"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 32


__ADS_3

.........


"Lina..".


"Hai Mila". Sahut lina. Mendengar panggilan Mila.


Mila segera menghampiri sahabatnya dengan sangat senang dan semangat.


"Mas aku ke kelas denga Mila saja ya, ngak usah diantar".


"Baiklah sayang, kalau ada sesuatu langsung telpon mas ya". Ucap Riko pada Lina.


"Iya mas".


"Hey... Mana no hp kamu". Tanya Riko pada Mila dengan suara datar dan dinginnya.


Mila mengecutkan bibirnya mendengar ucapan Riko yang lebih mirip dengan membentak daripada meminta. Tapi Mila tetap memberikan ponselnya pada Riko.


Riko mengetikkan nomornya di hp Mila.


"Itu no hp aku, kalau terjadi sesuatu dengan istriku segera hubungi aku". Ucapnya datar.


Mila hanya mengangguk, karena ia terlalu takut menjawab pertanyaan dari suami temannya yang menurutnya sangat dingin.


"Sayang, mas duluan ya. Ingat jangan berlari, ok.". Ucap Riko memperingati.


"Iya mas aku akan ingat. Sekarang pergilah". Jawab Lina.


Riko pun pergi meninggalkan istrinya bersama dengan Mila sahabat Lina.


"Lin suami kamu kok dingin bangat sih". Tanya Mila pada Lina sambil berjalan menuju kelas mereka.


"Dia memang seperti itu mil, dia sangat dingin pada orang lain. Awalnya sama aku juga begitu, tapi sering berjalannya waktu mas Riko ngak dingin sama aku lagi".


"Tapi Lin apa kamu menyukainya".


"Sudahlah nanti saja aku ceritakan, sekarang ayo kita ke kelas, sebentar lagi kita masuk lo".


"Baiklah". Pasrah Mila.


...........


Brrrukkkk...


"Auh... Kepalaku sakit sekali".


"Maafkan aku nona, aku tidak sengaja". ucap Riko pada seorang wanita yang ia tabrak.


"Ah tidak apa-apa, aku tidak kenapa-kenapa kok". Ucapnya sambil tersenyum manis.


"Oh kenalin namaku Lidia putri nugraha". Sambung Lidia kembali memperkenalkan dirinya.


"Riko Sanjaya". Ucap Riko menyambut uluran tangan Lidia.


Lidia masih tersenyum melihat riko, sementara Riko hanya menanggapi Lidia dengan datar dan suara dinginnya.


"Kalau begitu saya permisi dulu nona Lidia".

__ADS_1


"Panggil Lidia saja tampan". Ucap Lida dengan Nanda menggoda.


Riko menyengitkan keningnya mendengar perkataan Lidia, ia lalu bergegas pergi dari situ.


"Ah... Tampan sekali. Aku harus mendapatkannya, siapa namanya tadi, Riko Sanjaya. Jadi dia CEO muda yang misterius itu, aku akan minta tolong pada papa untuk mempertemukan aku dengannya lagi". Ucap Lidia sendiri.


........


Pulang dari kampus Lina langsung di sambut oleh Riko dengan senyuman didepan kampus.


"Mas Riko...". Panggil Lina langsung berlari dan memeluk Riko.


"Sayang jangan lari-lari. Nanti kamu jatuh gimana". Ucap Riko merasa khawatir karena Lina berlari.


"Iya maaf. Aku nggak bakal ulangi lagi, mas Riko aku kangen". Ucap Lina manja pada Riko.


Riko terkekeh melihat tingkah istrinya yang semakin imut menurutnya.


Sementara Mila hanya geleng-geleng kepala melihat Lina yang menurutnya bucin.


Lina sudah menceritakan semuanya terhadap mila termasuk kehamilannya. Maka dari itu Mila tidak heran lagi melihat sahabatnya yang manja pada suaminya.


"Baiklah ratuku, sekarang mari kita pulang". Ucap Riko pada istrinya dengan nada menggoda.


"Tidak, tidak aku belum mau pulang. Aku ingin jalan-jalan ke mall, boleh ya mas". Manja Lina pada Riko kembali.


"Apapun untuk istri tersayang mas". Ucap Riko sambil menarik pelan hidung Lina.


"Ih.... Mas Riko, sakit tau". Kata Lina dengan muka cemberutnya.


"Woi, disini masih ada orang tau". Ucap Mila tiba-tiba.


Mila merasa kesal dengan mereka berdua yang seolah-olah tidak menyadari keberadaannya. Memang iya sih mereka melupakan Mila.


"Maaf Mila. Oh iya Mila aku pergi duluan ya". Kata Lina seketika.


"Dasar bucin". Ucap Mila saat Lina dan Riko sudah pergi.


