
sesuai dengan instruksi dari Riko, kini semua anak buah dragon melakukan tugasnya termasuk Alex dan juga Rian.
selagi Alex sibuk mengalihkan perhatian dari musuhnya pada saat itu Riko dan Rian memasuki villa max.
dengan hati-hati Rian membuka pintu villa itu dan pada saat pintu terbuka ternyata sudah ada penjaga di sana.
Dengan sigap Riko langsung menembak dua orang penjaga di pintu itu.
dorrr....dorrr...
mendengar tembakan yang dilakukan Riko anak buah max yang berjaga di dalam ruangan langsung melihat dan betapa terkejutnya mereka karena Riko dan Rian sudah berhasil masuk.
"cari Lina sekarang, biar aku yang menangani mereka". ucap Rian .
"tidak bisa, mereka terlalu banyak, kau tidak akan bisa mengatasinya sendiri ". tolak Riko.
dorrr..., dorr..
suara tembak Riko semakin menggema ketika satu persatu musuh mereka mendekat, hanya dengan satu tembakan anak buah max langsung tumbang.
"jangan khawatir mereka bukan tandingan ku, pergilah sekarang". ucap Rian kembali.
"tunggu sampai Alex datang membantu, baru setelah itu aku akan naik ke atas".
"kau sangat keras kepala". bentak Rian.
"sekarang kau telah berani membentak ku". kesal riko.
"apa kau masih ingin berdebat dalam keadaan seperti ini".
"sudahlah, lebih baik habisi mereka sekarang. dan aku akan naik ke atas". jelas Riko.
Rian kembali menembaki musuh yang mendekat sementara Riko memanfaatkan kesempatan untuk naik kelantai dua dan mencari keberadaan Lina.
..........
"suara apa itu ?" gumam max.
ia mendengar suara bising yang berasal dari bawah karena penasaran ia langsung melihat, dan ia sangat terkejut karena mendapati pasukannya sudah banyak yang tumbang.
"sial kenapa mereka bisa mengetahui keberadaan ku?". umpat max.
ia kemudian langsung bergegas ke kamar yang ditempati Lina.
"hey, kenapa kau sangat terburu-buru?". tanya Lidia.
__ADS_1
Lidia sedang santai duduk di sofa sambil memain-mainkan kuku indahnya, sementara Lina hanya membaringkan tubuhnya di atas ranjang, ia samasekali tidak bisa keluar karena Lidia selalu menjaga dan mengawasinya.
"tentu saja aku sangat terburu-buru, karena Riko sudah ada disini". ucap max.
"apa...". teriak Lidia.
"jangan berteriak....". kesal max
Lina yang mendengar percakapan max dan Lidia tersenyum licik, ia tidak menyangka kalau rencananya akan berhasil.
"maafkan aku, aku hanya kaget saja. tapi kenapa mereka bisa sampai ada disini?, bukankah kau mengatakan kalau tidak akan ada seorangpun yang mengetahui tempat ini". tanya Lidia penasaran.
"aku memang berkata jujur, selain aku dan kamu dan beberapa pasukan ku tidak ada yang tau tempat ini, apalagi aku tidak pernah menggunakan komunikasi disini". jelas max.
ia juga tidak tau kenapa Riko sampai mengetahui keberadaan Mereka sementara ia selalu meminta anak buahnya agar tidak menghubungi siapapun melalui telpon, dan itu ia lakukan agar keberadaan mereka tidak bisa dilacak oleh orang luar.
Lidia berubah pucat mendengar ucapan max, karena ia baru saja membiarkan Lina menghubungi Riko.
"apa mungkin karena Lina menghubungi Riko". pikir Lidia.
"tidak, tidak. Lina tidak mengatakan apapun jadi tidak mungkin Riko mengetahui keberadaan kami hanya kerena panggilan yang sebentar itu". gumamnya lagi.
"tapi bagaimana kalau benar". pikirnya kemudian.
sementara max sudah mondar-mandir memikirkan rencana yang harus ia lakukan agar tidak tertangkap seperti yang pernah terjadi waktu itu.
max melihat Lidia hanya bengong saja.
