
Lina sedang sibuk bersiap-siap di kamarnya, pasalnya Riko mengatakan kalau mereka mengadakan makan malam secara mendadak pada Lina.
"ini ni, akibat kalau tidak bilang cepat. jadinya aku terburu-buru gini". kesal Lina terus menggerutu.
sementara Riko sudah stay di ruang tamu menunggu Lina selesai bersiap-siap.
saat sudah merasa cukup, barulah Lina turun ke bawah untuk menemui Riko.
melihat Lina yang sudah turun Riko langsung menyambut kedatangan Lina, ia segera menuntun Lina untuk keluar beriringan dengannya menuju mobil.
sebenarnya Lina tidak tau samasekali dalam rangka apa mereka mengadakan makan malam, dia juga heran kenapa Riko mengatakan kalau keluarga Alex ikut, namun ia tidak ambil pusing, ia memilih untuk diam dan mengikuti Riko saja.
saat sudah sampai pada sebuah restoran elit, Riko langsung menggandeng tangan Lina, dan kembali menuntunnya berjalan beriringan .
di sana Lina bisa melihat ada 8 orang yang sudah duduk dan menatap kedatangan mereka, termasuk mertuanya juga sudah ada di sana. namun lina sama sekali tidak mengenal 5 orang yang duduk di sana selain Alex dan mertuanya, tapi Lina bisa menebak dua orang diantaranya adalah orang tua Alex.
Riana yang melihat kedatangan Lina dengan spontan langsung bangkit berdiri, entah apa yang ia rasakan, tapi tiba-tiba saja perasaannya menjadi kacau saat melihat Lina dan yang lebih anehnya air matanya tiba-tiba saja lolos begitu saja.
Lina yang melihat Riana berdiri langsung mengunci tatapannya pada Riana, saat melihat mata Riana tiba-tiba saja jantung Lina berdegup dengan kencang, dan langkah kakinya menjadi berat.
Riko yang menyadari perubahan Lina dengan cepat menuntun Lina untuk segera menghampiri Riana.
Lina hanya bengong menatap Riana begitu juga dengan Riana, ia hanya terus menatap wajah Lina.
Riana tanpa sadar langsung mengangkat kedua tangannya dan membelai wajah Lina, ia meraba dengan lembut wajah cantik Lina.
Lina hanya bisa mematung saat Riana terus meraba wajahnya, entah kenapa perasaannya menjadi sangat nyaman saat Riana menyentuh wajahnya.
melihat air mata riana yang mengalir membuat Lina mengernyit bingung, tapi ia tetap diam dan tenang sampai perkataan Alex membuatnya kaget.
"dia putrimu" ucap Alex pelan pada Riana.
Riana dan Lina menatap Alex bingung, namun seketika mereka berdua langsung shock.
Lina menatap Riko, seperti bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
Riko hanya tersenyum dan mengangguk pada Lina untuk menjawab semua pertanyaan yang tersimpan dalam hati Lina saat ini.
"ibumu". lirih Riko pelan pada Lina.
mata Lina langsung menatap Riana dengan tajam, ia sama sekali tidak bisa mempercayai semua yang ia dengar saat ini.
__ADS_1
sementara Riana langsung menatap Alex tajam, ia meminta penjelasan Dari apa yang Elex ucapkan.
"benar aunty, dia adalah Lina handata, putrimu bersama dengan Santo Handata, jelas Alex.
mendengar ucapan Alex Riana langsung menutup mulutnya ia seperti tidak percaya dengan apa yang ia lihat, perasaannya tiba-tiba saja menjadi tidak karuan, antara senang bertemu dengan putrinya dan sedih karena telah meninggalkan putrinya.
"tidak, ini tidak benar. ibuku sudah tidak ada lagi". sangkal Lina tidak terima.
Riko menggenggam tangan Lina seperti memberi kekuatan untuk Lina.
"sayang, dia ibumu ". ucap Riko meyakinkan Lina.
"tidak, dia bukan ibuku, ibuku sudah lama meninggal". tolak Lina kembali.
Riana menitikberatkan air mata melihat Lina yang menolak dirinya, ia sadar kalau dirinya tidak pantas untuk diterima oleh Lina sendiri, karena dialah yang telah meninggalkan Lina.