Mila sangat kesal karena Lina mengabaikannya, tapi ia juga sangat bahagia melihat Lina yang sudah mendapatkan orang yang tepat untuk menjaganya.


"Kapan aku dapat pangeran yang akan menjagaku juga". Batin Mila.


"sayang, sebelum ke mall. kita cek kandungan kamu dulu ya". ucap Riko lembut pada Lina.


"iya mas".


setibanya Meraka di rumah sakit, mereka langsung keruang dokter kandungan. karena sebelumnya Riko sudah mengatur jadwal pertemuan mereka, oleh sebab itu mereka tidak perlu antri untuk menunggu giliran.


"bagaimana dengan kandungan istri saya dok". tanya Riko khawatir.


"janinnya sehat, ibunya juga sehat. tapi ibu harus hati-hati, karena usia kandungan ibu baru tiga Minggu. jadi sangat rentan untuk keguguran". jelas dokter tersebut.


Lina dan Riko mendengarkan perkataan dokter tersebut dengan seksama.


setelah pulang dari rumah sakit seperti keinginan Lina, Riko membawa Lina untuk pergi jalan-jalan ke mall.


..........

__ADS_1


Sampai di mall Lina keluar dengan sangat antusias, ia selalu tersenyum bahagia sambil mengandeng tangan suaminya.


Lina berkeliling-keliling menyelusuri mall yang besar tersebut. Ia menghentikan langkahnya tepat pada sebuah dress mini yang menurutnya sangat cantik.


Dress putih dengan lengan panjang dan sedikit renda-renda dibawahnya. Dress ini merupakan edisi terbatas yang hanya sedikit diproduksi. Bahannya yang lembut membuat para pemakai merasa sangat nyaman.


"Apa kau menginginkan baju itu sayang". Tanya Riko lembut pada Lina karena Riko memperhatikan mata Lina yang tidak mau berpaling dari dress putih tersebut.


"Apa boleh mas, tapi itu sangat mahal". Ucapnya sedih.


"Tentu saja, kalau kamu mau aku juga bisa memberikan semua isi mall ini untukmu".


Tentu saja Riko berkata seperti itu, karena Riko adalah penanaman saham terbesar di mall tersebut.


"Bungkus dress putih ini untuk istriku". Ucap Riko datar pada seorang pelayan yang sejak tadi mengikuti mereka.


Setelah melakukan pembayaran, mereka melanjutkan kegiatan mereka yaitu berkeliling.


"Mas Lina capek, aku ingin makan eskrim". Ucapnya dengan suara lemah karena sudah kelelahan.


Sebenarnya Riko sudah mengajak Lina untuk pulang tapi Lina belum mau. Riko hanya menuruti permintaan istrinya saja.


"Duduklah disini, mas akan pergi membelinya untukmu sebentar. Kamu tunggu di sini ya". Kata Riko lagi


Lina mengangguk mengiyakn perkataan Riko. Ia kemudian menunggu Riko di tempat duduk para pengunjung.


"Bukankah sudah kukatakan, kalau kita akan bertemu lagi gadis kecil". Kata seseorang dari samping sebelah kiri Lina.


"Kau disini, buat apa kamu disini". Tanya Lina heran.


"Aku hanya berjalan-jalan saja. Kau semakin cantik gadis kecil, aku suka". Ucapnya lagi dengan nada menggoda.


Lina semakin dibuat heran oleh orang tersebut.


Tidak lama setelah itu datang seorang wanita mendekati mereka.


"Sayang,... Siapa wanita ini". Tanya wanita yang baru datang tersebut.


"Buka siapa-siapa sayang, hanya seekor nyamuk saja". Jawabnya dengan sedikit menggoda pada wanita tersebut.


Lina hanya diam saja, karena ia masih bergulat dengan pikirannya sendiri. Sampai akhirnya kedua orang tersebut pergi meninggalkan Lina.


"Sayang, maaf aku lama. Tadi sangat antri". Ucap Riko yang baru saja datang dengan membawa dua eskrim ditangannya.


Lina hanya tersenyum menanggapi ucapan Riko, yang ia pikirkan sekarang hanyalah ingin makan eskrim saja.


Riko langsung memberikan satu eskrim pada Lina, dengan sangat lahap Lina langsung menghabiskan eskrim tersebut.


"Aku ingin yang di tanganmu ". Kata Lina tiba-tiba meminta eskrim yang sudah Riko makan separoh.


"Sayang, inikan sudah mas makan. Mending kita beli yang baru ya".


"Tidak, aku ingin itu". Ucap Lina kembali dengan mata yang sudah memerah.


Riko hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan istrinya.


"jangan lupa like dan vote ya, beri author dukungan dengan tinggalkan komentar kalian".

__ADS_1


__ADS_2