
Melihat keadaan Lina yang belum sepenuhnya tenang membuat Riko semakin khawatir, ia memutuskan untuk membawa Lina pulang agar Lina bisa istirahat dengan tenang.
sementara Rian dan juga Alex segera mengurus kekacauan yang telah terjadi, mereka juga harus menghilangkan jejak kematian Angga, agar tidak ada yang tau.
sementara untuk menghadapi keluarga Angga yang berada di kota C mereka harus memanipulasi atas kematian Angga agar, pihak keluarga tidak menyelidikinya.
Alex memang selalu bisa diandalkan karena ia sangat pintar dalam memanipulasi orang lain, oleh karena itu setiap ada kasus seperti ini maka Riko akan selalu mengandalkan Alex, bukan karena Rian tidak mampu menyelesaikan tugas tersebut namun keahlian mereka berbeda-beda.
Rian lebih lihai dalam menembak dan juga mencari informasi. karena itu Riko menempatkan mereka pada tugas yang berbeda, namun mereka akan tetap selalu melengkapi.
Selama beberapa hari Riko tidak bisa kekantor dikarenakan kakinya yang terluka, keadaan Lina juga sudah jauh lebih baik.
setiap hari Rendi akan selalu mencek perkembangan kaki Riko, dan tidak jarang juga ia akan mencek kandungan Lina.
tapi tetap saja saat Rendi ingin memeriksa Lina maka ia akan membawa seorang suster karena Riko tidak mengijinkan jika ia menyentuh Lina langsung.
........
Riko tersenyum saat melihat Lina yang masih terlelap dalam tidurnya, ia kemudian langsung mengelus dan mengecup bibir dan pipi Lina dengan gemes.
Merasa tidurnya terganggu membuat Lina menggeliat geli saat Riko terus menciuminya.
"Mas Lina masih ngantuk". Ucap Lina dengan mata yang masih terpejam.
Riko semakin gemes saat melihat Lina yang tak kunjung membuka matanya, ia kemudian menghujani wajah Lina dengan kecupan.
"Sayang, ini sudah jam 7 pagi"
Melihat Lina yang tidak bergeming membuat Riko semakin gemes, ia kemudian langsung naik keatas lina dan ******* bibir Lina dengan buas.
Lina langsung terbelalak kaget saat Riko menyerangnya tiba-tiba matanya langsung melotot melihat Riko yang terus melakukan aksinya.
walau sempat terkejut Namaun lina tidak menolak, ia kemudian langsung menyeimbangi ciuman riko dan ikut menikmati ciuman panas Riko.
ciuman Riko langsung turun ke leher dan juga telinga Lina, ia juga menggigit kecil telinga Lina.
Tangan Riko sudah menyelusup kedalam piyama tidur Lina, tangannya menggerayangi tubuh Lina dengan sangat lembut.
__ADS_1
tangan Riko sibuk membelai dan meremas-remas kedua bukit kembar Lina, hingga membuat Lina menggeliat dan mengerang nikmat karena permainan tangannya.
Lina mendesah kuat saat Riko menghisap bagian dadanya dengan kuat, mendengar desahan Lina, membuat hasrat Riko semakin memuncak, ia kemudian langsung beralih kebagian bawah.
Jilatan lidah Riko di bagian sensitif Lina membuatnya mengerang nikmat, tubuhnya bergetar hebat saat Riko memainkan lidahnya di sana.
Kini yang terdengar hanya desahan yang saling bersautan antara keduanya, membuat mereka mengerang nikmat bersama-sama.
argh.....,ahhh....
Saat mencapai puncak Lina dan Riko mendesah keras, lalu kemudian Riko langsung menjatuhkan tubuhnya di samping Lina.
Riko tersenyum puas kerena permainannya yang selalu membuat dirinya dan juga Lina merasakan kenikmatan duniawi.
Riko kemudian mengecup singkat bibir Lina dan juga keningnya.
Lina yang merasa kelelahan setelah melakukan olah raga pagi, membuatnya kembali tertidur.
