
Liana baru membuka pintu saat sudah malam itupun karena ia merasa lapar, sejak ia masuk kamar ia tertidur sangat lelap.
Kreeekkk..
"Ya ampun, mas Riko. Kenapa mas duduk disini".ucap Lina saat ia melihat Riko bersandar di dinding kamar mereka.
Riko Memnag menunggu Lina sampai keluar.riko hanya takut kalau Lina pergi meninggalkannya. Dan pada saat Lina memanggil namanya ia langsung berdiri.
"Sayang, maafkan aku. aku tidak bermaksud seperti itu. Aku mohon kamu jangan marah sama mas, mas sayang sama kamu". Ucap Riko saat Lina keluar
"Aku sudah maafin mas kok, aku juga minta maaf karena terlalu mudah bawa perasaan". Sahut Lina merasa bersalah karena telah mengabaikan suaminya. Bahkan sampai-sampai Riko harus menunggunya di depan kamar sangat lama.
"Mas sayang sama kamu". Lirih Riko sambil memeluk Lina dengan penuh kasih sayang.
Lina juga membalas pelukan Riko, ia sangat bahagia karena Riko begitu menyayanginya, ia sangat beruntung memiliki Riko.
...........
Pagi harinya, Lina terbangun dari tidurnya. Ia menatap wajah tampan suaminya, yang menurutnya semakin hari semakin tampan. Tanpa ia sadari ternyata tangannya sudah membelai wajah Riko yang sedang terlelap.
"Mas, aku menyukaimu". Ucapnya pelan. Dengan jari telunjuk tepat berada dibibir Riko.
Saat akan meninggalkan tempat tidur, Riko menahan tangan Lina.
"Mas juga menyukaimu sayang". Ucapnya membalas perkataan Lina.
"Mas sudah bangun?".
Heeemmm.
"Ya ampun malu bangat, kalau mas Riko sampai menyadari aku tadi pegang-pegang wajahnya. Aku tidak bisa bayangkan". Batin Lina.
"Mas sudah bangun sejak kamu pegang-pegang wajah mas". Ucap Riko seakan tau isi pikiran Lina.
"Hah, apa mas Riko juga bisa baca pikiran aku". Batinya lagi, sambil tertunduk karena tersipu.
Riko tersenyum melihat istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan. Ia selalu dibuat gila oleh istri cantiknya itu.
cup....
__ADS_1
satu ciuman mendarat mulus di bibir Lina, ciuman yang penuh kasih sayang. seakan dalam ciuman tersebut tercurah semua perasaan mereka.
Lina memejamkan matanya menikmati ciuman dari suaminya tersebut.
mereka melepas ciumannya saat nafas keduanya sudah memburu.
Sementara Lina segera berdiri karena sudah tidak sanggup dekat dengan suaminya lagi, jantungnya selalu berdegup kencang seakan lagi maraton.
Tapi baru dua langkah Lina berjalan, pandangannya tiba-tiba menjadi kabur, kepalanya juga pusing, ia menghentikan langkahnya berharap semua akan normal kembali, tapi ternyata tidak, Lina malah ambruk kelantai dan pingsan.
"Lina". Ucap Riko saat melihat Lina terjatuh dilantai.
Riko bergegas menghampiri Lina dan mengangkat Lina ke tempat tidur kembali, ia segera menghubungi Rendi.
"Rendi, kerumahku sekarang". Ucapnya Riko langsung. Tanpa menunggu jawaban dari Rendi, Riko langsung mematikan HP-nya.
.............
"Kapan terakhir anda datang bulan". Tanya Rendi pada Lina saat ia sudah selesai memeriksa Lina.
"Aku tidak terlalu yakin, tapi kalau tidak salah satu bulan yang lalu". Ucap Lina mencoba mengingat-ingat kapan terakhir ia datang bulan.
"Istrimu tidak apa-apa, tidak ada yang serius sama sekali. aku sarankan agar istrimu mencoba test pack dulu, aku ingin memastikan sesuatu".
Riko sangat tidak sabar menunggu hasilnya, ia berharap dugaannya benar, kalau Lina hamil.
Tidak lama kemudian Lina keluar dari kamar mandi dengan membawa hasil tet pack ditangannya.
Lina menunjukkan hasilnya pada Riko terlebih dahulu.
Riko sangat terkejut melihat hasilnya. Ia tidak menyangka harapannya terkabul. Ia begitu sangat senang sampai-sampai Riko menitikkan air matanya, ia terus menciumi wajah Lina karena sangat bahagia.
Lina juga merasa sangat bahagia, ia tersenyum melihat suaminya juga ikut bahagia.
Riko mengalihkan pandangannya pada Rendi yang duduk di sofa kamar mereka.
"Aku ingin berbicara berdua denganmu". Ucapnya datar pada Rendi.
Rendi hanya menggunakan kepalanya saja.
__ADS_1
"Sayang, tunggulah sebentar disini. Mas ingin bicara berdua dengan Rendi diruang kerja mas".
Lina menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Riko.
Riko berjalan keluar kamar diikuti oleh Rendi dari belakang hingga mereka sampai di ruang kerja Rendi.
"Apa aku masih boleh melakukannya dengan Lina". Tanya Riko langsung to the point.
Rendi terkekeh mendengar pertanyaan Riko, ia mengerti maksud dari perkataan temannya tersebut.
"Boleh, asal melakukannya dengan pelan-pelan. Dan selain itu ada beberapa hal juga yang harus kamu tahu, orang hamil sangat sensitif, terkadang mereka akan bertingkah aneh-aneh. Tapi kamu tidak perlu khawatir karena itu pengaruh dari hormon kehamilannya. Jadi saat istrimu berlaku tidak seperti biasanya kamu jangan terkejut. Dan usahakan agar Lina tidak stress, karena stress sangat mempengaruhi kehamilannya". Ucap Rendi menjelaskan kepada Riko.
"Baiklah aku mengerti".
"Ini beberapa resep vitamin yang harus diminum Lina, dan pastikan ia juga harus mengkonsumsi susu hamil". Jelasnya kembali sambil memberikan kertas yang berisi catatan obat yang harus Lina minum.
Rendi pamit pada Riko untuk pulang. Karena urusannya sudah selesai di rumah Riko.
Sementara Riko kembali ke kamarnya untuk menemui istrinya.
"Mas Riko, ayo kita ke kampus. Hari ini ada jadwal, cepatlah bersiap-siap". Ucap Lina saat Riko masuk kedalam kamar.
"Baiklah sayang, tunggu sebentar ya". Jawab Riko karena Lina sudah sangat rapi dan siap untuk berangkat.
Sebelum mereka berangkat terlebih dahulu mereka sarapan untuk mengisi perut mereka. Dan hari ini jadwal mereka sama.
"Sayang ayo berangkat". Ucap Riko saat mereka sudah selesai makan.
Mereka berangkat ke kampus denagn senyum bahagia sesekali mereka bercanda dalam mobil.
Lina sangat senang saat Riko perhatian dengannya. Ia merasa sangat beruntung bisa memiliki Riko, ia berharap akan selalu bahagia seperti sekarang ini.
Riko membukakan pintu untuk Lina dan mengulurkan tangannya untuk membantu Lina keluar dari dalam mobil.
Lina menyambut uluran tangan suaminya dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
"Terimakasih mas". Ucap Lina singkat
Riko tersenyum lembut mendengarkan ucapan terimakasih istrinya.
__ADS_1
***jangan lupa like dan vote ya...
oh iya ayo tinggalkan jejak komentar kalian, biar author semakin semangat dalam berkarya***.