
"Sekarang ayo kita pulang". Ajak Riko pada Lina, karena Lina sudah kelihatan sangat lelah.
Sampai di rumah Riko membukakan pintu dan mengandeng Lina untuk masuk kedalam.
"Rian, alex kapan kalian kemari". Tanya Riko .
Rian dan Alex sudah menunggu Riko hampir satu jam dirumahnya. Mereka ingin membahas sesuatu yang penting dengan Riko.
"Kami sudah menunggu satu jam, kenapa kau lama sekali". Ucap Rian dengan mode kesalnya pada Riko.
Sementara Riko sama sekali tidak peduli tentang Rian yang kesal.
"Satu jam, tadi aku baru bertemu dengan Alex di mall". Sahut Lina karena ia heran kenapa Rian bilang sudah satu jam, sementara ia baru bertemu dengan Alex baru sekitar 15 menit yang lalu.
"Apa". Rian, Alex dan Riko jawab bersamaan.
Mereka sangat terkejut dengan perkataan Lina.
"Sayang, kapan kamu bertemu Alex". Tanya Riko merasa heran.
"Saat mas pergi membeli eskrim untukku". Sahut Lina.
"Itu tidak mungkin, aku ada di rumah kalian sejak tadi, aku belum kemana-mana sejak aku datang kemari". Jelas Alex merasa tidak percaya dengan perkataan Lina.
"Yang dikatakan Alex benar Lina, kalau kamu tidak percaya periksa saja cctv yang ada diruang tamu kalian. Kami dari tadi memang menunggu Riko disini". Sambung Rian.
"Tapi aku sangat yakin, bahkan Alex datang menghampiriku yang sedang duduk. Awalnya aku juga merasa heran kenapa Alex ada di mall". Ucap Lina mencoba menceritakan kembali.
"Apa yang kau katakan itu benar sayang". Tanya Riko.
"Iya mas, aku ngak bohong. Mas ingat saat aku pergi berbelanja dengan bik Marni ke supermarket".tanya Lina.
"Iya sayang, aku ingat. Saat itu kami bertiga sedang mengobrol di ruang tamu pada saat kamu kembali bersama bik Marni". Jawab Rian. Mengingat kembali yang terjadi.
"Nah, pada saat itu aku juga bertemu dengan Alex. Tapi pada saat aku kembali ke rumah, Alex juga sudah ada di rumah, awalnya aku merasa heran, tapi kemudian aku mencoba melupakannya saja".
"Jadi maksudnya, kamu sudah pernah bertemu denganku dua kali diluar rumah". Tanya Alex mencoba meyakinkan apa yang dia dengar dari lina.
Lina mengangguk mengiyakan pertanyaan Alex.
"Sangat tidak masuk akal, bagaimana caraku berada di tempat yang berbeda pada waktu yang sama". Ucap Alex lagi.
Riko dan Rian juga merasa heran dengan cerita Lina.
"Baiklah sayang, sekarang naiklah keatas terlebih dahulu. Mas masih ada yang ingin dibicarakan dengan Rian dan alex."
Lina mengangguk dan segera naik keatas menuju kamar mereka.
Sementara Riko langsung duduk berhadapan dengan Rian dan Alex.
__ADS_1
"Katakan apa yang kalian dapatkan". Ucap Riko dengan dingin.
"Kami mendapatkan hal-hal ganjil di sana, pada saat kejadian ada dua orang pria yang datang ke pabrik tersebut bersama dua orang wanita, dan sepertinya wanita itu disekap oleh kedua orang pria tersebut". Jelas Rian
"Iya benar, dan pada saat kami mencari tahu tentang wanita tersebut. Ternyata mereka sudah tewas dan semua yang berkaitan tentang kedua wanita itu juga hilang, jadi kami tidak menemukan apa-apa lagi". Sambung Alex.
"Lalu bagaimana dengan kedua pria tersebut". Tanya Riko.
"Mereka pergi dan pulang menggunakan masker dan topi hitam, jadi kami tidak bisa melihat wajahnya dari cctv Yang ada di sana". Jelas Alex lagi.
"Ini info yang lebih jelasnya. Kamu bisa membacanya nanti". Kata Rian sambil memberikan map kepada Riko.
"Baiklah. Oh iya Alex, apa kamu memiliki saudara kembar". Tanya Riko kembali.
"Tidak, ayah dan ibu tidak pernah membahas tentang saudara kembar denganku. Tapi aku akan mencoba mencari tahu, aku juga mersa ganjil tentang sesuatu di rumahku dari dulu".
"Maksudnya". Tanya Riko kembali.
"Saat itu aku pulang ke rumah dan aku tidak sengaja menemukan foto dua orang bayi kembar, aku tidak tau itu foto siapa. Sementara fotoku waktu masih bayi memang tidak pernah aku temukan di rumah". Jelas Alex.
Rian dan Riko hanya mendengarkan cerita Alex dan merasa banyak keganjilan dalam cerita Alex.
"Sekarang aku mengerti". Ucap Riko seketika.
Alex dan Rian merasa heran, mereka tidak tau apa yang dimengerti oleh Riko.