"hey, kenapa kau hanya melamun, bantu aku berpikir apa yang harus kita lakukan". bentak max pada Lidia.
Lidia terkesiap mendengar ucapan max yang membentaknya.
"cih..., bukankah ini rencana mu, jadi kau sendiri yang akan mencari Solusinya".
"kau ini......". geram max.
"aku bisa saja menghabisi mu sekarang jika kau mau". ucap max tersenyum licik.
Lidia menelan ludahnya dengan kasar mendengar ucapan max yang memancarkan aura membunuh.
"apa maksudmu ?". tanya Lidia dengan gugup.
max tersenyum mencibir Lidia, ia tidak menyangka kalau Lidia benar-benar tidak tau tujuannya yang sebenarnya.
"apa kau pikir, aku melakukan ini tidak memiliki maksud terselubung". tanya max.
__ADS_1
Lidia menautkan kedua alisnya merasa bingung dengan ucapan max.
"setelah tujuanku tercapai maka aku akan menghabisi mu bersama dengan wanita itu dan juga Riko". ucap max dengan senyum menyeringai.
"tidak, kau sudah berjanji akan membebaskan aku dan juga Riko". tolak Lidia.
"hahahaha...., apa kau pikir aku peduli". ucap max dengan tertawa mengejek Lidia.
max kemudian langsung mengambil senjata dari balik bajunya, tanpa menunggu aba-aba ia langsung menembak Lidia tepat di kepalanya.
Lina yang melihat kejadian itu hanya bisa menutup mulutnya, ia sangat shock melihat kejadian itu, berlahan-lahan ia memundurkan langkahnya karena terlalu takut melihat max.
max tersenyum licik saat melihat Lidia sudah merenggang nyawa, ia kemudian langsung menatap Lina dengan tajam.
"wanita malang, kau harus menyaksikan ini langsung, aku pikir setelah menghabisi mu dan juga Riko baru aku akan menghabisi Lidia tapi dia terlalu mengganggu". ucap max.
Lina semakin takut saat mendengar ucapan max yang mengatakan akan menghabisi dirinya dan juga Riko.
sementara Riko yang mendengar suara tembakan dari salah satu kamar segera bergegas ke sana.
"max.........". teriak Riko...
max segera menoleh, ia tidak menyangka kalau Riko akan sangat cepat menemukan keberadaan mereka.
"kau sangat cepat, tapi tidak masalah. aku bisa menghabisi istri dan juga anakmu di hadapanmu langsung".
dengan spontan Lina langsung meraba perutnya, ia tidak mau anak dalam kandungannya akan menjadi sasaran max.
saat itu Lina langsung menatap max dengan tajam, ia tidak akan membiarkan max membunuh anaknya dan juga menyakiti Riko.
ia segera mengambil pisau yang terletak dia atas meja di samping tempat tidur.
saat max sibuk dengan Riko, Lina langsung berjalan mendekati max, tanpa menunggu aba-aba ia langsung menancapkan pisau itu di punggung max.
max sangat kaget, ia langsung berbalik dan menatap Lina dengan tajam, ia kemudian langsung mengangkat senjatanya dan mengarahkan senjata itu pada Lina.
dorrr.....
suara tembakan itu langsung membuat Alex dan juga Rian yang baru masuk langsung terkejut.
Rian dan Alex langsung membeku saat timah itu langsung tepat pada sasaran, mereka berpikir kalau Lina sudah tidak akan ada lagi. tapi tiba-tiba saja pikiran mereka langsung buyar saat melihat max yang terjatuh.
yang menembak itu tak lain adalah Riko, saat ia melihat max mengangkat senjata Riko langsung menembak max sebelum max berhasil menarik pelatuk senjata yang ia arahkan pada Lina
dan pada saat yang tepat Riko langsung menembak max.
__ADS_1
Lina langsung menutup kedua matanya dengan tangannya, ia tidak sanggup melihat jika ia akan mati tertembak, namun sesaat menunggu ia tidak merasakan apa-apa, berlahan-lahan ia membuka matanya dan ia dapat melihat max yang sudah tergelak di lantai.