"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 49


__ADS_3

............


Ditempat lain


Setelah dapat menangkap Lucas Rian dan Alex segera membawa Lucas ke markas dragon.


"Siapa kau sebenarnya". Tanya Lucas pada Alex dengan tangan yang terikat rantai.


Alex memandang saudara kembarnya dengan sangat lembut, sebenarnya ia tidak tega melihat saudara kembarnya sendiri harus mengalami hal seperti ini, tapi apa boleh buat kejahatan memang harus dipertanggung jawabkan.


"Kenapa kau melakukan kejahatan". Tanya Alex pada Lucas.


"Apa maksudmu?, Aku tidak melakukan kejahatan". Sangkal Lucas.


"Lucas, apa kau tau?, Ibu pasti sangat sedih melihatmu seperti ini". Ucap Alex dengan sendu.


Hahahaha.....


"Apa yang kau katakan?, apa kau sudah gila? .Aku tidak punya orang tua lagi, orang tuaku sudah mati". Ucap Lucas disela-sela tawanya.


Alex merasa sangat sedih saat melihat saudara kembarnya yang sama sekali tidak pernah mendapat kasih sayang orang tua, ia percaya kalau sebenarnya Lucas adalah orang baik hanya saja ia salah jalan akibat mengikuti max.


"Kau masih punya ayah dan ibu, kita ini saudara kembar". Ucap max menekankan kata saudara kembar.


Lucas tampak sangat shock mendengar perkataan Alex.


"Tidak, tidak...., Kau pasti bohong. Aku tidak memiliki saudara kembar, kau pasti berbohong". Sangkal Lucas dengan terbata-bata.


"Tidak, aku tidak berbohong kita memang saudara kembar, max yang memisahkan kita saat masih bayi". Ucap Alex mencoba meyakinkan Lucas.


"Tidak....., Aku tidak percaya, kau pasti ingin menipuku saja, kau hanya mau menipuku agar nanti kau bisa menangkap uncle max dengan mudah, iya kan?.".


"Tidak Lucas, aku.....". Belum selesai Alex mengucapkan kata-katanya, Lucas langsung memotong perkataan Alex.


"Sudah cukup, aku tidak ingin mendengar apa-apa lagi dari mulutmu". Ucap Lucas menghentikan Alex.

__ADS_1


"Baiklah kalau kau tidak percaya, tapi apa kau bisa melihat kalau wajah kita mirip, bahkan sangat mirip hanya mata kita saja yang berbeda". Ucap Alex sedikit berteriak karena kesal pada Lucas yang tidak mau mendengar perkataannya.


Memang benar wajah mereka sangat mirip bagaikan pinang dibelah dua, hanya saja mata mereka berbeda.


Lucas memperhatikan Alex dengan sangat teliti memang tidak bisa ia pungkiri kalau wajah mereka sangat mirip, namun tetap saja ia tidak dapat mempercayai semua itu. Egonya mengalahkan pemikirannya.


"Kita harus ke kota C, kau mau disini atau ikut". Kata Rian menghampiri Alex.


Rian memang telah mendapat telpon dari Riko, Riko memerintahkan Rian untuk pergi ke kota C agar bisa mengambil flashdisk yang diincar oleh Lucas dan max.


"Aku akan ikut, aku ingin tau kejahatan apa yang telah saudaraku ini lakukan sampai-sampai ia ingin menghabisi nyawa seorang wanita". Ucap Alex menatap Lucas dengan sangat tajam.


Lucas sempat menelan ludahnya dengan kasar saat melihat tatapan tajam Alex.


"Baiklah ayo. Kita harus cepat karena nanti Riko akan datang kemari untuk menemui Lucas". Ucap Rian.


Alex hanya mengangguk lalu kemudian ia mengikuti langkah Rian keluar dari markas dragon tersebut mereka langsung terbang ke kota A dengan menggunakan helikopter.


Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka telah sampai di rumah kediaman Lina dengan Santo, tanpa pikir panjang mereka berdua langsung masuk kedalam.


"Apa yang ingin kita cari disini". Tanya Alex.


"Baiklah aku mengerti, tapi apa kau tau dimana Lina menyembuhkan flashdisk itu". Tanya Alex lagi.


"Riko mengatakan kalau Lina menyimpan semua barang-barangnya didalam gudang, sejak kejadian itu Lina tidak pernah memaki pakaian yang berhubungan dengan kejadian 2 tahun yang lalu lagi, karena itu Lina yakin kalau flashdisk itu masih berada didalam tas sekolahnya waktu SMA".


"Oyo kita cari sekarang".


Mereka langsung memasuki sebuah gudang yang terletak di bagian belakang rumah itu, mereka segera membongkar satu-persatu barang-barang di sana.


"Apa kau menemukannya". Tanya Rian


"Tidak, tapi aku menemukan kotak ini. Bantu aku membukanya kotak terkunci". Ucap max sambil menunjukkan kotak yang ia temukan.


Rian membantu Alex membuka kunci tersebut dengan menggunakan besi yang ia temukan, hanya dengan satu pukulan kunci itu langsung terlepas.

__ADS_1


"Coba kau lihat apa isi dari kotak itu". Ucap Rian.


"Ini adalah foto-foto masa kecil lina dan ini foto ibunya, tapi wajah ibunya sepertinya sangat familiar".


"Coba aku lihat". Ucap Rian.


Rian kemudian mengambil foto-foto itu dari tangan Alex.


"Hey, bukanlah ini foto aunty Riana? Hanya saja foto ini diambil saat ia masih muda". Ucap Rian.


"Aunty Riana, apa benar?". Ucap Alex memastikan.


"Tentu saja, dasar bodoh kau bahkan tidak mengenal aunty mu sendiri". Kesal Rian pada Alex.


Riana adalah adik dari ayahnya alex, hanya saja Riana tidak tinggal dikota A maupun C, melainkan Riana tinggal dikota B.


"Sudahlah nanti saja kita bahas, lebih baik kita cari benda itu terlebih dahulu". Ucap Rian.


Mereka kemudian membongkar kembali barang-barang yang ada dalam kotak itu, hingga mereka menemukan sebuah tas yang terlihat sudah sangat lusuh.


"Aku menemukannya". Ucap Alex sambil menunjukkan sebuah flashdisk yang ia temukan dalam tas itu.


"Bagus ayo kita pergi sekarang".


"Tunggu dulu, aku akan membawa foto-foto ini, aku ingin memastikannya pada ayah dan ibuku". Ucap Alex sambil memungut foto-foto yang berserakan dilantai.


"Terserah kau saja".


Mereka kemudian langsung meninggalkan kota C dan kembali ke kota A, tidak butuh waktu yang lama kini mereka sudah sampai kembali di markas dragon.


Saat mereka sampai Riko tampak sedang menghajar Lucas hingga babak belur, Riko yang menyadari kedatangan Rian dan Alex langsung menghentikan aksinya dan kembali duduk di kursi yang sudah disediakan anak buah dragon untuk Riko, Rian dan juga Alex.


"Apa kalian menemukannya". Tanya Riko dingin pada keduanya.


"Ya, kami sudah menemukan apa yang kau cari". Ucap Alex sambil meletakkan sebuah flashdisk yang ia temukan tadi.

__ADS_1


"Bagus".


Tak lama Riko memerintahkan seorang anak buahnya yang memang bertugas menjaga Lucas untuk mengambil laptop.


__ADS_2