"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 42


__ADS_3

"Apa kau sudah menemukan siapa pelakunya". Tanya Riko dingin pada sekretaris nya yang berada di kota C yaitu Kevin.


"Diduga tuan Santo dibunuh oleh dua orang, dan orang yang membunuhnya sempat ingin melarikan diri ke kota B, tapi sebelum mereka berhasil kami sudah menangkapnya, dan sekarang mereka ada di markas".


"Kerja bagus, antar aku ke markas sekarang juga. Karena aku sendiri yang akan membuat perhitungan dengan orang-orang itu, mereka telah berani membuat istriku menderita maka mereka akan menerima pembalasan lebih dari apa yang telah mereka lakukan". Ucap Riko dingin dengan tatapan tajam yang penuh dengan emosi.


Kevin merasa takut dengan aura yang ditunjukkan oleh Riko, ini adalah pertama kalinya ia melihat sisi lain dari Riko Sanjaya.


Riko telah menunjukkan sisi lainnya saat ini. Biasanya Riko tidak pernah menunjukkan sisi jahatnya pada siapapun, walaupun Riko terkenal dingin tapi ia akan tetap menjaga sikapnya dihadapan orang lain.


Namun pada saat ketenangannya terganggu maka sisi lain dari Riko akan muncul dengan sendirinya, yaitu sisi yang begitu kejam dan bengis, sisi yang tidak pernah kenal ampun pada musuhnya, yang bisa membunuh siapapun karena telah mengganggu ketenangannya.


Riko berjalan dengan langkah kaki yang menggema didalam ruang tersebut, kedua orang yang disekap seketika langsung mengangkat wajahnya dan melihat siapa yang datang.


Saat Riko sudah berada dihadapan kedua pria tersebut, seketika suasana ruangan itu menjadi sangat mencekam.


"Kau telah berani bermain-main denganku maka nikmatilah permainan ini sampai selesai". Nada Riko terdengar begitu bengis dan sangat dingin.


Seketika kedua orang yang disekap menggunakan rantai dikedua tangannya langsung merinding, melihat tatapan tajam pembunuh yang dipancarkan oleh Riko.


"Siapa kamu, dan apa urusanmu dengan kami".tanya salah seorang yang disekap, dengan nada gemetar.


Hahahaha......


Suara tawa Riko begitu menggelegar didalam ruangan tersebut, membuat para pendengarnya begitu merinding akibat tawa misterius Riko.


"Dasar bodoh". Umpat Riko kesal melirik keduanya.


Kedua orang itu langsung ciut ditempat masing-masing, tidak mampu berkata apa-apa lagi.


"Apa kalian tidak menyelidiki latar belakang target kalian terlebih dahulu sebelum bertindak". Tanya Riko penuh selidik pada keduanya, dengan tatapan tajamnya.


"Sekarang katakan siapa yang menyuruh kalian". Tanya Riko kembali.


Kedua orang tersebut tersenyum miring mendengar pertanyaan Riko.


"Meskipun nyawa kami sudah diujung tanduk, kami tetap tidak akan pernah mengatakannya". Ucap mereka.

__ADS_1


"Oh, jadi begitu. Kalian lebih memilih kematian, baik lah akan aku kabulkan".


Riko begitu dingin saat mengucapkan kata-katanya.


Kevin yang melihat perubahan bosnya sangat terkejut, karena selama ini sosok Riko yang berada dihadapan mereka adalah, sosok Riko yang selalu tegas tapi tidak kejam.


Riko melirik kearah anak buahnya yang telah siaga dibelakang, jika suatu saat mereka dibutuhkan.


Melihat tatapan mata bosnya mereka sudah mengerti maksud dari bosnya itu.


Kini ada dua orang yang bertubuh tinggi dan besar dengan otot-otot yang begitu kuat yang mulai mendekati tawanan mereka.


Bugh....., Bugh......


Seketika tawanan tersebut langsung mengeluarkan dara segar dari sudut bibir mereka masing-masing.


Bukan hanya itu saja, tangan dan kaki mereka juga telah dipatahkan hanya dengan sekali pukulan dari kedua anak buah Riko.


Mereka meremukkan tulang-tulang lawannya seperti mematahkan ranting.


