
“berani kau menyentuh istriku, maka nyawamu akan menjadi taruhannya”. Ucap riko saat ia melihat max mulai mengarahkan pisau ke wajah lina.
Max segera memutar tubuhnya agar bisa melihat riko dengan jelas.
“aku tidak menyangka kalau kau akan datang begitu cepat”. Kata max sambil tersenyum sinis melihat riko dihadapannya.
Riko semakin geram melihat tingkah max yang begitu meremehkannya, ia segera menyodorkan senjatanya kerah max bermaksud ingin menghabisi max secara langsung.
“bebaskan istriku atau kau akan aku tembak”. Ancam riko
Hahaahahaha…..
“apa aku tidak salah dengar, kau ingin menghabisi ku, sungguh permainan yang menarik, sebelum kau menghabisi ku aku akan terlebih dahulu menghabisi wanita mu itu”.
Riko semakin emosi saat ancamannya sama sekali tidak berpengaruh terhadap max, bukan berarti riko tidak sanggup membunuh max, akan tetapi ia hanya takut akan membahayakan nyawa lina saat ini.
“apa yang kau inginkan”. Ucap riko mencoba menahan emosinya.
“aku ingin benda yang wanita ini ambil dua tahun yang lalu”. Jawab max sambil menatap lina tajam.
“apa maksud perkataan mu”.
“jangan berpura-pura bodoh, jelas-jelas wanita itu telah mencuri benda itu diriku”.
Sementara keadaan lina mulai melemah, ia sama sekali sudah tidak sanggup menahan rasa sakit dikepalannya, ditambah dirinya yang saat ini tengah hamil muda membuat tubuhnya semakin lemah.
“tapi tidak masalah kalau benda itu tidak ada, aku bisa menghabisimu dan juga istrimu itu. Dengan begitu tujuanku akan langsung tercapai dengan mudah”. Sambung max kembali sambil tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
“itu tidak akan terjadi, kau terlalu percaya diri uncle max. kau bahkan tidak akan bisa lolos dari tempat ini, tempat ini sudah kami kepung sekarang kau tidak punya pilihan lain selain menyerah”. Ucap riko sambil menatap max dengan tajam.
Tampak max dan juga lucas menjadi sedikit cemas, mereka mencoba untuk memanggil anak buah mereka yang tengah berjaga diluar tapi mereka sama sekali tidak mendengar jawaban apa-apa.
“sudah terlambat, anak buahmu semuanya sudah mati”. Sambung riko kembali.
“kau benar-benar membuatku sangat marah, seharusnya 3 tahun yang lalau aku langsung menghabisimu saja, aku sama sekali tidak menyangka kalau kau akan selamat saat itu”. Ucap max dengan sangat emosi.
“apa maksud perkataanmu tentang 3 tahun yang lalau”. Tanya riko penuh penasaran.
“dasar bodoh, kau memang bodoh. Tiga tahun yang lalau aku memang sengaja menabrak mu hingga kau koma sangat lama”. Ucap max penuh dengan kemenangan.
Riko sangat kaget mendengar penuturan max, tubuhnya tiba-tiba menenggang saat mendengar ucapan singkat dari max, tiba-tiba kejadian dimasa lalu sat ia kecelakaan mulai terlintas kembali diingatan riko.
“ta…tapi, kenapa uncle melakukannya” ucap riko dengan air mata yang sudah menetes.
Riko sama sekali tidak menyangka kalau orang yang berusaha untuk membunuhnya adalah max, selama ini riko menganggap kalau dirinya memeng murni mengalami kecelakaan.
Tak Lama setelah max mengatakan itu terdengar suara keributan dari luar, tampak alex dan juga rian sudah masuk kedalam ruangan itu dengan diikuti beberapa pasukan mereka.
Lucas sangat terkejut saat ia melihat alex disana, ia sangat bingung kenapa ad orang yang benar-benar sangat mirip dengannya.
Sementara alex hanya biasa-biasa saja, karema ia sudah menyelidiki tentang lucas sebelumnya jadi ia sudah tau kalau lucas adalah saudara kembarannya.
Max yang melihat semua pasukan riko segera menembak beberapa pasukan riko tersebut hingga ia memiliki celah untuk lari saat yang lain tengah sedang sibuk untuk melihat salah seorang rekan mereka yang tertembak. Sementara lucas telah berhasil ditangkap oleh rian.
Riko bergegas menghampiri lina yang sudah tidak sadarkan diri dipojok ruangan tersebut, ia segera menggendong lina dan membawanya keluar dari tempat itu, diikuti oleh alex dan juga yang lainnya.
__ADS_1
Setelah mereka berhasil keluar terdengar suara ledakan yang menandakan gedung itu telah hancur, mereka memang sengaja menghancurkan gedung itu agar jejak mereka tidak ketahuan.
Lebih baik kamu langsung membawa istrimu kerumah sakit” ucap elex pada riko.
Riko kemudian langsung menuju mobilnya dan melajukannya dengan sangat cepat menuju rumah sakit, dalam perjalanan riko sama sekali tidak berhenti mengucapakan doa agar lina baik-baik saja.
“sayang aku mohon, kau harus kuat’. Lirih riko sambil menatap lina yang ia dudukkan dikursi penumpang bagian depan.
Saat sudah sampai dirumah sakit riko langsung membawa lina masuk, tampak dokter langsung membaringkan lina dan membawanya menuju ruang UGD.
Riko benar-benar sangat khawatir dengan keadaan lina, air matanya kini lolos begitu saja saat ia mengingat lina yang kini sedang berjuang didalam sana.
Yuda dan juga rika kini sudah sampai dirumah sakit, saat mereka mendapat kabar kalau lina dirumah sakit, dengan buru-buru mereka langsung menyusul riko disana.
“riko bagaiman keadaan lina”. Tanya rika sat ia sudah sampai.
“aku belum tau ma, dokter masih memeriksa lina didalam”. Ucap riko dengan suara yang lemah.
“tenanglah, papa yakin kalau istrimu akan baik-baik saja”. Sambung yuda mencoba menenangkan riko.
Saat dokter keluar dari dalam ruangan riko langsung menghampiri dokter tersebut.
“dokter, bagaimana keadaan istri saya”. Tanya riko
“istri bapak sudah melewati masa kritisnya, tapi saat ini beliau masih sangat lemah, kemungkinan karena banyaknya tekanan yang terjadi ditambah beliau juga sedang hamil muda, beruntung kandungannya tidak kenap-napa”. Jelas dokter tersebut.
Riko merasa sedikit lega saat mendengar lina mulai membaik, kini lina sudah .dipindahkan kedalam ruangan VVIP rumah sakit tersebut
__ADS_1
jangan lupa likenya ya....
biar aku tambah semangat buat up tiap hari...