
"Mas, kau sudah pulang".
Lina baru saja terbangun dari tidurnya saat ia mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi yang tidak tertutup sempurna.
Sementara Riko baru saja selesai membersihkan sisa-sisa darah yang lengket di tangan dan wajahnya.
Saat Riko mendengar suara Lina, ia begitu kaget.
"Ah, sayang kau mengagetkanku". Ucap Riko gugup.
Lina menyengitkan keningnya merasa heran dengan tingkah Riko yang tidak seperti biasanya.
"Maafkan aku". Ucap Lina
"Tidak sayang, kau tidak salah. Kenapa kau bangun, ayo kita tidur lagi". Ajak Riko mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
Lina mengikuti langkah Riko yang mengarah keranjang.
Riko membantu istrinya untuk berbaring, sementara ia ikut berbaring disebelah Lina, Riko membawa Lina kedalam dekapannya agar Lina bisa tidur dengan sangat nyaman.
Lina membenamkan wajahnya di dada bidang Riko dengan kedua tangannya.
"Mas". Panggil Lina.
"Huummm".
"Apa mas menyayangi Lina".
"Tentu saja sayang, kenapa kau berkata seperti itu". Tanya Riko heran.
"Tidak ada, aku hanya ingin memastikannya saja".
"Mas sangat menyayangi kamu sayang, tidak ada yang bisa menggantikan posisimu di sisi mas". Ucap Riko dengan penuh keyakinan.
Sementara Lina tersenyum dengan penuh kemenangan.
"Jadi, apakah mas Riko akan menuruti semua keinginanku". Ucap Lina penuh harap.
"Apapun, apapun akan mas kabulkan asalkan kau bahagia sayang".
Setelah mengatakan hal tersebut, Riko baru menyadari sesuatu yang ganjil dari pertanyaan Lina.
"Jangan sampai Lina meminta hal-hal aneh lagi". Batin Riko
__ADS_1
"Benarkah, kalau begitu aku ingin makan jagung bakar di tepi danau" ucap Lina antusias.
"Oh my,,, sudah kuduga ada yang tidak beres, sekarang aku malah terjebak". Batin Riko.
"Sayang ini sudah tengah malam, tidak ada lagi penjual jagung bakar". Kata Riko mencoba meyakinkan Lina.
"Benarkah, tapi aku sangat ingin makan jagung bakar". Kata Lina dengan wajah yang sudah menunduk sedih.
Riko sama sekali tidak sanggup melihat Lina bersedih, karena jika sampai lina menangis maka itu akan menjadi kelemahan Riko.
"Baiklah, aku kan mencari jagung bakarnya. Tapi kamu harus tetap dirumah, Udara malam sangat tidak cocok untukmu".
"Kalau aku dirumah, bagaimana caranya aku makan jagung ditepi danau, aku akan ikut. Aku akan memakai mantel tebal agar tidak kedinginan nanti".
Riko hanya bisa pasrah mengikuti keinginan Lina, kalau Lina sudah memasang tampang sedihnya maka Riko tidak bisa menolak lagi.
Riko terus melakukan mobilnya dengan pelan agar mereka bisa melihat apakah masih ada penjual jagung bakar yang masih buka.
Sementara Lina malah tertidur di bangku penumpang dengan sangat lelap.
Hampir satu jam Riko berkeliling, akhirnya ia menemukan pedagang kaki lima yang masih buka.
Lina yang mencium aroma jagung bakar langsung terbangun dari tidurnya dan langsung keluar dari dalam mobil.
"Sungguh tidak sabaran". Gumam Riko pelan.
"Pak, jagung bakarnya 3 ya pak". Ucap Lina antusias.
"Baik neng, tunggu sebentar ya, saya mau bakar jagungnya dulu, neng bisa duduk disitu". Ucap penjual jagung dengan menunjukkan beberapa kursi untuk para pengunjung yang menunggu.
Lina segera berjalan kearah kursi tersebut, ia duduk dengan sangat santai, sambil menunggu jagung bakarnya.
Riko menghampiri istrinya dan ikut duduk disebelah Lina.
"Sayang apa kamu tidak kedinginan". Tanya Riko khawatir.
"Tidak mas, aku baik-baik saja. Mas tidak perlu khawatir". Ucap Lina meyakinkan Riko.
Sementara diseberang jalan ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka berdua, orang tersebut tidak lain adalah Lucas.
Lucas sengaja datang kekota C , untuk menyelidiki bagaimana perkembangan rencana mereka.
Saat sampai dikota C, Lukas sangat terkejut mendengar kabar kalau orang suruhan mereka untuk membunuh Santo telah mati terbunuh.
__ADS_1
Dan yang lebih membuat Lucas marah adalah, setelah ia tau kalau orang yang menangkap anak buahnya adalah suaminya Lina.
"Aku pasti akan menyingkirkan kamu riko, dan aku akan merebut Lina dari genggaman mu, dan akan aku jadikan Lina pemuas nafsuku diatas ranjang". Ucap Lucas sambil tersenyum licik.
Kembali ke Riko dan Lina...
"Mas, ayo kita cari danau, aku sudah tidak sabar ingin makan jagungnya".
"Baiklah sayang, ayo, sini jagungnya biar mas yang bawa". Ucap Riko sambil mengambil alih jagung yang sudah dibungkus dari tangan Lina.
Dengan sangat antusias Lina berjalan dan memasuki mobil.
Riko yang melihat Lina begitu bahagia, tersenyum simpul, ia tidak menyangka hanya dengan hal kecil Lina bisa sebahagia itu.
"Mas ayo cepat". Ucap Lina, karena ia melihat Riko malah termenung.
"Tunggu sebentar sayang". Ucap Riko dengan senyum mengembang.
Riko kemudian melajukan mobilnya untuk pergi ke danau terdekat, agar Lina bisa menikmati jagungnya dengan tenang.
Saat sudah sampai, Lina langsung duduk di atas rerumputan hijau yang sudah tersebar di sekeliling danau tersebut dan langsung membuka bungkusan jagung yang sudah mereka beli dadi.
Dengan sangat lahap Lina memakan jagungnya, bahkan Lina makan jagung sampai belepotan.
Riko yang melihat Lina belepotan saus jagung terkekeh geli, ia segera menghapus sisa-sisa saos Yang ada di dekat bibir Lina dengan menggunakan ibujari nya.
Lina tersenyum lembut saat Riko sudah selesai membersihkan sisa saos di bibirnya.
"Apa mas tidak mau". Tanya Lina sambil menyodorkan satu jagung kearah Riko.
"Apa boleh mas ambil bagian kamu sayang". Tanya Riko.
"Tentu saja, ini ambillah. Aku sudah cukup makan dua". Jawab Lina.
Riko mengambil jagung yang sudah disodorkan oleh Lina, dan ikut menikmati jagung tersebut.
Setelah puas menikmati jagung bakar ditepi danau kini sepasang suami istri tersebut kembali ke rumah mereka.
Riko yang mendapati Lina sudah tertidur didalam mobil langsung menggendong Lina dan membaringkan kembali Lina di atas ranjang.
Riko juga ikut mengistirahatkan tubuhnya disamping Lina, karena hari sudah menunjukan jam 3 malam dengan sangat cepat Riko juga ikut terlelap.
Keduanya kini sudah larut dalam mimpi masing-masing sambil berpelukan. Sekian mereka enggan membuka mata.
__ADS_1