"Sudah cukup, sisanya biar aku sendiri yang melanjutkan". Ucap Riko sambil tersenyum licik melihat kedua orang yang sudah tidak berdaya.


"Kalian berdua begitu bodoh, apa kalian pikir dengan bungkamnya mulut kalian, aku tidak akan pernah mengetahui dalang dibalik semua ini, hah...". Bentak Riko.


" Apa maksudmu". Ucap salah seorang dengan nada yang sudah gemetar.


"Heh...., Kalian benar-benar tidak tau. Baiklah akan aku beritahu, ponsel yang kalian gunakan telah memberi tahu semuanya".


Seketika kedua orang itu sangat terkejut mendengar penuturan Riko.


Sebelum Riko berangkat ke markas terlebih dahulu Riko memeriksa ponsel yang kedua tawanan mereka dengan dibantu oleh salah seorang anak buah Riko, bukan berarti Riko tidak bisa melakukannya sendiri. Tapi karena saat ini pikiran Riko hanya tertuju pada istrinya saja membuat dirinya tidak fokus.


Dan pada saat itu Riko telah mendapatkan apa yang ia cari, yaitu dalang dibalik semua kejadian tersebut.


"Kalian berdua telah salah memilih lawan, kalian dengan mudahnya mau diperdaya oleh max Sanjaya". Ucap Riko penuh dengan emosi.


Nampak kedua orang itu langsung merinding melihat emosi Riko yang begitu tinggi.

__ADS_1


"Siapa kau sebenarnya".


"Jadi kalian ingin tau siapa akau sebenarnya, baiklah. Aku rasa tidak ada salahnya memberi tahu identitas ku kepada kalian, kerena sebentar lagi kalian juga akan mati".


Mereka diam mendengarkan apa yang dikatakan oleh Riko, kini mereka hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi terhadap mereka.


"Aku adalah X, pemilik dragon, sekaligus pemimpin pasukan dragon putih dan juga hitam". Ucap Riko dingin Dengan tatapan tajamnya.


Kedua orang itu tidak menyangka kalau mereka sekarang ini tengah berhadapan dengan seseorang yang ditakuti oleh seluruh kota.


Dragon adalah kelompok mafia terbesar di seluruh kota, tidak akan ada yang berani berurusan dengan kelompok mafia tersebut, selain terkenal dengan kekuasaan mereka yang menyebar dimana-mana, dragon juga terkenal karena pemilik dan pemimpin dragon yang begitu misterius.


X sendiri terkenal sangat kejam dalam melumpuhkan musuhnya, ia tidak akan segan-segan menyiksa lawannya. X adalah julukan yang diberikan oleh tim dragon, karena Riko tidak akan pernah memberitahukan identitasnya yang sebenarnya kepada sembarang orang.


Hanya beberapa orang saja yang mengetahui identitas Riko yang sebenarnya termasuk diantaranya Rian, Alex dan keluarga Riko.


Bahkan Kevin sendiri belum mengetahui identitas Riko yang sebenarnya.


Kevin yang mendengar perkataannya Riko sejak tadi sangat terkejut, ia tidak menyangka kalau pemimpin dragon yang misterius itu ternyata selama ini adalah bos-nya sendiri.


Sementara anak buah yang berada ruangan tersebut sudah tidak merasa terkejut lagi, karena mereka sudah mengetahui kalau pimpinan mereka sendiri walaupun mereka tidak mengetahui identitas Riko yang sebenarnya tapi mereka dapat mengenali pimpinan dragon.


"Ini tidak mungkin".


"Kenapa, apa sekarang kalian menyesal telah berhadapan denganku". Ucap Riko dengan licik.


Kedua orang itu hanya bisa menunduk, mereka sudah tidak bisa menatap mata Riko lagi, karena ketakutan.


Riko segera mengambil pisau yang jejak tadi sudah berada di meja kecil yang telah disediakan oleh anak buah dragon.


Seeettt...., Syettt...


Sura sayatan itu begitu sangat mengerikan saat mengenai kedua tubuh pria tersebut.


Riko telah menghancurkan kedua tangan dan kaki, setra wajah keduanya dengan menggunakan pisau yang ditangannya, tidak lupa juga Riko menusuk kedua perut pria tersebut hingga mereka sudah tidak bernafas lagi.


vote nya jangan lupa ,ok.

__ADS_1


...


__ADS_2