena jam kerja sudah habis, jadi para karyawan sudah pulang terlebih dahulu.


Mereka menghentikan langkahnya saat sampai di ruangan Rian, Riko segera masuk sambil terus menggandeng tangan Lina.


"Rian aku akan pulang dengan istriku, kamu bisa pulang sekarang". Kata Riko datar dengan wajahnya yang sangat miskin ekspresi.


"Baiklah, aku sudah menduganya dari tadi". Jawab Rian yang memang sudah menduga kalau Riko akan pulang dengan Lina.


Sementara Riko dan Lina langsung meninggalkan kantor dan pergi menuju restoran.


jangan lupa untuk like dan vote ya,,, oh ia tinggalkan juga komentar kalain. agar author semakin semangat buat up tiap hari....

__ADS_1


__ADS_2