"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 53


__ADS_3

Saat ini Lina tengah sedang bersantai-santai di taman belakang rumah.


"Halo". Ucap lina. Karena ponselnya berdering jadi Lina langsung mengangkat panggilan tersebut.


Tampak dalam panggilan tersebut tertera nomor baru.


"Kau akan mati". Jawab si penelepon.


Lina sangat kaget saat mendengar ucapan orang tersebut.


"Siapa ini". Tanya Lina dengan suara yang sudah bergetar.


"Kau akan mati, kau akan mati".


Hanya kata-kata akan mati yang terus dikatakan oleh orang tersebut. Setelah itu panggilan itu langsung terputus.


"Siapa orang itu?, apa maksud dari perkataannya?". Batin Lina.


"Tidak Lina, kau jangan berfikiran negatif dulu, itu pasti hanya orang iseng". Gumam Lina kembali.


"Sayang kau disini?". Tanya Riko.


Riko kemudian langsung memeluk Lina dari belakang.


Riko baru saja dari ruang kerjanya, dan pada saat ia ke kamar, ia tidak mendapati Lina ada di sana, karena itu Riko berfikir kalau Lina pasti di taman.


"Mas Riko, ngagetin aja". Kesal Lina, namun kemudian Lina ikut membalas pelukan Riko.


Riko terkekeh melihat Lina yang kaget akibat ulahnya, ia kemudian mencium leher Lina dari belakang dengan mesra.


Lina merasa geli dengan ciuman Riko, mendadak tubuh Lina menegang.


"Bukankah hari ini kau akan pergi ke perpustakaan bersama Mila?". Tanya Riko mencoba mengingatkan Lina.


"Ya'ampun..., Untung mas ingatkan, aku bahkan tidak ingat kalau aku sudah janjian dengan Mila" ucap Lina panik, ia kemudian langsung melepaskan dekapan riko.


"Kalau begitu aku akan siap-siap dulu". Sambung Lina kembali.


Saat akan pergi meninggalkan taman Riko langsung menarik tangan Lina dengan lembut hingga Lina jatuh dalam dekapan Riko kembali.


Riko langsung memeluk tubuh Lina dengan erat, dan menelusuri leher jenjang Lina dengan lembut.


Deg..deg...


Lina yang mendapat perlakuan seperti itu tetap saja merasa gugup padahal mereka sudah sering melakukannya.


"Mas.....ummm". Desah Lina pada saat Riko menghisap kuat leher Lina hingga membuat tanda dileher Lina.


"Sayang, aku menginginkanmu". Ucap Riko serak.


Sejenak Lina terbuai dengan permainan Riko namun ia sadar kalau ia harus pergi karena ia tau kalau Mila pasti sudah menunggunya.


"Mas, lepas dulu ya, aku harus pergi sekarang, nanti malam kita lanjut lagi". Bujuk Lina.


Riko langsung melepas ciumannya dan menatap mata istrinya dengan tajam.


"Apa kau menolak?, apa kau tidak menginginkannya?". Tanya Riko kesal, karena Lina memintanya untuk berhenti.


Lina tersadar dengan ucapannya yang lebih mirip dengan kata-kata penolakan.


"Bukan begitu mas, bagaimana tidak, aku sangat menginginkan kamu sekarang ini. Apa mas tau?, Aku tidak akan pernah bisa menolak permainan mas yang luar biasa itu". Ucap Lina manja sambil terus meraba-raba dada bidang Riko dengan manja.


sesaat Riko memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan istrinya, ia kemudian langsung merapatkan tubuh Lina kedalam dekapannya.


Lina dapat merasakan kalau bagian bawah Riko sudah bangkit. dan menegang.


"Lalu". Ucap Riko serak sambil mengecup singkat bibir Lina.

__ADS_1


"Aku harus pergi sebentar, aku janji hanya sebentar, kalau urusanku sudah selesai aku akan segera pulang dan kita bisa melanjutkan kegiatan kita kembali". Rayu Lina dengan manja.


Lina tau kalau ia sudah bertingkah manja, maka Riko pasti akan mengabulkan keinginannya.


"Baiklah, tapi janji nanti malam ok". Ucap Riko.


"Aku janji".


Setelah Lina berjanji barulah Riko melepaskan Lina dari dekapannya.


Lina langsung bergegas siap-siap karena ia tau jika Mila sudah menunggunya.


............


"Lin......". Teriak Mila dengan kesal.


"Maaf Mila". Ucap Lina dengan wajah yang dibuat seimut mungkin agar Mila tidak marah.


Mila menunggu Lina hampir satu jam didekat perpustakaan.


"Sudahlah, lebih baik kita cari bukunya sekarang". Ucap Mila.


Mereka kemudian langsung mencari buku yang mereka butuhkan, setelah menemukan apa yang mereka dapatkan mereka langsung pergi ke kampus karena mereka memang memiliki kuliah siang saat ini.


"Lin, apa kau tau?, Ada anak baru di kampus kita".


"Lalu apa hubungannya denganku". Jawab Lina.


"Astaga Lina, kau ini". Kesal Mila.


Lina menghentikan langkahnya dan menatap Mila sejenak.


"Aku tidak peduli sama murid baru yang kamu bilang". Ucap Lina dengan tenang.