"Lalu bagaimana dengan Lina. Bukankah Lina sudah menceritakan kepadamu kejadian itu". Ucap Rian.
"Iya, tapi Lina tidak bisa melihat wajahnya, ingatannya masih belum kembali seutuhnya. Iya masih belum bisa mengingat semua dengan jelas".
Falshback on
Saat Lina pulang dari rumah sakit setelah sampai ke rumah Riko membaringkan tubuh Lina diatas kasur Meraka, Riko terus menemani Lina.
"Sayang apa kamu ingat sesuatu tentang masa lalumu?". Tanya Riko sambil terus mengelus kepala Lina yang sedang terbaring.
Lina tampak gemetar ketakutan dengan pertanyaan Riko, ia langsung duduk dan memeluk Riko dengan sangat erat.
"Aku sangat takut, aku takut. Disana sangat gelap, aku takut". Ucap Lina dengan air mata yang sudah mengalir.
"Tenang lah sayang, aku disini tidak akan ada yang bisa melukaimu saat aku masih ada". Kata Riko mencoba menenangkan Lina.
Lina merasa lebih tenang dan nyaman saat mendengar ucapan Riko, ia mulai sedikit tenang dan nafasnya juga sudah mulai teratur Kembali.
"Apa sekarang lebih baik". Tanya Riko lembut saat Lina sudah melepas pelukannya.
Lina mengangguk dan terus mencoba menetralkan nafasnya.
"Apa kamu mau cerita, tapi kalau belum sanggup tidak apa-apa, jangan dipaksakan".
__ADS_1
"Aku akan cerita". Ucap Lina.
Lina merasa harus menceritakan kepada Riko apa yang sudah ia ingat.
"Saat itu aku melihat dua orang gadis yang sedang disiksa. Mereka tampak kesakitan".
Nafas Lina mulai agak sesak kembali saat mencoba menceritakan kejadian yang dia alami.
"Kalau kamu belum sanggup tidak usah cerita sayang, tidak apa-apa, mas akan mendengarkan ceritamu lain kali saja". Ucap Riko karena ia merasa khawatir saat melihat Lina mulai gemetar kembali.
"Tidak mas, aku sanggup. Aku akan melanjutkannya". Ucap Lina meyakinkan Riko.
Lina menarik nafasnya panjang dan membuangnya pelan, agar perasaannya lebih tenang.
"Mereka disiksa dan dibunuh. Aku berteriak karena takut, dan pada saat itu aku ditangkap".
Lina menarik nafasnya kembali dan mencoba melanjutkan ceritanya lagi.
"Aku terus berusaha membuka ikatan tanganku, dan aku menemukan pecahan gelas di sampingku, aku meraihnya dan kemudian aku langsung lari dan kabur. Tapi ternyata aku dikejar, aku terus berteriak memanggil ayah, hingga aku sampai pada suatu tempat yang sangat gelap". Mereka terus mengejar, sampai ada seseorang yang meneriaki namaku. Aku yakin ayah yang mencari aku. Dan setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi". Kata Lina dengan air mata yang sudah menetes.
"Tenanglah sayang, sekarang kamu ada aku. Kamu tidak akan kenapa-napa.". Ucap Riko sambil menarik Lina dalam pelukannya.
"Lalu bagaimana dengan orang yang mengejar kamu, apa kamu melihatnya". Tanya Riko mencoba mencari informasi yang lebih dalam lagi.
"Aku tidak tau, aku tidak ingat. Aku hanya mengingat tentang dua orang gadis yang dibunuh dan aku berlari. Hanya itu, aku bahkan tidak ingat apakah aku dikejar sebetulnya atau tidak, tapi aku yakin betul kalau aku dikejar". Ucap Lina dalam dekapan suaminya.
"Baiklah sayang, tidak apa-apa kalau kamu tidak mengingatnya, sekarang berbaringlah. Mas akan menemanimu sampai tidur". Ucap Riko yang tidak ingin memaksakan Lina untuk mengingat kembali.
Setelah Lina tertidur Riko langsung pergi menemui Rian dan Alex di sebuah restoran elit.
Riko sudah memesan sebuah ruangan VVIP yang ada di rostaran tersebut. Alex dan Rian sudah menunggu kedatangan Riko.
"Kenapa kamu meminta kami kemari". Ucap Alex dingin pada Riko
"Aku ingin meminta bantuan kalian berdua". Ucap Riko tak kalah dingin dari Alex.
"Bantuan apa yang bisa kami lakukan". Sambung Rian dengan sangat serius.
"Selidiki kasus Lina dua tahun yang lalu".
"Apa yang terjadi dua tahun lalu". Tanya Alex.
"Aku ingin tahu apa yang menyebabkan Lina begitu sangat trauma dan sering ketakutan, Lina sudah menceritakan apa yang ia ingat. Dan aku pikir kasus Lina bukanlah kasus sembarangan, aku ingin kalian mencari tahu informasi yang sedetail-detailnya".
"Baiklah". Ucap Alex.
Falshback off.
terus vote author ya, oh iya jangan lupa juga like dan tinggalkan komentar kalian ya
__ADS_1