"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 56


__ADS_3

Riko tersenyum melihat Lina yang langsung berbaring ditempat tidur.


Setelah dari pesta, Lina tampak sangat kelelahan jadi ia memutuskan langsung tidur, sebelumnya ia membersihkan dirinya dan Menganti baju dengan piyama tidur.


.............


"Lina...." Panggil Angga


Lina baru saja sampai ke kampus setelah diantar oleh Riko, saat ia melewati perpustakaan langkahnya terhenti karena panggilan Angga.


"Kak Angga, ada apa?". Tanya Lina menghentikan langkahnya.


Seketika Angga menjadi gugup karena tidak tau apa yang akan ia jawab, karena sejujurnya saat ia melihat Lina yang berjalan tiba-tiba saja dengan spontan ia memanggil Lina.


"Mmmm, begini, apa..., Apa kau punya waktu luang siang ini". Tanya Angga gugup.


Lina tampak berfikir sejenak tentang kegiatan yang harus ia lakukan hari ini.


"Sepertinya aku memang tidak ada kegiatan setelah kuliah nanti". Jawab Lina.


Angga langsung tersenyum mendengar jawaban Lina.


"Kalau begitu bagaimana kalau nanti siang kita makan bersama?". Ajak Angga.


"Boleh". Jawab Lina.


"Baiklah, nanti kakak akan menjemputmu ke kelas, soalnya hari ini kita tidak satu kelas". Timpal Angga.


Lina hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi perkataan Angga.


"Kak Angga, aku duluan ya, soalnya bentar lagi dosen bakalan masuk".


Angga mengangguk, setelah itu Lina langsung meninggalkan Angga untuk pergi ke kelasnya.


"Lina, kenapa kau lama sekali?". Tanya Mila saat Lina duduk disebelahnya.


"Tadi aku ketemu sama kak Angga sebentar". Jawab Lina sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya.


Mila hanya mengangguk mendengar jawaban Lina.

__ADS_1


"Lin, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?, Tapi ini sedikit bersifat pribadi". Ucap Mila.


"Tanyakan, kalau aku bisa jawab, aku akan jawab". Sahut Lina.


"Sejak kapan kau kenal Angga?". Tanya Mila.


"Bukankah aku sudah bilang waktu itu, aku mengenal kak Angga sejak kecil, kalau tidak salah sejak umurku 10 tahun". Jawab Lina.


"Tapi kenapa kau bertanya seperti itu?". Tanya Lina penasaran.


"Tidak ada, aku hanya penasaran saja. Kalian terlihat sangat dekat". Jawab Mila.


Sebenarnya Mila ingin mengatakan kalau Angga sepertinya suka sama Lina, tapi tidak jadi karena ia tau kalau Lina tidak akan percaya dengan ucapannya, apalagi tidak ada bukti.


Saat pelajaran sudah selesai sesuai dengan perkataan Angga ia datang ke kelas Lina untuk menjemputnya.


Mereka kemudian langsung menuju parkiran untuk pergi kesebuah restoran.


"Aku harus bilang sama mas Riko dulu". Batin Lina.


Lina kemudian mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu di sana.


"Rapat kita hanya sampai disini, rapat selanjutnya saya ingin kalian membuat saya puas dari kinerja kalian". Ucap Riko dingin mengakhiri rapat tersebut.


Riko kembali ke ruangannya dan segera menghidupkan kembali ponselnya, ia bisa melihat ada pesan dari Lina di sana.


"Mas, aku pergi makan bersama kak Angga ya."


Itu adalah isi pesan dari Lina.


Saat Riko membacanya, ia menjadi berubah dingin. Ia sangat tidak suka jika Lina pergi bersama laki-laki walaupun sebenarnya ia tau jika Lina hanya menganggap Angga hanya sebagi kakak saja, tapi tetap saja Riko merasa tidak tenang.


Sebelumnya Riko telah menyelidiki tentang Angga, Angga adalah salah seorang pengusaha yang sukses, dan perusahaannya merupakan perusahan terbesar di kota C, namun masih kalah jauh dari perusahaan Sanjaya.


Dengan segera Riko langsung melihat GPS tempat Lina saat ini, tidak membutuhkan waktu yang lama ia sudah menemukan lokasi Lina.


Riko langsung keluar dari ruangannya dengan wajah yang sangat dingin.


"Rian, ikut denganku, kita akan ke restoran xxx". Ucap Riko dingin pada rian.

__ADS_1


Rian yang sedang sibuk memeriksa beberapa dokumen merasa sedikit terkejut karena tiba-tiba Riko masuk ke ruangannya, karena biasanya Riko tidak akan pernah masuk.


"Baiklah". Jawab Rian.


Rian kemudian langsung berdiri mengikuti langkah Riko.


"Gunung es ini, pasti sedang kesal. Sangat jelas saat aura dinginnya keluar". Batin Rian yang melihat Riko.


Semua karyawan langsung menunduk saat Rian dan juga Riko melewati mereka.


Riko hanya memasang wajah dingin dan datarnya saja hingga mereka sampai pada sebuah restoran tempat Lina dan juga Angga.


Riko dan Rian memasuki restoran tersebut dengan aura yang sangat mengintimidasi.


Semua pengunjung tersebut dibuat kagum dengan kehadiran Riko dan Rian, ketampanan yang mereka tunjukkan menunjukkan aura yang luar biasa.


Bahkan ada wanita yang dengan beraninya mengumbar senyum menggoda kepada Riko dan Rian.


Tapi tetap saja Rian dan Riko hanya bersikap biasa-biasa saja, hingga mereka bisa melihat target mereka.


Riko memutuskan untuk duduk agak sedikit jauh dari Lina, karena ia tidak ingin jika Lina tau ia ada di situ, ia hanya ingin melihat Lina saja dan memastikan keadaan Lina baik-baik saja.


Sementara sisi lain, Lina dengan bahagia menyantap hidangan yang sudah Angga siapkan untuknya.


Lina makan dengan sangat antusias karena hidangan yang ada didepannya adalah makanan kesukaan Lina.


Sepertinya Angga memang sengaja memesan semua makanan kesukaan Lina, dan Lina tau itu, tapi Lina berfikir kalau Angga hanya menganggapnya sebagai adik saja, jadi karena itu ia menjadi sangat antusias.


"Kak angga, makannya sangat enak". Ucap Lina dengan mulut yang dipenuhi makanan.


"Makanlah pelan-pelan". Jawab Angga.


Angga terkekeh saat melihat Lina makan dengan sangat lahap.


Sementara Lina hanya tersenyum menanggapi perkataan Angga, ia benar-benar senang saat Angga mengajaknya makan, karena ia menganggap Angga adalah sosok kakak yang sangat baik dan lembut.


Saat makanan Lina habis, ia dikejutkan dengan perkataan Angga padanya, Lina bahkan sampai berdiri saat Angga mengatakan hal demikian.


jangan lupa like dan vote nya ya...., semakin kalian dukung karya saya, saya juga semakin semangat buat nulis.....

__ADS_1


__ADS_2