
Sementara ditempat lain Riko terkekeh mengingat kejadian tadi, menurutnya wajah Lina sangat imut ketika ia sedang malu, Riko terus senyum-senyum sendiri di dalam mobilnya.
" Istri kecilku, aku tidak akan melepaskan kamu. Ternyata aku bisa juga jatuh cinta denganmu, aku pikir karena pejodohan ini kehendak orang tua kita, kau tidak akan bisa mencintaimu". Kata Riko pada dirinya sendiri.
.........
"Lina......".
Mendengar namanya dipanggil Lina langsung menoleh kearah sumber suara. Ia langsung tersenyum melihat Mila yang berlari kearahnya.
"Aku sangat merindukanmu tau, kemana saja kau selama ini. Kenapa lama sekali kamu libur, aku tidak ada teman sama sekali tau, aku sangat kesepian tanpa kamu". Kata Mila terus menerus tanpa jeda, hingga lina merasa pusing dengan pertanyaan temannya yang banyak.
"Aku juga merindukan kamu Mila, " sahut Lina sambil membalas pelukan temannya.
"Tapi untuk pertanyaan kamu yang super banyak itu aku akan menjawabnya nanti ok, sekarang ayo kita masuk nanti telat lagi". Lanjut Lina lagi sambil melepas pelukan temannya.
Mila terkekeh mendengar Lina yang mengatakan super banyak.
"Baiklah ayo, kita berangkat...".kata Mila sambil tersenyum ceria.
Lina hanya tersenyum melihat temannya begitu bahagia setelah bertemu dengannya.
Mereka kini berjalan beriringan sambil sesekali tertawa bersama sampai ke kelas.
__ADS_1
..........
"Sekarang ceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepadamu". Tanya Mila langsung pada saat mereka duduk dikantin untuk makan siang.
"Ceritanya sangat panjang, aku bingung harus memulai dari mana". Sahut Lina
"Mulai saja dari saat hari pertama kamu tidak masuk kuliah, simpel kan". Terang Mila mencoba memberikan solusi.
Lina mengangguk tanda setuju, lalu ia menceritakan semua yang terjadi padannya mulai dari perjodohan yang sudah diatur oleh ayahnya sampai akhirnya ia menikah.
Mila tampak terkejut mendengar cerita Lina, ia tidak menyangka kalau temannya akan menikah secepat ini.
"Begitulah ceritanya". Jelas Lina pada temannya setelah menceritakan semua kejadian tentangnya.
"Lalu apa kamu mencintai pria itu dan apa kamu juga mencintai dia". Tanya Mila kembali penuh dengan rasa penasaran.
Mila hanya mengangguk mengerti dengan keadaan Lina saat ini, menurutnya pasti sangat sulit untuk Lina karena pernikahan yang harus dijalaninya karena perjodohan.
"Baiklah aku mengerti, dan aku ingin kamu mengenalkan suami kamu kepadaku. Aku jadi penasaran sekarang seperti apa wajah laki-laki yang telah menikahi sahabatku ini". Mila merasa sangat gemes melihat Lina dan langsung memegang kedua pipinya dengan gemesnya.
Lina mengecutkan bibirnya merasa kesal dengan tingkah temannya.
"Kau ini selalu saja memegang pipiku seperti ini, ok lain kali aku akan mengenalkan suamiku pada mu". Sahut Lina dengan sedikit kesal.
__ADS_1
Mila hanya terkekeh melihat Lina yang mulai kesal, itu memang sudah kebiasaan Mila tersendiri, karena setiap saat, Mila merasa sangat gemes melihat Lina.
"Sekarang kita kemana, jam kuliah juga sudah selesai". Tanya Mila pada Lina saat mereka sudah menghabiskan makanannya.
"Aku akan kekantor suamiku saja, lagian aku malas pulang ngak ada teman".
"Kalau begitu lain kali aku akan main kerumahmu, buat ajak kamu jalan-jalan. sekarang aku juga ngak bisa, aku harus segera pergi bekerja.". Jawab Mila merasa bersalah tidak bisa menemani sahabatnya.
"Tidak masalah, lagian aku juga belum minta izin kalau ingin pergi jalan-jalan". Sambung Lina mengerti dengan keadaan temannya.
Mila memang kuliah sambil bekerja di sebuah cafe, Mila sama seperti Lina yang berasal dari keluarga sederhana. Beruntung mereka mendapat beasiswa penuh dari kampus, hingga mereka bisa tetap melanjutkan pendidikannya.
Kini Lina dan Mila bejalan meninggalkan kantin menuju gerbang kampus untuk pergi ketujuan masing-masing.
"Kamu akan pergi naik apa Lin?". Tanya Mila pada Lina.
"Sepertinya aku akan naik taksi saja".
"Maaf ya aku tidak bisa mengantarmu, soalnya aku sangat buru-buru sekarang. kata Mila sedih.
"Tidak masalah, sana pergilah nanti kamu malah telat lagi" usir Lina pada sahabatnya untuk segera pergi.
Mila pun segera menyalakan mesin motornya.
__ADS_1
"Iya bawel....,,, Dahhhhhh. Aku pergi duluan ya". Sahut Mila melajukan motor metiknya menjauh dari lina.
Lina hanya terkekeh melihat tingkah sahabatnya yang menurutnya dapat menghibur dirinya.