"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 29


__ADS_3

..........


Sudah 3 Minggu setelah kepulangan Lina dari rumah sakit, saat ini mereka tengah sedang sibuk didapur,


Iya Lina sepertinya sedang sibuk memperhatikan suaminya yang sedang masak...


Lina terus menatap suaminya yang sedang sibuk bergulat dengan pisau dan sayur di dapur. Menurut Lina Riko semakin seksi saat didapur.


"Sayang apa yang sedang kau lakukan". Tanya Riko saat tiba-tiba Lina memeluknya dari belakang.


"Memelukmu". Jawab Lina polos


Riko menyengitkan alisnya mendengar perkataan istrinya.


"Tapi aku sedang masak, nanti kau terkena pisau". Riko memperingati Lina dengan sangat lembut.


"Aku mencintaimu Riko". Sahut Lina tiba-tiba. Lalu kemudian ia langsung berlari kekamar, karena ia sangat malu atas perkataan nya sendiri.


Deg...deg...


"Ada apa ini, kenapa aku sangat gugup. Ya mapun jantungku sepertinya akan segera copot". Batin Lina.


Sementara Riko sangat terkejut dengan perkataan Lina, ia membeku di tempatnya berdiri. Mulutnya terbuka sangking terkejutnya.


Sesaat kemudian ia tersadar dan tersenyum-senyum sendiri. Ia tidak menyangka kalau Lina juga mencintainya. Ia segera mematikan api kompornya dan segera menyusul istrinya kekamar.


..........


"Sayang aku juga sangat mencintaimu". Kata Riko tepat didekat telinga Lina sambil memeluk Lina dari belakang.


Lina sangat bahagia dengan perkataan Riko yang juga membalas cintanya, ia berharap akan selalu seperti ini. Selalu bahagia.


Riko mencium leher Lina dengan lembut membuat Lina merasa sangat geli.

__ADS_1


Kruyukkk...


Lina sangat malu saat perutnya berbunyi pada waktu yang tidak tepat menurutnya, ia segera menundukkan wajahnya karena merasa malu.


"Yok kita makan dulu". Ajak Riko


Lina hanya menurut dan mengikuti langkah Riko menuju ruang makan.


"Mas suapi". Kata Lina manja pada Riko.


Entah mengapa Lina ingin bermanja pada suaminya saat ini, ia bahkan tidak merasa malu meminta hal sepele seperti ini pada Riko.


Riko hanya tersenyum mendengar permintaan Lina. Menurut Riko Lina semakin manja pada dirinya saat ini.


Dengan telentan Riko menyuapi Lina hingga makanannya habis. Riko tidak habis pikir dengan Lina yang makan sampai 3 piring.


Sementara Lina tidak peduli dengan semua itu, ia hanya menikmati suapan suaminya, karena menurunnya makanannya semakin enak saat Riko menyuapinya.


..........


"Bik kita beli jeruk ya". Sahut Lina antusias saat melihat jeruk didepannya.


Bik Marni hanya menurut dan mengikuti Lina dari belakang.


"Bik Lina ke toilet dulu sebentar bik Marni tunggu Lina disana aja, Lina nggak bakalan lama".


"Baik non Lina". Sahut bik Marni.


Setelah dari toilet Lina sangat kaget saat ada seseorang yang memegang pergelangan tangannya, dengan refleks Lina langsung menghempaskan tangan orang tersebut.


"Wou..... Kau sangat kuat". Katanya sambil tersenyum pada Lina.


"Kamu. Aku pikir siapa, tenyata kamu. Ada apa kamu memegangi tanganku?". Tanya Lina heran.

__ADS_1


"Kamu semakin cantik saja gadis kecil, aku suka". Katanya dengan nada menggoda.


Lina menyengitkan keningnya merasa heran dengan perkataan pria tersebut.


"Ada apa denganmu. Apa kamu salah minum obat". Tanya Lina kembali merasa heran.


"Sudahlah kamu tidak akan pernah mengerti tujuanku. Aku yakin kita akan semakin sering bertemu gadis kecil".


Itu adalah perkataan terahir dari pria tersebut kemudian pria itu langsung pergi meninggalkan Lina yang sedang kebingungan.


Lina terus memikirkan tingkah pria tadi yang menurutnya aneh sampai ia tidak sadar dengan panggilan bik Marni.


"Non ayo kita pulang". Kata bik Marni entah sudah yang keberapa kalinya.


" Eh iya, bik ayok". Ajak lina.


Saat diperjalanan Lina tidak berhenti memikirkan kejadian tadi, ia terus merasa bingung sendiri. Ia tidak tau apa maksud dari perkataan pria tadi yang mengatakan kalau mereka akan semakin sering bertemu.


"Kita akan semakin sering bertemu gadis kecil".


Kata-kata itu terus terngiang di dalam pikiran Lina. Hingga sampai ke rumah Lina terus melamun. Ia bahkan tidak sadar kalau dirinya sudah sampai kerumah saat ini.


"Non Lina, apa non baik-baik saja". Tanya bik Marni khawatir karena melihat Lina dari tadi selalu merenung.


Entah sudah berapa kali bik Marni mencoba menyadarkan Lina, tapi Lina sama sekali tidak tau. Karena pikirannya masih terbayang kejadian tadi.


"Saya tidak kenapa-napa bik. Ayo kita turun". Kata Lina mencoba untuk fokus dan melupakan kejadian tadi.


Lina dan bik Marni turun dari mobil sambil membawa beberapa sayur ditangan mereka.


Saat melewati ruang tamu Lina merasa terkejut melihat Riko dan kedua sahabatnya tengah sedang mengobrol sambil sesekali mereka tertawa.


jangan lupa like komen dan vote ya, biar author semakin rajin buat up.

__ADS_1


__ADS_2