"Lina....". ucap Riana dengan lirih.
Lina langsung menatap tajam Riana.
"maafkan ibu". tutur Riana kembali.
Lina menatap nalar wajah Riana dan ia dapat melihat kemiripan dengan wajahnya di dalam wajah Riana, namun entah kenapa hatinya sakit saat mendengar kenyataan kalau ibunya masih hidup.
Riana hanya bisa menangis menatap Lina, ia tidak tau harus melakukan apa lagi agar Lina percaya.
"ini ibu sayang, ibu yang melahirkan mu". timpal Riana kembali.
Lina menganga mendengar ucapan riana, wajahnya tiba-tiba menjadi panas dan air matanya tumpah begitu saja.
"jika kau ibuku, dimana kau saat aku menangis ". tanya Lina dengan air matanya yang sudah tidak bisa ia tahan lagi.
Riana hanya diam mendengar perkataan Lina, ia samasekali tidak memiliki jawaban.
"kau bahkan tidak ada disaat aku ketakutan". lanjut Lina kembali dengan menahan air matanya agar tidak tumpah.
"kau bahkan tidak membangunkan aku saat terjatuh". timpal Lina kembali.
Lina benar-benar sudah tidak sanggup menahan air matanya agar tidak tumpah.
Riana hanya bisa diam, dia merasa sangat bersalah karena telah meninggalkan Lina.
__ADS_1
"kau bukan ibuku ". tolak Lina kembali.
"maafkan ibu nak, maafkan ibu.., hiks...". isak riana.
Riko dan yang lainnya hanya bisa diam, mereka tidak bisa melakukan apa-apa, karena mereka tau jika ini pasti akan terjadi.
"sayang....". panggil Riko kemudian.
Lina langsung menatap Riko dengan tajam.
"jangan mengatakan apapun mas, jangan bilang kalau mas juga mengakui kalau dia ibuku". ucap Lina dengan dingin pada Riko.
Riko hanya bisa diam melihat Lina. ia berharap Lina bisa dengan kuat menghadapi kenyataan pahit ini.
melihat Lina yang begitu membenci dirinya Riana tidak bisa melakukan apa-apa lagi, dengan cepat ia langsung berlutut di bawah kaki lina.
Lina sangat kaget melihat Riana yang berlutut dibawahnya, dengan spontan ia langsung mundur kebelakang.
"Lina..., maafkan ibu, ibu tau kalau ibu salah, ibu minta maaf". Isak Riana
Lina samasekali tidak bergeming mendengar ucapan Riana, hatinya benar-benar sakit mendengar kenyataan pahit ini, ia tidak menyangka kalau ibunya ternyata masih hidup, banyak pertanyaan yang tersimpan dalam benaknya saat ini.
Alex langsung meraih pundak Riana dan membantunya bangun, walau ia tau Riana salah, namun ia tidak tega jika melihat Riana harus bersimpuh seperti itu.
"mama.....". ucap salah seorang wanita cantik pada Riana.
wanita itu tidak lain adalah putri Riana dengan suaminya yang baru, nama wanita itu adalah Anjani .
Lina semakin menganga mendengar panggilan wanita itu, hatinya menjadi lebih sakit saat melihat kejadian itu, dengan cepat ia langsung meraih lengan Riko untuk membantu menopang tubuhnya karena tiba-tiba saja tubuhnya menjadi sangat berat.
riko dengan sigap langsung membantu Lina agar tidak jatuh, ia mendekap tubuh Lina dalam dekapannya.
"ini tidak mungkin". batin Lina.
"tadinya, aku masih ingin memaafkannya jika ia mau menjelaskan kenapa dia meninggalkanku". pikir Lina.
"tapi sekarang..., sekarang dia...". batinnya tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Lina semakin shock melihat Riana, ia bahkan tidak sanggup lagi menatap Riana saat ini.
"bawa aku pulang". lirih Lina dalam dekapan Riko.
__ADS_1
Riko yang mendengar perkataan Lina tidak bisa berbuat apapun, ia langsung membawa Lina dari tempat itu Karena ia juga takut, jika tiba-tiba saja Lina semakin stress dan akan sangat membahayakan janin yang ada didalam kandungannya.