
Rina tampak senang saat berbicara dengan manajernya dari telpon.
"benarkah, sungguh aku sudah tidak sabar". ucap Riana dengan girang.
"tentu saja, aku sudah tau kau pasti akan sangat senang saat mendengar informasi ini". jawab seseorang dari sebrang telpon.
"kau benar, kau memang sangat tau apa yang aku inginkan" tutur Riana.
riana mematikan teleponnya, saat pembicaraan mereka telah selesai, ia bahkan selalu tersenyum saat mengingat apa saja yang dikatakan oleh manajernya.
rasanya ia sudah tidak sabar menanti dimana hari itu akan tiba.
Santo yang melihat Riana terus tersenyum-senyum sendiri mengernyit heran.
"kenapa kau selalu tersenyum?". tanya Santo.
Riana melihat ke arah Santo, ia kemudian langsung tersenyum kembali bahkan ia memeluk Santo dengan sangat erat.
Santo semakin heran dengan tingkah Riana, namun ia tidak ingin mengacaukan kesenangan Riana karena bagaimanapun ia juga sangat bahagia saat melihat Riana bahagia, karena ia sangat mencintai Riana.
"apa kau tau, sebentar lagi impianku akan tercapai". ucap Riana dengan kegirangan
seketika tubuh santo menjadi lemah saat mendengar ucapan Riana. tubuhnya menjadi lemah, dengan cepat ia langsung melepas pelukan Riana.
"jadi, kau sudah mendapatkan apa yang selama ini kau cari?". tanya Santo dengan berat.
Riana langsung mengangguk dengan cepat, karena dia memang sangat senang saat ini.
"sebentar lagi aku akan menjadi model yang sangat terkenal". timpal Riana dengan semangat.
"selamat ya...". ucap Santo dengan pahit.
__ADS_1
sebenarnya Santo senang karena cita-cita Riana akan tercapai, namun ia juga sangat khawatir karena Riana akan kembali meninggalkan dia dengan Lina dalam waktu yang lama.
"iya, makasih ya. sungguh aku sangat bahagia".
"kapan kau akan pergi?". tanya Santo kemudian.
dengan cepat Riana langsung menjawab besok.
mendengar jawaban Riana, Santo kembali khawatir, namun ia mencoba terus bersikap biasa-biasa saja.
"kau pergi berapa lama?". ucap Santo sambil mendaratkan bokongnya di atas sofa empuk milik mereka.
Santo memilih untuk duduk agar dia tidak terlalu gelisah dan berharap semua akan baik-baik saja.
"aku pergi tidak akan lama, mungkin hanya 3 bulan". ucap Riana sambil ikut duduk di sebelah Santo.
"tiga bulan?". ucap Santo dengan nada tinggi.
Riana ikut terkejut melihat reaksi Santo.
Santo langsung menghela nafas panjang dan menatap langit-langit rumahnya dengan perasaan kacau.
"kau bilang, bisa 3 bulan?,. dan itu artinya bisa jadi lebih dari itu?". tanya Santo kembali.
Riana langsung mengangguk menanggapi perkataan Santo.
"iya, kau tau sendiri juga kan, kalau aku sudah menanda tangani kontrak, aku hanya akan bisa pulang saat kontrak selesai, apalagi jarak tempat pemotretan yang sangat jauh, sehingga membuatku harus tinggal di luar selama beberapa waktu". jelas Riana.
selama bekerja sebagai model Riana memang selalu berada diluar kota, karena itu memang keputusannya sendiri, alasannya hanya karena dia ingin hasil potretnya lebih bagus di ambil diluar kota dari pada di kotanya.
"kau tidak boleh pergi". ucap Santo tidak setuju.
__ADS_1
mendengar ucapan santo, Riana langsung terkesiap, ia benar-benar tidak mengerti maksud dari perkataan Santo, karena selama Ini Santo selalu mengijinkan ia untuk mengejar cita-citanya.
"apa maksudmu?". tanya Riana.
Riana bahkan langsung berdiri dan menatap Santo dengan tatapan uang penuh tanda tanya.
"aku bilang kau tidak boleh pergi, dan itu artinya kau tidak boleh ikut pemotretan". jelas Santo.
seketika air mata Riana langsung lolos mendengar ucapan Santo, ia tidak tau mengapa tapi tiba-tiba saja ia langsung lemah saat tidak mendapat izin dari suaminya.
"tapi kenapa?". tanya riana dengan suara gemetar.
"tidak ada alasan, sekali aku katakan kau tidak boleh pergi, maka kau tidak boleh pergi". ucap Santo dengan penuh penekanan dalam setiap kata-katanya.
"tapi itu tidak mungkin, kau tau sendiri kalau aku sangat ingin menjadi model". jelas Riana.
"aku akan tetap pergi". tegas Riana kemudian.
Santo langsung menatap Riana dengan tajam, ia langsung menatap Riana dengan tatapan tidak suka.
melihat tatapan Santo, Riana sempat merasa cemas, karena ini baru pertama kali ia melihat tatapan Santo yang sangat menakutkan. namun kemudian ia tetap kukuh dengan keinginannya yang ingin menjadi model.
"jika kau pergi, maka kau akan kehilanganku dan juga Lina". ucap Santo kemudian.
Santo tidak punya pilihan, ia terpaksa mengatakan hal itu agar Riana tidak pergi, dan berharap Riana bisa mengerti maksudnya.
"apa maksudmu?". tanya Riana.
"kau mengancam ku?". tanyanya kembali.
"jika kau berpikiran begitu, ya aku mengancam mu". ucap Santo dengan yakin.
__ADS_1
Santo sangat berharap kalau Riana memilih tinggal daripada pergi.
Riana tampak gusar dengan pilihan yang Santo berikan padanya, ia harus memutuskan antara Santo dan putrinya atau cita-cita yang selama ini ia gapai dan sebentar lagi akan tercapai.