
Jam 08:30 pagi Riko terbangun, pandangannya langsung tertuju pada istrinya yang masih terlelap.
Tampa berpikir panjang Riko langsung mengukur suhu tubuh istrinya. Dan ternyata suhunya belum turun bahkan semakin naik. Riko semakin cemas takut terjadi apa-apa dengan Lina. Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi dokter pribadi mereka di kota C.
Tidak menunggu waktu yang lama dokter datang dan langsung memeriksa Lina.
"Bagaimana keadaan istri saya dok". Kata Riko khawatir dan sangat jelas tampak kecemasan di wajah tampan Riko.
"Istri tuan muda tidak apa-apa, sebentar lagi suhu badannya akan turun, tuan hanya perlu memberinya obat dan makanan bergizi nanti setelah istri tuan bangun". Kata dokter sambil memberi resep pereda demam kepada Riko.
"Baiklah terimakasih dokter". Jawab Riko.
"Sama-sama tuan, itu sudah menjadi tanggung jawab saya. Kalau begitu saya pamit dulu".
Riko mengantar dokter sampai keluar dari kamar hotel tempatnya. Dan segera masuk kembali untuk melihat kondisi Lina.
Berlahan-lahan Lina mulai membuka matanya kembali dan melihat Riko yang berada di sampingnya sambil menggenggam tangannya.
"Lina kamu sudah bangun. Sini biar aku bantu kamu duduk. Kamu pasti lapar, tunggu sebentar aku ambilkan dulu makananmu". Riko sangat senang melihat Lina sekarang sudah membuka matanya lagi, dari semalam Riko begitu khawatir dengan keadaan Lina.
Sementara Lina terus memperhatikan Riko yang berdiri hendak mengambil makanan yang sudah diantarkan pelayan hotel tadi setelah dokter memeriksa Lina.
"Apa aku menyusahkan kamu?". Tanya Lina dengan suara yang begitu sedih.
__ADS_1
Mendengar Lina berkata seperti itu membuat Riko bergegas kembali duduk di samping lina.
"Tidak, tidak sama sekali. Kamu adalah istriku sekarang sudah menjadi tanggung jawabku untuk menjaga dan melindungi istriku sendiri" sahut Riko sambil mengelus rambut panjang Lina.
Liana merasa sangat terharu mendengar perkataan Riko, ia tidak menyangka Riko bakalan mau menjaganya dalam keadaan seperti sekarang ini.
"Sudahlah, jangan menangis lagi. Sekarang waktunya tuan putri makan, dan setelah itu minum obat". Kata Riko lembut karena Riko melihat mata Lina mulai berkaca-kaca.
Dengan sangat telentan Riko menyuapi Lina, hingga makannya habis.
"Sekarang istirahatlah kembali". Bujuk Riko lembut pada Lina.
"Riko".panggil Lina
"Aku ingin ke kamar mandi". Sambung Lina dengan wajah yang sudah memerah menahan rasa malu.
Riko tersenyum mendengar perkataan istrinya.
"Baiklah sini biar aku bantu". Kata Riko mengurutkan tangan untuk membantu Lina berdiri.
Lina dibantu berdiri oleh Riko. Tapi baru saja Lina berdiri kakinya mulai gemetar dan hampir saja terjatuh kalau Riko tidak sigap menahannya.
"kakiku masih gemetar". Lirih Lina sambil menatap Riko dengan air mata yang sudah membasahi pipinya kembali.
__ADS_1
Lina merasa dirinya sangat lemah sekai hingga tidak bisa menahan air matanya untuk jatuh.
"Tidak apa-apa, hei kenapa kau harus menangis. Ada aku disini. Aku akan membantumu, sudah jangan menangis lagi" terang Riko sambil mengusap lembut air mata Lina dengan ibu jarinya.
Dengan sigap Riko langsung menggendong Lina hingga masuk kedalam kamar mandi.
"Panggil aku kalau sudah selesai ok." Jelas Riko.
"Baiklah". Sahut Lina
30 menit Riko menunggu Lina tapi tidak ada panggilan dari dalam . Riko menjadi sangat cemas. Riko khawatir terjadi apa-apa pada Lina didalam , hingga Riko mendengar suara seperti sesuatu yang jatuh. Dengan perasaan khawatir riko masuk kedalam dan betapa terkejutnya Riko mendapati Lina sudah tergeletak di lantai.
"Sudah aku katakan agar memanggilku kalau sudah selesai, sekarang lihat akibatnya kamu terjatuh kan". Jelas Riko penuh dengan emosi tapi dengan nada yang sangat khwatir.
" Maafkan aku, tadi aku hanya mencoba meraih pintu agar bisa lebih mudah memanggilmu. Tapi aku tidak menyangka kalau aku begitu sangat ceroboh hingga terjatuh". Kata Lina mencoba menjelaskan apa yang terjadi.
"Baik lah, sekarang waktunya istirahat, kamu harus tidur agar cepat sembuh ya". Bujuk Riko pada istrinya.
"Aku takut memejamkan mataku". Jawab Lina dengan suara yang begitu sendu.
"Aku akan menemanimu. Sekarang tidurlah". Tutur Riko sambil ikut berbaring disamping Lina dan memeluknya kedalam dekapan Riko.
Sebenarnya Riko tidak tahan dalam keadaan seperti ini, keadaan saat ini membuat hasratnya bangkit, sudah lama Riko ingin menyentuh Lina. Tapi Riko masih punya harga diri, tidak mungkin ia melakukannya tanpa persetujuan dari Lina sendiri.
__ADS_1