"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 25


__ADS_3

.........


Mereka kini telah sampai kesebuah restoran mewah yang paling terkenal di kota A, salah satu restoran favorit banyak orang. Restoran ini juga merupakan restoran kalangan atas, hanya orang-orang yang tebal dompet yang sering makan ditempat itu.


Riko langsung mengajak Lina duduk di kursi kosong, ia kemudian memesan makanan.


"Apa yang ingin kamu pesan sayang". Tanya Riko sambil melihat menu yang tersedia.


"Apa saja mas, aku tidak terlalu pilih-pilih makanan, asalkan jangan udang. Aku alergi udang".


"Baiklah". Sahut Riko kembali.


Setelah menunggu beberapa saat pesanan mereka sudah datang, sangat banyak makanan yang sudah tersaji dihadapan mereka.


Lina menyengitkan alisnya melihat banyaknya makan.


"Mas kenapa banyak sekali kamu pesan". Tanya Lina keheranan melihat banyaknya makanan dihadapannya.


"Ngak papa sayang, makan aja mana yang kamu suka". Jawab Riko datar.


Lina mengecutkan bibirnya merasa kesal karena jawaban Riko yang datar. Tapi ia tidak ambil pusing karena ia sudah sangat lapar jadi ia langsung saja makan.


Riko terkekeh saat ia menyadari Lina yang kesal. Kemudian ia juga langsung makan, Karena ia juga sangat lapar.


.........


Dari kejauhan Alex melihat Riko dengan Lina yang sedang makan, ia langsung menghampiri mereka ingin menyapa.


"Riko kau disini". Tanya Alex pada Riko.


Riko yang mengenali suara tersebut langsung mengangkat wajahnya untuk melihat.

__ADS_1


"Wah Alex kebetulan sekali kamu juga disini. Sudah seminggu kamu tidak menemui aku, apa kamu sudah tidak ingat aku lagi". Jawab Riko merasa kesal dengan temannya yg tidak memberi kabar kepada Nya.


Bukan tanpa alasan Riko kesal, tapi karna takut terjadi sesuatu kepada Alex, Alex yang terkenal dingin sangat sering terkena masalah, apalagi dengan wanita.


Riko hanya heran kenapa dalam Minggu ini tidak ada laporan tentang wanita Alex lagi.


"Maafkan aku, aku hanya sedang sibuk saja".


Riko hanya berdehem menanggapi perkataan Alex. Kemudian ia sadar dengan Lina.


"Oh iya sayang, ini yang namanya Alex yang pernah aku ceritakan". Jelas Riko sambil mengenalkan Alex.


Lina sudah sangat pucat karena ketakutan, tapi Riko belum menyadarinya.


Lina terus mencoba melawan rasa takutnya karena ia tidak mau menyusahkan Riko kembali.


"Lin...Lina". Kata Lina sambil mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya.


Alex pun menyambut uluran tangan Lina dengan sopan tapi tetap dalam mode datarnya.


"Lina kenapa tanganmu sangat dingin". Tanya Alex kembali karena ia merasakan tangan Lina sangat dingin dan gemetar.


"Ah tidak, mungkin ini hanya perasaan anda saja tuan".


"Panggil Alex saja". Sambung Alex.


"Baiklah Riko, Lina aku harus pergi dulu, aku masih punya urusan lain. lain kali kita sambung lagi". Kata Alex dan kemudian ia langsung pergi tanpa mendengar jawaban dari keduanya lagi.


Setelah kepergian Alex Riko langsung menatap Lina, Riko melihat wajah Lina yang pucat.


"Sayang apa kamu baik-baik saja". Tanya Riko khawatir pada Lina.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja mas". Sahut Lina mencoba tersenyum.


Lina tidak mau membuat Riko khawatir karena keadaannya.


Namun saat Lina menyendok kembali makanannya ia sudah tidak bisa karena tangannya yang gemetar hingga akhirnya sendok tersebut terjatuh kelantai.


"Sayang apa kamu yakin baik-baik saja". Sahut Riko khawatir melihat Lina. Ia langsung berdiri dari hadapan Lina dan menghampiri Lina .


Lina yang melihat Riko sudah disampingnya langsung memeluk Riko sangat erat, seakan ia enggan untuk melepas Riko dari pelukannya.


"Mas aku tidak bisa menyendok makanannya lagi, tanganku sangat gemetar. Aku ingin pulang saja". Sahut Lina dalam dekapan Riko.


"Baiklah ayo kita pulang" . Ajak Riko kepada Lina karena ia sangat khawatir melihat keadaan lina saat ini.


Saat Lina akan berdiri ia tidak bisa menopang tubuhnya lagi, dan kembali terduduk di kursinya.


Riko yang menyadari Lina sangat lemah langsung menggendong Lina keluar dari restoran.


Banyak yang merasa iri melihat keromantisan pasangan tersebut.


Riko sama sekali tidak memperdulikan tatapan para pengunjung cafe tersebut, yang ia pikirkan sekarang adalah keadaan Lina, yang semakin gemetar ketakutan, ia takut sesuatu yang buruk akan menimpa Lina.


"Sabarlah sayang sebentar lagi kita akan sampai". Kata-kata Riko benar-benar menunjukkan kecemasan yang sangat mendalam.


Riko semakin khawatir saat Lina mulai meneteskan air matanya, dengan pandangan kosong terus menatap kedepan.


"Sayang kamu harus kuat. Aku tidak mau kehilangan kamu. Bangunlah". Rancu Riko saat melihat Lina sudah tidak sadarkan diri.


Riko semakin diselimuti rasa takut sekaligus khawatir. Ia langsung mengurungkan niatnya untuk pulang kerumah, Riko semakin mempercepat laju mobilnya menuju rumah sakit.


"Aku mohon, bangunlah sayang. Jangan membuatku takut" rancu Riko kembali. Kini mata Riko sudah sangat merah menahan sesak di dadanya karena melihat Lina tak kunjung sadarkan diri.

__ADS_1


Riko semakin mempercepat kembali laju mobilnya, ia berharap agar cepat sampai di rumah sakit.


beri author dukungan ya, dengan cara vote author like dan tinggalkan komentar kalian


__ADS_2