"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 28


__ADS_3

...........


Di rumah sakit


Tangan Lina mulai bergerak perlahan-lahan.


Riko yang menyadari pergerakan tangan Lina segera terbangun dari tidurnya ia melihat Lina yang sudah membuka matanya sangat senang, senyumnya yang sudah 6 hari hilang kini telah kembali.


"Sayang kamu sudah sadar, bagaimana perasaanmu, apa ada yang sakit, tunggu sebentar akan aku panggil dokter". Rancu Riko Tampa henti-hentinya.


Lina tersenyum melihat Riko yang begitu sangat senang menurutnya.


Riko langsung memencet bel untuk memanggil dokter, tidak lama dokter yang menangani Lina langsung datang dan memeriksa keadaan Lina.


"Keadaan istri istri tuan sudah tidak apa-apa, tapi usahakan agar dia tidak stres dan banyak pikiran, karena itu akan sangat berpengaruh terhadap keadaannya.


Riko menganggukkan kepalanya tanda mengerti pesan dokter.


Riko segera menghubungi keluarganya serta ayah mertuanya dan mengatakan kalau Lina sudah sadar.


...........


Tidak berselang lama Rika, Yuda dan Santo sudah sampai dirumah sakit, mereka sangat senang melihat Lina mulai tersenyum kembali bersama Riko, mereka bertiga menitikkan air mata kebagian melihat anak dan menantunya yang sudah kembali tersenyum.


"Ayah, mama, papa. Kalian disini". Tanya Lina senang melihat keluarganya datang menemuinya.


"Iya sayang tentu saja ayah dan mertuamu datang, karena putri ayah dan menantu cantik keluarga Sanjaya berada dirumah sakit". Sahut Santo menjawab pertanyaan putrinya.


Santo memeluk Lina dengan penuh kasih sayang, ia merasa sangat bersyukur melihat Lina yang sudah sadar.


"Baiklah sudah cukup dramanya. Sekarang mama mau tanya, apa kamu tidak merindukan mamamu ini sayang". Sahut Rika sok-sok kesal pada Lina karena Lina seperti mengabaikan Rika dan Yuda karena terus mengobrol dengan ayahnya Santo.

__ADS_1


"Tentu saja ma, Lina sangat dan sangat merindukan mama". Sahut Lina antusias.


Rika langsung memeluk menantunya yang sudah ia anggap seperti putri sendiri. Ia sangat bahagia melihat Lina yang tersenyum bahagia.


Mereka bercengkrama di dalam ruangan Lina dengan sangat bahagia. Jika orang-orang melihat mereka, banyak yang akan merasa iri dengan kebahagian keluarga tersebut.


.......


Hari sudah semakin sore Rika, Yuda dan Santo pamit untuk pulang. Kini tinggal Lina dan Riko saja yang ada di rumah sakit.


Riko kini sudah mulai bekerja lagi walaupun dengan cara dari rumah sakit, tapi ia sudah mulai konsentrasi kembali semenjak kina sudah sadar.


Sudah jam 11 malam tapi lina tak kunjung bisa menutup matanya, ia terus membolak-balik badannya karena tidak bisa tidur.


Riko yang sedang memeriksa beberapa dokumen mengalihkan pandangannya dari dokumen tersebut.


"Sayang kenapa kamu masih belum tidur". Tanya Riko lembut pada Lina.


"Apa kasurnya tidak nyaman, padahal mas sudah pesan ruang VVIP. Tapi kenapa kasur mereka sangat buruk". Kata Riko dengan kesal.


"Bukan... Maksud Lina bukan karena kasurnya tidak nyaman. Kasur ini sangat empuk dan nyaman, tapi....tapi aku ingin tidur dengan berantakan tangan mas Riko". Sahut Lina malu-malu.


Lina yakin wajahnya pasti saat ini sangat merah seperti tomat.


"Ah.. memalukan sekali". Batin Lina.


Riko tersenyum mendengar permintaan manja istrinya, ia sangat senang saat Lina manja pada dirinya. Ia segera menghampiri Lina dan berbaring di samping Lina, ia segera mengangkat pelan kepala Lina dan menjadikan lengannya untuk bantal tidur Lina.


Lina segera membenamkan tubuh mungilnya kedalam dekapan suaminya, ia merasa sangat nyaman saat berada dalam dekapan Riko. Lina menghirup dalam-dalam aroma tubuh Riko yang selalu membuat ia nyaman.


Riko menidurkan Lina seperti menidurkan anak kecil berusia 4 tahun, Riko terus membelai rambut panjang Lina sampai lina terlelap dalam dekapan Riko.

__ADS_1


Ia mengecup lembut kening istrinya saat Lina sudah terlelap, kemudian Riko segera menyusul Lina dalam mimpinya.


..........


Saat pagi menjelang Lina terbangun dari tidurnya ia mengucek-ngucek matanya agar kesadarannya kembali seutuhnya.


Riko melihat Lina sangat gemes ingin rasnya ia memakan Lina saat ini juga tapi dia urungkan karena mereka sedang berada dirumah sakit.


"Pagi sayang". Sapa Riko sambil mengecup singkat bibir Lina.


Lina sangat malu saat Riko menciumnya. Ia kembali membenarkan wajahnya dalam dada Riko.


Riko terkekeh melihat Lina yang sedang malu, semakin lucu menurutnya.


"Sayang apa kau akan terus seperti ini". Tanya Riko sambil menggoda istri kecilnya.


Dengan refleks Lina langsung mendorong tubuh Riko hingga terjatuh kebawah.


"Maafkan aku mas, apa kau tidak apa-apa". Katanya dengan wajah yang penuh penyesalan.


"Aku tidak apa-apa sayang, jangan sedih". Kata Riko mencoba membujuk istrinya karena ia melihat mata Lina sudah memerah.


Sebenarnya Riko merasa sedikit sakit di badannya karena didorong dari atas kasur, tapi ia menahannya agar lina tidak merasa bersalah.


........


"Mas Lina ingin pulang". Katanya sendu karena jujur ia sudah merasa bosan berada dirumah sakit.


"Baiklah sayang nanti mas akan tanya apakah kamu sudah boleh pulang". Sahut Riko.


Sudah dua hari setelah Lina sadar, Riko juga melihat kalau Lina sudah semakin sehat. Jadi menurutnya sudah tidak masalah lagi kalau mereka pulang kerumah.

__ADS_1


__ADS_2