"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 62


__ADS_3

Saat Riko terjatuh dari atas tebing, ia mencoba meraih salah satu dahan pohon yang ada, dengan susah payah ia bertahan dan mencoba bangkit agar bisa meraih sisi tebing yang dapat dijadikan tempat berpijak.


Dengan sekuat tenaga Riko mengayunkan tubuhnya agar sampai ke tepi tebing itu, dan usahanya ternyata tidak sia-sia.


Riko dapat merasakan tubuhnya yang sangat sakit dan perih akibat benturan ranting-ranting dan juga pepohonan yang ada di tebing itu.


Tubuhnya dipenuhi oleh luka goresan karena ia terjatuh cukup tinggi, walaupun ia tidak terjatuh sampai ke dasar jurang tapi tetap saja, kalau Riko tidak sigap bisa-bisa nyawanya sudah melayang saat itu juga.


Riko ingin sekali meninggalkan tempat itu secepatnya, tapi kakinya sudah tidak berdaya, sepertinya kakinya mengalami keretakan karena terbentur sangat keras saat tubuhnya menghantam pohon yang cukup besar dan membuat salah satu ranting menancap kedalam betisnya.


Akhirnya Riko hanya bisa berdiam diri untuk sesaat di sana, setelah hampir 30 menit, Riko dapat mendengar dengan samar-samar suara panggilan pasukan dragon.


"Sepertinya mereka sudah datang". Batin Riko.


Riko tau kalau Alex akan menyuruh orang untuk mencari keberadaannya.


Dan dengan sangat cepat Riko langsung berteriak agar anak buahnya mengetahui keberadaannya.


Mendengar teriakan Riko, pasukan dragon segera mencari sumber suara tersebut.


Dan dengan sangat sigap mereka langsung membantu Riko agar keluar dari tempat itu, tentu saja tidak mudah. Mereka harus menyingkirkan beberapa pohon dan ranting di sana, dan setelah itu barulah mereka mengarahkan sebuah helikopter untuk menjemput Riko, karena keberadaan Riko yang tidak di dasaran membuat mereka harus menggunakan helikopter.


Saat sudah sampai keatas Riko langsung diperiksa oleh dokter Rendi.


Rendi membersihkan luka-luka Riko dengan sangat baik, dan juga membalut lukanya.


"Katakan dimana Lina sekarang?". Tanya Riko pada Rendi.


"Aku dapat kabar dari Alex, kalau Lina sekarang ada di markas dragon". Jawab Rendi dengan santai.


"Kita ke sana sekarang". Ucap Riko.

__ADS_1


"Baiklah, tapi kau harus menggunakan tongkat untuk sementara waktu, karena lukamu cukup parah".


"Tidak masalah". Jawab Riko dingin.


Rendi segera memberikan sebuah tongkat yang ia ambil dari dalam bagasi mobilnya dan selalu ia siapkan jika sewaktu-waktu ia membutuhkannya.


Dengan segera Riko meraih tongkat yang Rendi berikan, dan ia langsung berjalan walau masih sangat susah kerah mobilnya.


Mereka kini langsung menuju markas dragon.


Saat Riko memasuki markas tersebut pasukan dragon langsung menunduk memberi hormat pada Riko, tapi Riko sama sekali tidak peduli ia tetap berjalan kerah dimana Lina berada saat ini.


Samar-samar Riko dapat mendengar suara teriakan Lina, ia sangat mengenal suara Lina, jadi dengan terburu-buru Riko mempercepat langkahnya.


Rendi yang melihat Riko terburu-buru segera membantu Riko, karena ia takut jika Riko sampai terjatuh.


Rian dan Alex terbelalak kaget saat melihat Riko masuk kedalam ruangan itu.


Riko langsung mendekat dan memegang kedua pundak Lina dengan lembut.


Lina yang merasakan kehangatan saat kedua pundaknya dipegang dengan cepat mengangkat wajahnya, ia seperti tidak percaya karena melihat Riko dihadapannya.


"Mas Riko...". Lirih Lina mencoba meyakinkan dirinya dengan apa yang ia lihat.


Riko tersenyum lembut menatap Lina, ia mencoba meyakinkan Lina dengan apa yang Lina lihat saat ini.


Riko membantu Lina untuk berdiri, saat itu juga Lina langsung memeluk Riko dengan sangat erat.


"Kau..., Kau ada disini..., Kau disini". Ucap Lina dalam pelukan Riko.


Riko mengelus kepala Lina dengan penuh kehangatan.

__ADS_1


"Iya sayang, mas disini. Dan aku tidak akan kemana-mana". Ucap Riko.


Mendengar ucapan Riko Lina semakin mengeratkan pelukannya, dan Riko segera mengecup lembut kepala lina.


Riko mengangkat wajah Lina, dan ia dapat melihat dengan jelas ketakutan dalam mata indah Lina .


Riko menghapus air mata Lina dengan jarinya, ia kemudian mengecup singkat kening Lina.


Lina menatap Riko dengan tatapan sendunya, seperti sedang mengatakan sesuatu pada Riko.


Riko dapat mengerti maksud dari tatapan Lina.


"Aku disini, dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi". Ucap Riko mencoba meyakinkan Lina.


Dan benar saja Lina menjadi sedikit lebih tenang.


Saat Lina ingin memegang wajah Riko, ia kembali ketakutan saat menyadari banyaknya darah ditangannya, ia kemudian kembali menangis tubuhnya kembali bergetar saat melihat darah segar yang menempel pada tangannya.


Riko yang melihat tangan Lina dilumuri oleh banyak darah, sangat terkejut tapi ia mencoba untuk tidak panik dan terus bersikap tenang.


"Ambilkan air". Teriak Riko.


Mendengar perintah Riko, mereka kemudian langsung mengambil air.


Dengan sigap Riko membersihkan darah yang menempel pada tangan Lina, dan ia juga membuka jaket yang ia kenakan untuk dipakaikan pada Lina agar semua darah yang ada pada baju Lina tertutupi.


Riko kemudian menatap Alex tajam, melihat tatapan Riko Alex langsung mengerti.


Dengan sigap Alex membereskan mayat Angga yang tergeletak dan tidak lupa juga ia membersihkan sisa darah yang ada di sana.


Dengan sanga baik Riko membersihkan darah yang ada pada tangan Lina.

__ADS_1


Melihat darah yang ditangan Lina sudah tidak ada lagi, barulah ia merasa sedikit tenang.


__ADS_2