"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 76


__ADS_3

"Riana aku mohon, jangan pergi..". pinta Santo terus memohon.


"maaf Santo, aku harus pergi.". jawab Riana dengan tegas.


setelah berpikir cukup lama, Riana memutuskan akan pergi mengejar cita-citanya, walau berat baginya untuk meninggalkan suami dan anaknya, tapi tetap saja dia harus melakukan itu.


flashback off.


mendengar cerita riana, Lina hanya bisa diam, ia samasekali tidak tau apa yang harus ia lakukan, hatinya terasa sakit saat ibunya sendiri memilih meninggalkan dirinya dan ayahnya.


"Lian, percayalah sayang, ibu benar-benar menyesal. saat itu ibu tidak tau harus memilih yang mana". jelas Riana terus meyakinkan Lina.


"saat ibu kembali kalian sudah tidak di sana, dan selama itu ibu mencari kalian". lanjutnya kembali.


Riana yang telah menyesali perbuatannya, kembali mencari keberadaan Lina dan Santo, tapi hasilnya nihil karena dia tidak menemukan keberadaan anak dan suaminya lagi di kota A. dan pada saat itu barulah Riana memutuskan untuk meninggalkan kota A, dan pergi ke kota B dengan harapan bisa melupakan kesedihannya.


saat dikota B, Riana memulai hidupnya yang baru kembali, dan ia bertemu dengan Dimas suaminya saat ini.


Lina melangkahkan pergi dari ruang tamu, ia sudah tidak sanggup berhadapan dengan ibunya lagi, rasa sakit dan kecewanya terhadap Riana telah membuat ia sulit untuk menerima kesalahan riana.


Riana hanya bisa menangis melihat kepergian lina, ia sudah tidak tau harus melakukan apa agar Lina bisa memaafkannya.


saat Lina menaiki anak tangga, tiba-tiba saja tubuh Riana menjadi lemah, pandangannya menjadi kabur, kepalanya terasa sakit.


"aunty....". teriak Alex saat melihat Riana terjatuh.


dengan cepat Alex dan juga Dimas , memeriksa keadaan Riana.


Lina yang mendengar teriakan kepanikan Alex dan yang lainnya segera menoleh kembali kebelakang, dan ia sangat terkejut mendapati kalau Riana tidak sadarkan diri.


.......


melihat keadaan Riana yang kini terbaring lemah di rumah sakit, membuat Lina ikut sedih, walau bagaimanapun Riana tetaplah ibunya, dan ikatan seorang anak dan ibu sangatlah kuat.


"maafkan Lina, ini semua salah lina". Isak Lina menangis di samping Riana yang terbaring.

__ADS_1


"maafkan Lina"


lina menjadi menyalahkan dirinya sendiri karena menurutnya penyebab Riana pingsan dan terbaring seperti ini adalah dirinya.


"maafkan ibu nak". ucap Riana tiba-tiba dengan meraih dan menggenggam tangan Lina.


Lina melihat kesadaran Riana sangat senang.


"tidak Bu, tidak. ini bukan salah ibu, maafkan Lina". ucap Lina kembali.


"ibu minta maaf, karena dulu ibu sudah meninggalkanmu". ucap Riana kembali, namun kali ini dengan air mata yang terus mengalir.


"tidak ibu jangan katakan lagi, aku sudah memaafkan ibu. sekarang bagi Lina cukup dengan kesembuhan ibu saja".


Riana yang mendapat maaf dari Lina sangat senang, ia kemudian langsung duduk dan memeluk Lina dengan hangat.


melihat interaksi antara Lina dan Riana, membuat semua orang menjadi ikut terharu, mereka sangat senang karena akhirnya Lina dan ibunya bisa berbaikan dan kini bersatu kembali.


.......


"ibu ayolah, cepat sedikit, atau kita akan terlambat". Imel Lina pada ibunya.


"iya sayang, tunggu sebentar". ucap Riana dari dalam kamar.


lina kemudian langsung menuju kamar sesil, sesil adalah adik tirinya, walau begitu mereka sangat akrab dan dekat saat ini, Lina sangat senang karena sekarang dia punya teman atau adik.


"ya ampun sesil, apa ini?". tanya Lina dengan panik.


bagaimana Lina tidak panik sesil membawa sangat banyak barang, sehingga membuat tasnya menjadi sangat penuh.


"ada apa kak?". tanya sesil dengan polos.


"astaga sesil, kenapa kau membawa dua sepatu?". tanya Lina dengan heran.


"dan apa ini, kenapa ada 5 topi disini". panik Lina lagi.

__ADS_1


"ya ampun kakak ini, sesil disana nanti akan berfoto kak, jadi biar penampilannya berbeda-beda sesil bawa saja banyak barang". jawab sesil dengan menunjuk semua barang-barang yang ia bawa.


watak sesil sangat mirip dengan Riana, bahkan sesil juga bercita-cita menjadi model seperti ibunya dulu.


"tidak, tidak...., kau tidak boleh membawa barang-barang ini". tegas Lina tidak setuju.


"kakak, ayolah. kakak kan tau sesil sangat suka berfoto". rengek sesil dengan manja pada Lina.


"no sesil, itu sangat merepotkan!". ucap Lina kembali.


"kakak aku mohon, boleh ya". rengek sesil kembali.


melihat wajah imut dan memohon adiknya Lina menjadi tidak tahan, ia sangat gemes melihat sesil merengek seperti anak kecil.


"baiklah, tapi tidak semua". tegas Lina kemudian.


sesil langsung mengangguk dan memilih barang-barang yang akan ia bawa nanti.


"astaga, suamiku. aku sampai lupa dengan suamiku sendiri". ucap Lina kemudian pada dirinya sendiri.


sesil hanya terkekeh melihat kakaknya, pasalnya Lina menginginkan Riana dan keluarganya tinggal bersamanya, dan pada saat itu Lina lebih sering menghabiskan waktu bersama ibu dan adiknya sehingga ia lupa dengan suaminya sendiri.


Lina berjalan dengan memegang perutnya yang semakin besar menuju kamar mereka.


"mas ayolah. apa ini?". omel Lina kembali.


"sayang, ada apa?, jangan mengomel terus". ucap Riko dengan mengucek matanya.


"bagaimana tidak, hari ini kita akan piknik, tapi mas, masih tidur". omel Lina kembali.


"mas masih mengantuk, kalian berangkatlah terlebih dahulu nanti mas akan menyusul". ucap Riko, kemudian ia langsung menarik kembali selimutnya.


Lina berdecak sebal melihat Riko, ia kemudian langsung menarik paksa selimut Riko dan menarik tangan Riko agar segera bangun.


"tidak bisa, mas harus bersiap-siap sekarang". tegas Lina.

__ADS_1


akhirnya Riko hanya pasrah mengikuti kemauan istri cantiknya.


mereka berangkat ke tempat piknik dengan sangat gembira, mereka memasuki 4 mobil dan 3 mobil pengawal.


__ADS_2