"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 27


__ADS_3

Riko sangat terkejut mendengar cerita Yuda. Ia merasa sangat yakin kalau Lina pernah mengalami hal buruk.


Riko berjanji akan selalu menjaga dan melindungi Lina mulai saat ini, ia akan mengubah mimpi buruk Lina menjadi mimpi indah.


" Bagaimana keadaan istri saya dokter". Tanya Riko saat ia melihat dokter keluar dari ruang UGD.


"Sejauh ini kami tidak menemukan hal-hal ganjil dari diri pasien, kami akan melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh agar bisa mengetahui penyebab pasien tidak sadarkan diri". Jelas dokter pada Riko.


"Maksud dokter istri saya baik-baik saja?. Tanya Riko kembali untuk memastikan yang ia dengar dari dokter.


"Bisa dibilang iya dan bisa juga dibilang tidak, karena kami belum bisa menyimpulkan apa yang terjadi pada pasien sebenarnya. Kami perlu untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Untuk saat ini pasien belum sadar tapi dia sudah bisa dipindahkan ke ruang inap". Jelas dokter kembali mencoba menjelaskan apa yang dialami Lina.


Riko semakin frustasi mendengar kalau Lina belum sadar.


Kini mereka memindahkan Lina ke ruang rawat VVIP.


Riko terus duduk didekat istirnya sambil menggenggam tangan istrinya. Ia sama sekali tidak mau meninggalkan Lina walau hanya sebentar. Ia bahkan tertidur sambil bersandar pada tempat tidur Lina dengan keadaan yang masih duduk.


Rika dan Yuda sangat sedih melihat Riko, sekarang sudah 3 hari Riko makan tidak teratur bahkan tidur hanya sebentar, keadaannya sangat kacau, sepeti orang yang tidak terurus.

__ADS_1


"Riko kamu makanlah dulu, biar mama yang jaga Lina". Kata Rika kepada putranya dengan penuh perhatian


"Riko tidak lapar ma".


Hanya itu yang selalu dikatakan Riko saat Rika menyuruhnya untuk makan. Bahkan saat Rika berbicara, Riko sama sekali tidak melihatnya. Riko hanya terus memandang istrinya yang belum sadarkan diri.


" Kalau kamu begini terus, Lina akan sangat sedih Riko. Setidaknya makan lah sedikit, kalau kamu sakit kamu tidak akan bisa lagi menjaga istrimu". Kata Rika kepada Riko karena sudah kehabisan akal untuk membujuk Riko makan.


Riko tersentak dengan perkataan Rika, ia berfikir yang dikatakan ibunya benar, kalau ia sakit siapa yang akan menjaga Lina.


"Baiklah Riko akan makan".


.........


Kini sudah 5 hari tapi Lina belum juga sadarkan diri, ayah mertuanya dan juga Mila sudah datang melihat keadaan Lina.


Santo sangat sedih melihat keadaan Lina yang terbaring di ranjang rumah sakit.


Ia tidak menyangka kalau ini akan terjadi pada putrinya.

__ADS_1


Sementara Mila mengetahui keadaan Lina pada saat ia menelpon no Lina, tapi ternyata yang mengangkat adalah Riko. Riko memberi tahu tentang keadaan Lina pada Mila karena Lina pernah bilang kalau ia punya teman dikampus, dan Riko yakin teman yang Lina maksud adalah Mila.


Dokter sudah mengatakan kalau penyebab Lina tidak sadar dipicu dari amnesia sisosiatif yang Lina derita.


Seseorang yang menderita amnesia disosiatif tidak mampu mengingat informasi pribadi yang penting, biasanya setelah suatu episode yang penuh stress. Informasi-informasi itu tidak hilang secara permanen, namun tidak dapat diingat lagi selama episode amnesia. Lubang-lubang dalam memori terlalu lebar untuk dapat dijelaskan sebagai kelupaan biasa.


Dokter juga mengatakan kalau Lina belum sadar akibat ada sesuatu yang memicu Lina untuk mengingat sesuatu tapi tubuh Lina seakan menolak semuanya., bisa dikatakan mungkin saja sesuatu yang menyakitkan.


"Sayang apa kamu mendengarku. Apa kamu tau hari ini cuaca sangat panas, aku bahkan enggan untuk keluar. Kamu harus segera bangun dan lihat cuaca sekarang". Riko terus berusaha mengajak Lina untuk berbicara padahal dia tau kalau Lina tidak sadar.


Itulah yang sering Riko lakukan saat ini, mengajak Lina berbicara dan ia terus berharap kalau Lina segera membuka matanya dan membalas perkataan Riko.


Orang tua Riko sangat terpukul melihat keadaan Riko yang semakin kacau. Putranya yang bisanya hanya bersikap dingin dan datar selalu miskin ekspresi kini menunjukkan sisi lemahnya, mereka tau keadaan Lina yang terbaring lemah dirumah sakit membuat putra Meraka juga ikut merasakan sakit.


Riko memang sudah sering makan tapi itu hanya sekedarnya saja, wajah tampannya yang bisanya sangat memukau kini sangat kusut, rambutnya juga sangat berantakan, jangan ditanya lagi penampilannya dia seperti seseorang yang tidak pernah terurus.


Urusan kantor kini diambil alih oleh rian, karena Riko samasekali tidak bisa fokus pada pekerjaan lagi. Yang ia khawatir kan sekarang ini hanyalah istrinya saja.


Ayah Lina sendiri sangat terpukul melihat Lina masih belum sadarkan diri, ia sedih karena terus melihat Riko sangat menderita akibat putrinya yang belum sadarkan diri. Santo tidak menyangka kalau menantunya akan sangat menderita akibat putrinya yang belum kunjung sadarkan diri.

__ADS_1


Santo hanya berharap Lina segera membuka matanya.


__ADS_2