"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 39


__ADS_3

........


Tok, tok ,tok...


Mila bergegas membuka pintu apartemennya saat mendengar ketukan pintu dari luar.


"Tuan Riko sudah datang, Lina sedang tidur dikamar". Ucap Mila saat ia melihat Riko di depan apartemennya.


Riko mengetahui keberadaan Lina dari Mila, saat Lina tertidur mila langsung menghubungi Riko karena ia tau kalau Riko pasti sangat cemas mencari keberadaan Lina.


Riko mengangguk mendengar perkataan Mila, lantas ia langsung bergegas ke kamar Dimana istrinya tertidur.


Riko memandangi wajah istrinya yang terlelap, masih terlihat jelas mata Lina yang sembab akibat menangis terlalu lama.


Riko mengelus lembut wajah istrinya, ia merasa sangat bersalah telah membuat Lina menangis, sesekali Riko mengecup wajah dan kening Lina.


Jauh dalam perasaan riko, ia benar-benar sangat takut kehilangan Lina, ia tidak bisa membayangkan kalau Lina benar-benar pergi darinya.


"Sayang maafkan mas, mas berjanji tidak akan membuat kamu menangis lagi". Gumam Riko.


Riko segera menggendong tubuh Lina, ia akan membawa istrinya pulang kerumah mereka kembali.


"Mila terimakasih telah menjaga istriku". Ucap Riko saat melewati Mila yang berada diruang tamu.


"Sama-sama tuan Riko, itu sudah menjadi kewajiban saya, apalagi Lina adalah teman saya sendiri". Jawab Lina sopan pada Riko.


Riko hanya mengangguk mendengar jawaban lina, ia langsung keluar dari apartemen Mila dan langsung melaju menuju kediaman mereka.


"Sungguh pasangan yang romantis, coba aja kalau ada pangeran yang datang padaku". Gumam Mila saat Riko sudah pergi.


"Ya, ampun Mila, apa sih isi kepala kamu. Kamu harus sadar diri, mana mungkin ada pangeran Yang akan datang padamu". Ucapnya kembali sambil menepuk jidatnya.


Saat sampai di rumah Riko langsung membaringkan Lina di ranjang tempat tidur mereka, ia mengecup singkat kening Lina lalu kemudian ia turun kebawah.


Riko berinisiatif untuk membuatkan istrinya sarapan, karena ia sangat hapal kalau Lina sangat suka masakannya apalagi semenjak Lina hamil.


Lina bahkan sangat jarang memakan masakan yang sudah disiapkan oleh kedua pelayan mereka semenjak kehamilannya. Jika Riko tidak masak untuknya maka dia sendiri Yanga akan memasak makanan untuk dirinya.

__ADS_1


..........


Kota C.


"Apa yang kalian inginkan". Kata Santo spontan saat melihat dua orang asing masuk ke rumahnya.


"Kami menginginkan benda yang diambil oleh putrimu dua tahun yang lalu". Ucap salah seorang yang berada tepat di depan Santo.


"Apa maksud kalian, benda apa?". Tanya Santo kembali menatap kedua orang yang ada didepannya.


"Sudah jangan banyak bicara, sekarang katakan dimana benda itu berada".


"Aku benar-benar tidak mengerti benda apa yang kalian katakan". Jawab Santo gugup.


"Jika kamu tidak mengatakan dimana benda itu berada, maka nyawamu yang akan menjadi taruhannya". Ucapnya sambil memainkan pisau di wajah Santo.


Santo sangat terkejut saat melihat orang yang didepannya mengeluarkan benda tajam itu dari Balik jaket kulit hitamnya.


Santo langsung berkeringat dingin saat pisau itu bermain-main diwajahnya, ia tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya lagi.


"Aku benar-benar tidak tau apa maksud kedatangan kalian dan aku juga tidak mengerti benda yang kalian maksud". Jawab Santo dengan wajah yang sudah pucat pasi.


Santo menelan ludahnya dengan susah payah saat mendengar ucapan pria asing tersebut, ia yakin kalau mereka berdua tidak main-main dengan dirinya.


Kini Santo hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi dengan dirinya nanti.


Santo memejamkan matanya saat pisau sudah berada tepat dilehernya, ia membayangkan wajah cantik Lina saat tersenyum.


"Tidak, tidak, tidak. Kalau aku memotong lehermu, kamu akan cepat mati, maka permainannya akan sangat membosankan". Ucapnya sambil tersenyum licik.


Santo semakin gemetar mendengar penuturan pria tersebut, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Kita akan bermain-main sebentar agar kamu tidak merasa bosan". Ucapnya kembali.


Tampak pria itu sedang memainkan pisaunya di wajah santo, kemudian....


Seeeeet.

__ADS_1


Satu goresan mendarat mulus di wajah Santo,


Santo meringis menahan sakit diwajahnya akibat goresan pisau tersebut.


Dan tak lama setelah itu pisau tajam tersebut langsung mendarat kembali di tangan dan kakinya.


Santo semakin menjerit Menahan rasa sakit yang luar bisa di kedua tangan dan kakinya, ia merasakan perih yang luar bisa di tangan dan kakinya.


Kedua pria asing tersebut tertawa terbahak-bahak melihat Santo menahan rasa sakit, mereka seakan menikmati pertunjukan yang mereka lakukan tersebut.


Sementara Santo sudah terkulai lemas tidak berdaya, ia langsung tersungkur di atas lantai dengan dipenuhi luka sayatan di sekujur tubuhnya.


Tampak darah sudah bercucuran kelantai menggantikan warna lantai yang putih kini berubah menjadi merah karena darah Santo yang terus menetes.


Kedua pria tersebut sudah tidak sabar untuk menghabisi Santo, mereka langsung menancapkan sebuah pisau ke perut Santo.


Santo langsung mengeluarkan darah segar dari mulutnya saat pisau menancap diperutnya.


Bukan hanya itu, kedua pria tersebut mencabut pisau itu dengan kasar dari tubuh Santo, membuat Santo merasakan sakit yang amat luar biasa.


Tidak cukup sekali, Meraka menancapkan pisau itu ditubuh Santo berkali-kali, hingga Santo benar benar kehilangan nyawanya saat itu juga.


Saat Santo sudah tidak bernafas lagi barulah mereka merasa lega, Meraka membiarkan tubuh Santo tergeletak begitu saja dilantai.


Sebelum mereka meninggalkan rumah tersebut, terlebih dahulu mereka menggeledah isi rumah Santo, mereka seperti mencari sesuatu disana.


Setelah cukup lama mereka mengobrak-abrik isi rumah Santo, namun hasilnya nihil, mereka tidak menemukan apa yang mereka cari.


Akhirnya mereka meninggalkan rumah tersebut tapi tetap membiarkan tubuh Santo tetap tergeletak dilantai.


Mereka seakan tidak peduli dengan Santo sama sekali, bahkan mereka berlagak tidak pernah melakukan tindakan kejahatan apapun.


"Bos semua sudah beres, tapi kami tidak menemukan benda itu". Kata salah seorang yang telah menghabisi Santo.


"Bayaran kalian akan segera di transfer. Setelah ini tinggalkan kota C". Jawab orang yang mereka telpon.


Setelah mengakhiri panggilan tersebut, tak lama ponsel mereka berbunyi kembali menandakan ada notifikasi masuk yang memberikan bahwa uangnya sudah masuk ke rekening mereka.

__ADS_1


Sesuai perjanjian setelah mendapatkan bayaran mereka langsung meninggalkan kota C.


vote terus ya, dan jangan lupa like nya


__ADS_2