"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 30


__ADS_3

"Loh alex, kau sudah sampai rumah". Tanya Lina heran.


Alex hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Lina.


Lina kembali menyengitkan keningnya melihat jawaban Alex yang menurutnya sangat datar, bahkan tanpa ekspresi apapun.


"Apa Alex memiliki kepribadian ganda". Batin Lina.


Tapi kemudian lina menepis semua pikirannya. Dan memilih untuk kedapur.


..........


"Sayang apa yang sedang kau lakukan". Tanya Riko saat ia datang untuk menemui istrinya di dapur.


"Mas disini, apa Alex dan Rian sudah pulang". Tanya kembali.


"Sudah. Dan apa ini. Kenapa kamu makan jeruk sangat banyak". Sahut Riko karena ia sangat terkejut melihat Lina menghabiskan hampir satu kilo jeruk.


Lina hanya menyinyirkan senyum manisnya saja.


"Sudah hentikan, nanti kau bisa sakit perut". Sahut Riko kembali sambil menyingkirkan semua jeruk yang didepannya.


"Tapi aku masih ingin makan jeruk".


"Tidak boleh". Kata Riko sedikit membentak Lina.


Mendengar bentakan Riko Lina langsung menangis, ia tidak bisa menahan air matanya lagi.


Riko merasa sangat bersalah karena membentak Lina, apalagi sampai membuat Lina menangis.


"Sayang, mas tidak bermaksud membentak kamu. Maafkan mas ya". Bujuknya pada istrinya yang kini sudah terisak karena menangis.


"Lina masih ingin makan jeruk, hiks...hiks...". Jawabnya masih dengan terisak.


"Sayang, jangan makan jeruk lagi ya. Nanti kamu bisa sakit perut, Lina makan yang lain saja ya". Bujuknya dengan sangat lembut, berharap Lina menyetujui sarannya.


Lina tampak berfikir dengan perkataan Riko, lalu kemudian ia mengangguk setuju. Ia lalu menatap Riko dengan penuh harap.

__ADS_1


"Aku ingin makan telur ceplok, tapi mas yang bikin". Katanya manja dan penuh harap.


"Baiklah mas akan buatkan, kamu tunggu disini".


"Yeeeeee...., Buatkan tiga. Ah tidak, tidak. Aku ingin 5, iya lima telur ceplok". Katanya antusias.


Riko terkejut mendengar Lina meminta 5 lalu kemudian ia menggelengkan kepalanya melihat tingkah Lina yang begitu bahagia.


Riko tidak habis pikir kenapa Lina semakin manja dan kadang-kadang sangat mudah untuk menangis.


Sementara Lina duduk sambil terus tersenyum memandang suaminya yang sedang masak, ia tampak sangat bahagia dan tidak sabar untuk mencicipi telur ceplok yang akan dimasak oleh Riko.


Setelah 15 menit akhirnya telur ceplok keinginan Lina sudah matang. Lina sampai kegirangan melihat telur ceplok sudah berada di depannya, bahkan ia sampai bertepuk tangan sangking senangnya.


Riko terkekeh melihat tingkah Lina yang menurutnya lebih mirip dengan anak kecil berusia 5 tahun.


"Makan hati-hati ini masih panas". Ucap Riko memperingati Lina dengan lembut.


Lina hanya mengangguk mengiyakan perkataan Riko, Lina samasekali sudah tidak sabar untuk makan telur ceplok buatan riko,. Ia segera mengambil sendok dan garpu yang ada disampingnya.


Dalam sekejap telur ceplok yang ada lima sudah habis dimakan Lina, bahkan Riko sampai ternganga dengan kecepatan Lina makan telur ceplok, menurutnya Lina seperti orang kelaparan saja padahal Lina baru makan jeruk hampir satu kilo.


Riko tersentak karena perkataan Lina yang mengatakan kalau ia masih lapar. Riko tidak habis pikir terbuat dari apa perut Lina.


"Sayang, kamukan sudah menghabiskan banyak jeruk, bahkan kamu sudah makan 5 telur ceplok. Apa masih belum cukup". Ucapnya lembut.


"Belum mas, sekarang Lina pengen makan nasi". Sahutnya.


Riko hanya pasrah dengan tingkah aneh istrinya saat ini. Ia tidak mau kalau Lina menangis lagi kalau ia menolak keinginan istrinya.


"Baiklah ayo kita makan". Ucapnya.


Riko meminta bik nun untuk menghidangkan makanan di meja. Tidak menunggu lama makanan sudah tersaji didepan mereka, karena hari sudah siang Riko juga ikut makan.


Riko tampak bingung melihat Lina hanya diam sambil menatap piringnya yang kosong.


"Sayang kenapa tidak makan".

__ADS_1


"Aku ingin makan yang di piring mas". Sahutnya sambil tertunduk lesu.


"Tapikan ini sudah mas makan".


"Tidak apa-apa, aku akan makan".


Riko hanya dapat menghela nafas nya saja dan menuruti keinginan istrinya yang menurutnya sangat aneh, ia kemudian memberikan makanannya yang sudah ia makan 3 sendok kepada Lina dan menggantinya kembali dengan yang baru.


Lina makan dengan sangat lahap, saat Riko memberikan makanannya untuknya.


Sementara Riko geleng-geleng kepala melihat tingkah Lina.


"Padahal makannya sama, tapi Lina menginginkan makan bekas dariku". Batinnya.


Setelah selesai makan mereka langsung menuju ke taman belakang rumah untuk bersantai-santai.


Lina terus menyandarkan kepalanya di bahu riko. Menurutnya sangat nyaman saat seperti ini.


"Sayang kenapa kamu semakin manja". Tanya Riko heran pada Lina.


Lina langsung mengecutkan bibirnya mendengar pertanyaan Riko. Ia langsung mengangkat kepalanya karena kesal dengan pertanyaan Riko.


"Memangnya tidak boleh". Ucap Lina ketus.


"Bukan begitu sayang, Maksud....". Belum selesai Riko menyelesaikan ucapannya, Lina sudah memotongnya.


"Sudahlah, mas memang ngak suka kalau Lina manja, mas ngak sayang Lina". Ucapnya sambil menangis.


Lina langsung pergi meninggalkan Riko sediri ia langsung berlari menuju kamar.


Riko mengusap wajahnya kasar, ia tidak habis pikir Lina akan salah paham dengan ucapannya, sekarang ia harus membujuk istrinya kembali.


Riko langsung bergegas menyusul istrinya ke dalam rumah. Ia tidak melihat Lina sama sekali, ia bergegas menuju kamar karena menurutnya Lina pasti dikamar.


Saat sampai didepan kamar Riko mengetuk pintu kamar mereka sambil memanggil Lina. Ia tidak bisa masuk karena Lina mengunci kamar mereka dari dalam.


"Sayang buka pintunya mas mau bicara".

__ADS_1


Lina sama sekali tidak mendengarkan ucapan Riko, ia malah membenamkan dirinya didalam selimut. Ia juga tidak habis pikir kenapa ia sampai menangis hanya karena hal sepele.


__ADS_2