
"kenapa mas, kenapa mas sembunyikan ini dari Lina?". tanya Lina dengan air mata yang terus menetes.
Lina tidak menyangka kalau Riko menyembunyikan hal sebesar ini dari dirinya.
"maafkan mas sayang, mas hanya ingin agar kamu tau sendiri". jelas Riko.
"tapi tetap saja mas salah, seharusnya mas tidak menyembunyikan ini semua". ucap Lina kembali.
"maafkan mas, mas pikir semua akan baik-baik saja". pasrah Riko.
Lina berpikir bagaimana semua akan baik-baik saja setelah ia mengetahui ibunya ternyata masih hidup, banyak pertanyaan yang muncul begitu saja saat ini ditambah ia melihat ibunya sekarang sudah memiliki keluarga baru hingga membuat ia beranggapan kalau ibunya meninggalkan dirinya karena tidak menyukai dirinya maupun ayahnya.
sementara di kediaman Alex, Riana terus menangis menyesali semua kesalahannya.
"jelaskan semuanya pada kami". ucap dimas, suami Riana saat ini.
Riana menatap nalar suaminya dengan air mata yang terus mengalir.
"dia adalah putriku dari suamiku yang pertama dim". jawab Riana.
"jadi, Putri yang kau maksud selama ini adalah dia". tanya Dimas kembali.
Riana kembali mengangguk, ia sekarang benar-benar menyesal karena telah meninggalkan Lina sehingga membuat putrinya sendiri membenci ibu yang telah melahirkannya.
"sekarang aku tidak tau harus melakukan apa". ucap Riana frustasi.
"bicaralah dengannya baik-baik, aku yakin dia pasti bisa mengerti, walau tidak mudah untuk menerima kesalahanmu tapi aku yakin kalau dia pasti akan mengerti". ucap Dimas memberi saran pada istrinya.
Rina memang menceritakan semua tentang dirinya pada Dimas sebelum mereka menikah, Rina melakukan itu agar Dimas bisa menerima dirinya apa adanya.
.......
kediaman Riko.
__ADS_1
Lina terus bergulat dengan pikirannya sendiri, ia tidak tau harus melakukan apa untuk menghadapi masalah saat ini.
Riko yang melihat Lina terus gelisah, merasa bersalah karena tidak memberitahu semuanya pada Lina.
"sayang..." panggil Riko pelan.
Lina langsung menoleh dan melihat Riko.
"katakan padaku, apa yang harus Lina lakukan?". tanya Lina meminta saran pada Riko.
Lina sama sekali tidak punya pilihan selain meminta saran pada Riko, karena ia tau Riko lebih pandai dalam menyelesaikan masalah.
Riko membawa Lina duduk di pinggir ranjang, dan mau mengusap kepala Lina dengan lembut.
"kau harus mendengarkan penjelasan dari ibumu, walau bagaimanapun dia tetap ibumu". jelas Riko dengan lembut agar Lina bisa mengerti.
"tapi mas, rasanya sangat berat". keluh Lina.
"mas tau, tapi tetap saja. kita sebagai anak harus mau mendengarkan penjelasan, kau tidak mau di cap sebagai anak durhaka kan?". tanya Riko kemudian.
"baiklah mas, Lina akan mencoba mendengarkan penjelasannya ". jawab Lina yakin.
walau berat ia harus menguatkan hatinya untuk menerima kenyataan kalau ibunya ternyata masih hidup.
tidak berselang lama seorang pelan mengetok pintu kamar mereka.
"maaf tuan dan nyonya, diluar ada tamu". ucap pelayan tersebut.
"siapa bik?". tanya Lina.
"saya tidak tau non, tapi dia bilang ingin bertemu dengan tuan dan nona". jelas bik nun memberi tahu.
"kami akan turun sebentar lagi". ucap Riko kemudian.
__ADS_1
bik nun langsung undur diri setelah tujuannya menyampaikan pesan telah tercapai.
Riko membawa Lina menuruni tangga, saat melihat ada dua orang wanita dan dua orang pria yang tengah sedang mengunggu mereka, langkah Lina tiba-tiba menjadi berat.
Orang yang datang itu tidak lain adalah Rina beserta suami dan putrinya dan juga di dampingi oleh Alex.
Saat Riana melihat Lina yang menuruni anak tangga, jantungnya langsung berdetak, ingin rasanya dia memeluk Lina saat ini.
Riana berjalan menghampiri Lina, ia sudah tidak tahan saat melihat Lina, ia ingin segera mengatakan semuanya pada Lina saat ini juga, setelah mengatakan semuanya, ia akan menerima apapun keputusan Lina nanti.
"Lina, ibu akan menceritakan semuanya, ibu memang salah. Maafkan ibu". Ucap Riana meraih tangan Lina.
Lina hanya diam dan tidak sanggup menatap Riana sama sekali.
"Ibu tau, kalau ibu memang salah". Isak Riana.
"Ibu terlalu egois, seharusnya ibu tidak meninggalkanmu". Ucap Riana kembali dengan derai air matanya.
Lina hanya tetap diam, ia menantikan ucapan Riana selanjutnya.
"Saat usiamu 3 tahun, ibu telah meninggalkan mu, dan lebih memilih karir ibu". Lanjutnya kembali.
"Tapi sungguh ibu sangat menyesal".
Lina meneteskan air mata mendengar ucapan Riana yang mengatakan lebih memilih karir dari pada dirinya sendiri.
"Tapi sungguh, ibu sangat menyesal. Dan pada saat ibu ingin kembali padamu, ibu sudah tidak menemukan kalian lagi, ibu sudah mencari kalian selama setahun tapi tetap saja ibu tidak menemukannya". Jelas Riana kembali.
Lina hanya diam, dalam hatinya ia senang karena ibunya ternyata pernah mencarinya, tapi walau begitu hatinya masih sedikit sakit kerena mengingat ibunya yang lebih memilih karir di banding dirinya yang masih membutuhkan kasih sayang.
**mampir ke karya ummi yang kedua juga ya...
ceritanya juga romantis kok.
__ADS_1
judulnya "bayangan".
jangan lupa vote, like dan komen**.....