"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 58


__ADS_3

Riko yang sejak tadi mendengar percakapan Lina dan Angga sangat emosi. Namun ia juga sangat senang saat ia mendengar ucapan Lina yang mengatakan kalau Lina hanya mencintai ia seorang.


Sebenarnya sejak tadi Riko ingin menghampiri lina, tapi Rian malah menahan Riko.


"Kita lihat dulu, apa yang akan Lina lakukan. Kalau Angga berbuat kasar pada lina baru kita ke sana". Ucap Rian.


Akhirnya Riko Menurut dan tetap membiarkan Lina menghadapi Angga, ia juga ingin lihat sejauh mana Lina mencintainya.


"Lepaskan tanganku". Ucap Lina emosi.


"Tidak Lina, kau hanya milikku. Dan aku tidak akan pernah melepaskan mu". Tegas Angga dengan tatapan tajam.


Saat itu semua pengunjung menatap mereka dengan sangat heran, namun dengan sigap Angga memerintahkan semua anak buahnya untuk datang melindunginya.


Riko yang melihat kejadian itu sangat emosi, ia sudah tidak bisa menahan dirinya lagi.


"Lepaskan Lina". Ucap Riko


Riko langsung menghampiri Lina, ia tidak mau kalau Lina sampai terluka apalagi Lina sedang hamil.


Angga sangat kaget saat melihat Riko, ia tidak menyangka kalau Riko juga ada di sana.


"Oh, jadi kau juga disini. Baguslah, jadi aku bisa dengan leluasa mengatakan kalau Lina hanya akan menjadi milikku". Ucap Angga dengan senyum menyeringai.


"Tidak akan, aku sudah bilang kalau aku tidak menyukaimu". Tegas Lina emosi.


"Apa perkataan istriku belum cukup, Lina tidak menyukaimu dan dia tidak akan menjadi milikmu". Sambung Riko.


Angga semakin emosi mendengar perkataan Lina dan Riko.


"Aku tidak peduli..., Lina hanya akan menjadi milikku. Aku mencintainya dan itu sudah cukup untuk menjadikan Lina milikku". Tegas Angga dengan meninggikan suaranya.

__ADS_1


Riko menatap tajam Angga, ia tidak suka jika miliknya diganggu, ia langsung melangkah untuk semakin dekat dengan Lina.


"Jika kau mendekat maka aku akan melukai Lina". Tutur Angga.


Angga yang melihat Riko semakin dekan dengan sigap langsung mengeluarkan pisau tajam dari balik bajunya, dan ia segera mengarahkan pisau itu pada leher lina.


Melihat benda tajam yang Angga gunakan, Riko segera menghentikan langkahnya bukan karena Riko takut tapi untuk menjaga keselamatan Lina.


Lina terbelalak kaget melihat pisau yang hampir menggores lehernya, wajahnya berubah menjadi pucat pasi saat pisau itu bersentuhan dengan kulitnya.


"Mas Riko...." Lirih Lina pelan, Lina sudah tidak dapat menahan air matanya lagi.


Walaupun Lina memanggilnya pelan namun Riko masih dapat mendengarnya.


"Tenanglah sayang, kau tidak akan kenapa-napa". Tutur Riko.


Angga kemudian melangkah perlahan-lahan agar bisa keluar dari tempat itu.


Semua orang Yang ada di sana hanya bisa diam dan mematung ditempatnya, termasuk riko dan juga Rian.


Tapi pada saat Angga sudah meninggalkan tempat itu dengan segera Riko dan Rian menghubungi seseorang.


Angga membawa Lina langsung menaiki mobilnya, dengan sangat sigap ia meninggalkan tempat itu diikuti oleh anak buahnya.


Sebenarnya sebelum Angga mengajak Lina pergi ke restoran itu, terlebih dahulu Angga menyuruh anak buahnya ke sana, sebelumnya ia ingin memesan seluruh restoran itu hanya untuk mereka namun ia ingat kalau Lina tidak suka berada dalam tempat yang sepi. Maka dari itu ia menyuruh anak buahnya untuk bersembunyi, ia takut jika Lina kabur atau terjadi sesuatu.


"Apa yang ingin kau lakukan?". Tanya Lina dengan suara bergetar.


"Aku akan membawamu ketempat dimana kamu tidak akan pernah bisa melihat Riko untuk selamanya lagi". Jawab Angga dengan senyum liciknya.


"A....a..apa maksudmu ?". Tanya Lina dengan gugup.

__ADS_1


Angga hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan Lina.


Dari arah belakang Riko langsung mengikuti Lina dengan petunjuk GPS yang terpasang di kalung Lina.


"Jika Lina terluka sedikitpun, aku tidak akan pernah mengampuninya". Tutur Riko ambil menancap gasnya lagi agar semakin cepat.


"Tenanglah Riko, kita tidak boleh gegabah. Aku rasa Angga bukan orang sembarangan, sangat jelas terlihat saat anak buahnya melindungi dirinya, aku juga sudah meminta bantuan Alex sebentar lagi anak buah dragon akan segera datang". Ucap Rian.


Rian bisa melihat jelas kecemasan yang Riko tunjukkan.


Sementara Angga menambah kecepatannya lagi, ia membawa Lina ke daerah pegunungan dimana disana terdapat tebing yang sangat tinggi, dan bisa dipastikan siapapun yang jatuh di sana pasti akan merenggang nyawa saat itu juga.


"Buat apa Angga membawa Lina ke arah tebing". Ucap Riko.


Ia sangat hapal daerah pengunungan itu, karena ia sangat sering latihan di sana saat ia masih SMA dulu.


"Aku tidak tau, tapi kita harus hati-hati. Aku memiliki firasat yang buruk, aku rasa akan terjadi sesuatu yang besar nanti". Jawab Rian.


Tiba-tiba saja Rian menjadi sangat cemas dan tidak nyaman, perasaannya sangat kacau, biasanya Rian hanya kan merasakan perasaan seperti ini jika akan terjadi sesuatu yang buruk pada orang-orang terdekatnya saja.


"Baiklah". Ucap Riko.


Riko juga berpikir demikian, ia tidak boleh gegabah dan harus tetap hati-hati.


Daerah pengunungan itu sangat curam, jalan ke sana juga sangat sulit, jika kita tidak terbiasa maka akibatnya akan sangat fatal.


"Kenapa perasaanku tidak enak, seperti akan terjadi sesuatu yang besar nanti". Batin Lina.


"Kemana Angga akan membawaku, aku harap semuanya akan baik-baik saja nanti". Batin Lina lagi.


Sementara Angga semakin tersenyum misterius saat tujuannya sudah didepan mata, tampak ia sudah sangat tidak sabar melakukan permainannya.

__ADS_1


Mobil Angga berhenti di puncak gunung yang dikelilingi oleh tebing yang sangat curam, aura yang ditunjukkan oleh tempat itu sangat mencekam karena banyaknya di sana tebing.


__ADS_2