..........
"Baik tuan max". Ucapannya.
Orang yang menyusun rencana itu tidak lain adalah max, tidak ada yang tau apa yang akan dilakukan oleh max nantinya.
"Permainan sebenarnya baru akan dimulai, kita lihat seberapa banyak nyawamu Riko". Gumamnya.
Tak lama kemudian seseorang masuk dan menghampiri max
"Tuan, hari ini Riko akan mulai masuk kantor kembali". Ucapnya pada max.
"Bagus, aku suka dengan cara kerja kalian". Puji max pada anak buahnya.
Setelah max berhasil kabur pada saat insiden dimana Riko datang menyelamatkan Lina membuat max semakin membenci Riko, apa lagi ia mengetahui kematian Lucas yang dibunuh oleh Riko sendiri membuat kebenciannya semakin dalam pada Riko, ia kemudian langsung menyuruh salah seorang anak buahnya untuk memata-matai Riko.
Max juga tau saat-saat Dimana Riko jatuh ke dasar jurang dan bagaimana ia bisa selamat, karena salah seorang mata-matanya melaporkan setiap apa yang terjadi dengan Riko.
"Sekarang kau pergi, dan tetap laporkan apa saja yang dilakukan oleh Riko. pada saat yang tepat kita akan memberikan kejutan padanya". Titah max pada anak buahnya.
__ADS_1
"Baik tuan, sesuai perintah darimu". Jawaban dengan sedikit membungkuk memberi hormat pada max.
"tunggu dan lihat saja kejutan mu Riko". gumam max.
Setelah kepergian anak buahnya max langsung tersenyum licik, ia seperti tidak sabar memainkan permainan yang sudah lama ia rencanakan.
.......
"Mas, kau akan kekantor hari ini ?". Tanya Lina sambil bergelayut manja pada lengan Riko.
"Iya sayang, mas juga sudah lama tidak kekantor dan hari ini mas ada rapat penting". Jelas Riko.
Riko tau jika Lina merasa berat bila ia tinggal walau hanya sebentar saja.
"Kalau mas pergi, Lina sama siapa?". Tanyanya manja.
Lina yang selalu ingin didekat Riko membuatnya tidak rela jika Riko pergi walaupun itu ke kantor, ia hanya ingin terus berada di samping dan dekat dengan Riko.
"Kau bisa meminta Mila datang kemari". ucap Riko sambil mengusap kepala Lina dengan gemes.
usia kandungan Lina yang kini sudah memasuki 3 bulan membuat perut rata Lina sedikit membuncit dan itu membuat Riko semakin gemes melihat Lina.
"Baiklah". Pasrah Lina
sebelum pergi tidak lupa Riko akan selalu mengajak calon bayinya untuk berbicara, Lina hanya terkekeh saat Riko terus menciumi perutnya sebelum berangkat, ia merasa sangat bahagia jika Riko perhatian padanya dan juga calon bayi mereka.
Riko kemudian pergi kekantor dengan diantar Lina sampai ke depan rumah, saat Riko sudah pergi Lina langsung menghubungi Mila dan memintanya untuk datang.
Tidak butuh waktu yang lama, Mila sudah sampai karena ia diantar oleh Alex.
Alex langsung pergi menuju kantor Riko setelah ia mengantar Mila. karena mereka sudah membaut janji sebelumnya jadi Alex memutuskan untuk berangkat lebih awal.
Alex dan juga Mila Telah menjalin hubungan, dan itu dimulai pada saat Alex pernah mengantar Mila pulang atas permintaan Lina, hingga membuat Alex terus kepikiran dengan Mila.
merasa dirinya selalu dibayang-bayangi oleh Mila membuat Alex ingin mengenal Mila lebih dekat lagi dan berujung jadian.
hubungannya dengan Mila belum diketahui oleh Rian dan juga Lina, tapi tidak dengan Riko, karena Riko selalu bisa membaca pergerakannya dengan sangat mudah, dan itu membuat Alex harus jujur pada Riko.
__ADS_1