
........
" mas Riko, ayo bangun...". rengek Lina dengan terus menarik tangan Riko.
hemmm....
Lina semakin kesal karena Riko tidak kunjung bangun, sementara dianya sama sekali tidak bisa berjalan karena bagian sensitif yang sakit akibat ulah Riko yang sangat ganas.
"sayang, 5 menit". ucap Riko dengan mata yang masih terpejam.
Lina kemudian langsung menarik selimut yang menutupi tubuh polos suaminya, melihat tubuh Riko yang polos Lina menjadi malu sendiri, padahal ia sudah sering melihatnya tapi tetap saja wajahnya merona saat melihat Riko.
Riko yang merasakan hembusan udara langsung mengenai kulitnya segera membuka matanya.
"apa yang kau lakuka sayang, apa yang semalam belum cukup?". tanya Riko dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Lina memonyongkan bibirnya karena kesal dengan ucapan Riko, walau begitu wajahnya bertambah merah saat Riko mengatakannya.
"aku ingin ke kamar mandi". rengek Lina dengan manja.
Riko Mendesah pelan mendengar permintaan Lina, ia kemudian langsung menggendong lina ala bridal style menuju kamar mandi dengan keadaan tubuh mereka yang masih polos.
Riko menurunkan Lina di bathtub dan menyalakan kran air dengan air panas dibarengi air dingin, Riko kemudian ikut masuk kedalam.
"apa yang mas lakukan?". tanya Lina kemudian.
ia merasa heran kerena melihat Riko ikut masuk. ke dalam bathtub.
"tentu saja mandi". jawab Riko asal.
Lina menautkan kedua alisnya merasa bingung dengan Riko, karena yang ia tau Riko masih mengantuk tadi, namun kemudian ia hanya diam saja.
Riko menggosok-gosok perut dan punggung Lina dengan lembut, sehingga membuat Lina memejamkan matanya menikmati sentuhan Riko.
saat tangan Riko mengelus perut Lina yang mulai membuncit tiba-tiba saja tangannya turun kebawah.
Lina mendesah pelan saat Riko memainkan jarinya di bagian sensitifnya.
aghhhh.., umhhh... desah Lina tidak karuan.
Riko tersenyum saat mendengar desahan Lina, jarinya terus bermain-main di sana hingga membuat Lina mengerang nikmat.
__ADS_1
tubuh Lina bergetar saat Riko mempercepat gerakan jarinya, ia benar-benar di buat terbuai oleh permainan Riko, dengan kuat Lina mencekam sisi bathtub tersebut saat ia merasakan sensasi yang luar biasa.
nafasnya memburu saat ia ingin mencapai puncak pelepasan, matanya terpejam saat merasakan lahar panas keluar dari areanya.
Riko tersenyum kembali melihat Lina, walau begitu ia masih menginginkan lebih, ia kemudian mengangkat tubuh Lina dan mendudukkannya di pangkuannya dengan saling berhadapan.
Riko meremas pelan kedua bukit Lina yang padat, ia kemudian langsung membenamkan wajahnya pada leher Lina dan memberikan gigitan kecil di sana.
Lina kembali mendesah saat Riko bermain-main di dadanya, mendengar desahan Lina Riko ******* dengan buas bibir Lina.
ciuman Riko kembali turun kebawah dan berhenti di dada Lina, ia menggigit kecil dada Lina yang padat ia juga menjilatinya dengan sangat buas hingga membuat Lina mendesah tidak karuan.
sekali lagi Lina di buat tidak tahan dengan permainan Riko, ia benar-benar terbuai dengan permainan Riko.
air bathtub yang terus bertambah karena keran air belum dimatikan hanya Riko biarkan saja, ia tidak peduli dengan air yang sudah melimpah Karena hasratnya sudah membuatnya gila.
Riko kemudian memasukkan juniornya ke sarangnya dengan posisi Lina di dudukan di pahanya, ia mencekam bobok Lina dan meremas-remasnya, ia juga menuntun Lina agar bergerak maju mundur.
Lina hanya mengikuti instruksi dari Riko, mereka kemudian saling mendesah saat merasakan sensasi nikmat yang luar biasa.
aghhhh...., ahhhhh...., desah Meraka saling bersautan.
