"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 50


__ADS_3

Riko segera melihat apa isi dari flashdisk tersebut karena ia sangat penasaran dengan cerita Lina yang mengatakan kalau flashdisk tersebut berisi rekaman pembunuhan yang dilakukan oleh max dan juga Lucas.


Riko kemudian menyalakan laptopnya dan memutar video Yanga ada didalamnya.


Tampak awalnya sangat gelap lalu kemudian terlihat ada dua orang tengah sedang menyeret seorang lelaki paruh baya.


Riko terus melihat kerah laptop itu dengan sangat serius sampai Vidio itu menunjukkan wajah kakeknya Albert yang sedang disiksa oleh max dan Lucas.


Riko sangat marah dan emosi melihat semua itu, tanpa ia sadari air mata kemarahannya langsung lolos begitu saja menyaksikan Vidio tersebut.


Dengan sangat buru-buru ia menghampiri Lucas yang sedang terikat.


Bughhh.., bugh...


Dua tinju langsung melayang kerah wajah Lucas.


"Kau sangat biadab, beraninya kau menghabisi kakekku". Ucap Riko dengan kemarahan yang luar biasa.


Sementara Alex hanya bisa pasrah melihat saudara kembarnya dihajar oleh Riko, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena Lucas memang bersalah.


Hahahaha


"Apa kau baru tau, dan aku juga ingat saat uncle max menabrak dirimu saat kau pulang dari kampus diluar negri, kejadian itu tidak bisa aku lupakan". Ucap Lucas kalau kemudian ia tersenyum mengingat kejadian dimana pada saat itu Riko ditabrak.


Flashback on.


Saat itu Riko baru menyelesaikan kuliahnya, ia kemudian keluar dari kampus dan langsung menuju parkiran.


Riko langsung menyalakan mesin mobilnya dan membelah jalanan yang padat dengan sangat santai.


Saat ia tengah sedang asik tiba-tiba saja telponnya berbunyi.


"Iya ma, ada apa". Tanya Riko saat ia tau kalau yang menghubunginya adalah mamanya Rika.


"Kapan kau pulang Riko". Tanya Rika dari sebrang telpon.


"Tunggulah sebentar lagi ma, aku sudah hampir menyelesaikan kuliahku, tinggal satu semester lagi". Ucap Riko.

__ADS_1


Riko memang seseorang uang sangat pintar jadi dengan sangat cepat ia bisa menyelesaikan kuliahnya diluar negeri.


Saat ia tengah sedang asik mengobrol dengan Rika tiba-tiba saja ada sebuah truk yang melintas didepan mobil Riko.


Karena jarak yang sudah dekat Riko tidak dapat lagi mengelak dari mobil besar itu.


Brukkkk.


Mobil Riko langsung menabrak bagian tengah mobil truk tersebut, Riko berteriak sangat kencang membuat Rika sangat terkejut.


"Riko,, Riko..." Panggil Rika.


Mendengar tidak ada sahutan dari riko, Rika bergegas memberitahu Yuda.


Sementara mobil Riko terombang-ambing dijalan, Riko berputar-putar didalam mobil dan kepalanya berkali-kali terbentur ke arah setir mobil hingga membuat darah bercucuran keluar dari hidung dan kepala Riko.


Sementara truk yang menabrak Riko sudah pergi menjauh.


"Uncle sangat kejam". Ucap Lucas dengan terkekeh.


"Aku rasa ia akan mati uncle, mobilnya terus berbalik saat ia menghantam truk yang kita bawa". Ucap Lucas membayangkan mobil Riko yang terus berbalik.


Yang membawa truk tersebut adalah max dengan Lucas berada disampingnya mereka memang sengaja muncul secara tiba-tiba dihadapan mobil Riko agar mobil Riko menabrak truk tersebut, dan benar saja rencana mereka berhasil.


Sementara Riko langsung dikerumuni oleh banyak orang, salah satu dari mereka langsung menghubungi ambulans untuk membawa Riko kerumah sakit.


Sementara Rika dan yuda langsung menyusul Riko setelah mendapat kabar kalau Riko kecelakaan.


"Dokter bagaimana keadaan anak saya". Tanya Yuda saat melihat dokter keluar ruangan dimana Riko berada.


"Keadaan pasien sangat parah, kami belum bisa memastikan apakah dia baik-baik saja atau tidak". Jawab dokter tersebut kemudian langsung meninggalkan Rika dan Yuda.


Didalam ruangan Riko di rawat tampak di sana semua suster dan juga dokter sedang sibuk menangani kondisi Riko yang terus mengalami pendarahan di bagian kepalanya.


Mereka terus berusaha mencegah darah yang terus mengalir, sudah 3 kantong darah yang sudah habis karena Riko terus mengalami pendarahan.


Sesaat mereka telah menyerah karena melihat keadaan Riko yang belum menunjukkan reaksi apapun, tapi kemudian saat ada tanda-tanda menunjukkan kehidupan masih ada mereka langsung melakukan pertolongan kembali.

__ADS_1


Saat mereka sudah selesai mereka langsung menemui keluarga pasien.


"Pasien sudah lebih baik dari sebelumnya namun pasien masih koma, kami tidak tau sampai kapan pasien akan koma, tapi kami harap pasien agar cepat sembuh". Ucap dokter itu memberitahu kabar Riko pada Yuda dan Rika.


Rika menangis mendengar kabar putranya yang begitu sangat memprihatikan, ia bahkan tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong Riko saat ini, ia hanya terus berdoa agar Riko cepat sadar.


Sama halnya dengan Yuda, ia juga sangat terpukul mendengar kabar putranya yang koma, entah betapa lama Riko akan koma tidak ada yang tau.


Mereka selalu menjaga Riko setiap hari, mereka tidak pernah absen untuk melihat keadaan Riko, walaupun Riko tidak pernah menunjukkan tanda-tanda perkembangan dengan keadaannya.


Flashback off.


Riko semakin emosi saat Lucas menceritakan semua kejadian dimana ia kehilangan kesadarannya sangat lama bahkan bertahun-tahun.


"Dasar iblis". Umpat riko


Bughh....bugh....


Riko yerus meninju Lucas dengan membabi buta, ia bahkan tidak peduli kalau Lucas akan mati saat itu juga.


Alex hanya diam ditempatnya ia sangat malu melihat kelakuan saudaranya sendiri, walaupun mereka tidak saling mengenal tapi tetap saja Lucas adalah saudara kembarnya.


Alex bahkan tidak sanggup menatap Riko yang sedang menghajar Lucas dengan membabi buta, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya membiarkan Riko begitu saja.


Bughh...


Satu pukulan keras mendarat diperut Lucas membuat darah segar langsung mengalir dari mulutnya, saat pukulan itu Lucas sudah kehilangan kesadarannya.


Rian segera memeriksa keadaan Lucas.


"Dia sudah mati". Ucap Rian memberi tahu Riko dan Alex.


Alex tampak sangat terkejut, ia kemudian menghampiri lucas, ia memegang wajah Lucas dengan kedua tangannya, taklama kemudian air mata alex lolos begitu saja melihat Lucas.


Alex merasa terpukul saat melihat saudaranya sudah tidak bernyawa lagi, mereka baru bertemu namun mereka dipisahkan pada saat itu juga.


Sungguh sangat tragis saat orang yang menyaksikan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2