"Baiklah terserah kau saja, aku tadi cuman mau bilang kalau dia laki-laki dan sangat tampan". Sambung Mila.



Mila menatap malas temannya, memang Mila juga mengakui kalau Riko sangat tampan.


Mereka kemudian langsung melanjutkan langkahnya untuk segera masuk ke kelas.


Saat lina baru memasuki kelas ia sangat terkejut melihat sepasang mata yang menatapnya dengan tersenyum lembut.


Perlahan-lahan Lina melangkahkan kakinya kerah orang tersebut dengan pelan, Lina seakan-akan tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Kak". Ucap Lina pelan.


Namun orang tersebut masih dapat mendengarnya dengan jelas, ia kemudian tersenyum lembut melihat Lina yang sudah dihadapannya.


Lina menyentuh tangan orang tersebut dengan gugup, lalu kemudian ia langsung memeluk orang tersebut dengan pelukan yang sangat hangat.


Lina seakan-akan sangatlah merindukan sosok Yang ada dihadapannya saat ini.


"Hey, apa kau akan membunuh kakakmu ini". Ucapnya, karena Lina memeluknya dengan sangat erat.


"Kapan kakak kembali?, kenapa tidak pernah memberiku kabar?". Tanya Lina dengan wajah yang sudah cemberut dan kesal.


Orang tersebut hanya terkekeh melihat tingkah Lina yang manja.


Sementara Mila merasa heran dengan Lina, ia tidak menyangka kalau Lina mengenali murid baru itu bahkan terlihat sangat akrab.


"Lin, apa kau mengenalnya?". Tanya Mila pada Lina.


Lina kemudian melihat kerah Mila dan langsung tersenyum sambil mengangguk.


"Ini kak Angga, dia itu teman masa kecilku". Ucap Lina antusias.

__ADS_1


"Angga alvanti Wiliam". Ucap Angga sambil memperkenalkan dirinya pada Mila.


"Mila putri Ningsih". Jawab Mila sambil menyambut uluran tangan Angga.


"Sekarang kakak cerita, kenapa kakak sampai di kota A". Tanya Lina antusias.


"Nanti kakak akan cerita, tapi sekarang kita belajar dulu, dosen bentar lagi masuk". Jawab Angga.


Mereka kemudian mengambil tempat duduk masing-masing.


Setelah perkuliahan selesai lina, Mila dan juga Angga memilih untuk pergi ke kantin karena Lina merasa lapar, jadi mau tidak mau Mila harus menemani Lina.


"Lina, apa kau yakin mau makan ini semua". Tanya Angga.


Angga merasa sangat heran karena Lina memesan sangat banyak makanan.


"Iya kak". Jawab Lina.


"Itu sudah biasa, kau tidak perlu kaget". Ucap Mila.


Sementara Lina hanya tersenyum, karena ia sangat senang kalau Mila sangat mengerti dirinya.


"Sekarang kakak cerita, bagaimana kakak bisa sampai disini?". Tanya Lina.


"Awalnya kakak kuliah dikota B, namun karena ada pekerjaan disini, jadinya aku juga ikut pindah deh".jelas Angga.


Sebenarnya Angga sengaja pindah ke kota A hanya untuk Lina, karena Angga sudah lama menyukai Lina namun sejak dulu Lina hanya menganggap dirinya sebagai kakak saja, karena itu Angga memutuskan untuk mengejar cinta Lina kembali.


"Pekerjaan apa kak?". Tanya Lina dengan mulut yang dipenuhi oleh makanan.


Angga terkekeh melihat Lina yang makan seperti anak kecil.


"Perusahaan papa yang ada di kota A mengalami sedikit masalah, karena itu kakak datang untuk membantu". Jelas Angga.


Lina hanya mengangguk tanda mengerti, tidak lama ponselnya berdering.


"Sayang, mas didepan sekarang". Ucap Riko saat telponnya sudah diangkat oleh Lina.


"Baiklah, aku ke sana sekarang". Ucap Lina.


"Aku harus pergi sekarang, kak Angga lain kali kita lanjutkan obrolan kita ya". Ucap Lina sambil mengambil tasnya yang ia letakkan diatas meja.


"Kau mau kemana?". Tanya Angga.


"Aku harus pulang kak". Jawab lina.


"Kakak antar ya,". Tawar Angga.


"Tidak usah kak, kalau begitu aku pergi dulu ya, dah..." Ucap Lina sambil melangkah meninggalkan Mila dan Angga.


Angga sangat tidak rela kalau Lina pergi dengan cepat, namun ia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Mila yang melihat perubahan Angga merasa heran, ia merasa seperti ada yang ganjil saat melihat Angga.


"Oh iya Angga, aku juga harus pergi, sampai ketemu besok ya". Ucap Mila sambil meraih tasnya.


"Baiklah, hati-hati". Jawab Angga dengan senyum yang dipaksakan.


Mila kemudian langsung meninggalkan Angga dan menuju kedepan kampus.


Mila langsung tersenyum saat melihat orang yang sudah menunggunya di sana, dengan bahagia Mila langsung menghampiri orang tersebut.


maaf ya, aku baru bisa up sekarang, tapi aku akan up tiap hari lagi deh....


"jangan lupa vote, komen dan like ya".


biar aku tambah semangat buat up

__ADS_1


__ADS_2