Lina benar-benar mengerang nikmat, walau semalam Meraka sudah melakukannya berkali-kali tapi tetap saja ia masih sangat menikmati sentuhan Riko.
"sayang, lanjutkan". jawab Riko dengan suara serak dan berat.
Riko kemudian langsung mengambil alih permainan, ia langsung menyandarkan kepala Lina di sisi bathtub dan ia kembali melakukan aksinya.
gerakan maju mundur yang Riko lakukan membuat Lina semakin gila, desahannya semakin kuat memenuhi kamar mandi itu.
Riko semakin mempercepat temponya, ia memompa dengan sangat cepat, hingga membuat Lina mengerang keras.
saat mencapai puncak mereka mendesah bersama.
arrrgghhh.... desah mereka bersamaan.
Riko memberikan kecupan pada lina, lalu kemudian ia langsung tersenyum bahagia.
sementara Lina sudah sangat lemah, karena mereka melakukan permainan hampir dua jam, ia sama sekali tidak sanggup lagi untuk memberikan dirinya sendiri.
ruko yang menyadari itu langsung membantu istrinya mandi, ia meraih handuk dan melilitkan di tubuh Lina, lalu kemudian ia langsung mengangkat Lina keluar dari sana.
__ADS_1
Riko juga tidak lupa membantu Lina memakai bajunya.
saat sudah selesai Lina kembali membaringkan tubuhnya untuk istirahat, ia benar-benar sangat lelah sekarang.
sementara Riko langsung turun kebawah karena ia sudah ditelpon oleh Alex sejak tadi.
benar Alex datang ke rumah Riko karena ada yang ingin ia sampaikan.
"apa kau sudah lama menunggu?". tanya Riko basa basi, padahal ia tau jika Alex sudah menunggunya selama 30 menit.
Alex hanya mendesah kasar saat mendengar ucapan Riko.
"sudah, jangan basa-basi. katakan kenapa kau memintaku kemari?". tanya Alex langsung.
"aku ingin tanya kapan aunty Riana kembali?". tanya Riko kemudian.
"dia kembali besok". jawab Elex.
"apa kau hanya ingin menanyakan ini?, jika hanya itu kau bisa tanya melalui telpon". ucapnya kemudian.
"tidak, selain itu. aku juga ingin meminta bantuan mu, kau tau sendiri aku ingin mempertemukan Lina dengan ibunya". ucap Riko.
"baiklah, bantuan apa yang kau inginkan?". tanya Alex kemudian.
"aku ingin mengajak keluargamu dan keluargaku makan malam bersama, dan tugasmu memastikan kalau aunty Riana akan hadir ". jelas Riko.
"tidak masalah, tapi aku tidak akan menanggung resiko jika lina shock saat ketemu aunty". jawab Alex.
"kau tidak perlu khawatir, karena Lina akan sangat kuat nanti. apalagi setelah semua masalah max dan juga Lidia selesai, keadaan Lina juga sudah jauh lebih baik sekarang dan aku pikir ini adalah saat yang tepat mempertemukan mereka". jelas Riko kembali.
"aku mengerti, lagian Lina juga keponakanku, jadi sudah tanggung jawabku untuk membantu hubungannya dengan ibunya".
"baguslah jika kau sadar, dan sekarang kau bisa pergi". usir Riko.
"cih, kau ini habis manis sampah dibuang". cibir Alex kesal.
"lebih baik kau berduaan dengan Mila saja, ngomong-ngomong kapan kau akan melamar Mila?". tanya Riko kembali.
"secepatnya, aku juga sudah tidak sabar buat menjadikan Mila milikku seutuhnya, tapi kau tau sendiri kalau dia masih kuliah, dan dia meminta waktu menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu". jelas Alex.
Riko hanya mengangguk mengerti, ia memang tau hubungan Mila dan juga alex karena itu dia mengatakannya.
__ADS_1
setelah melakukan perbincangan dengan Riko Alex memilih langsung pulang, karena ia harus mengatur rencana untuk pertemuan Lina dan Riana.