![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
Salah satu Rumah Sakit di Tokyo.
Di sebuah ruangan VIP, tepatnya di bangsal medis, terdapat seorang pemuda yang sedang terbaring lemah, tubuhnya cukup kurus dengan kulitnya yang memucat.
Melihat dari tubuhnya, pemuda itu berusia kisaran 15 tahunan. Di samping pemuda itu, ada dua orang yang sedang duduk dan menunggu remaja itu untuk membuka matanya.
Salah satu dari mereka memiliki figur wajah dan penampilan yang sama dengan pemuda itu, namanya adalah Miyamura Izumi.
Izumi memiliki tinggi rata-rata dan dia memiliki sosok langsing dengan kulit pucat. Penampilannya relatif tampan dan menarik dengan bulu mata yang panjang dan wajah yang terlihat sedikit feminim.
Dia memiliki warna mata biru tua, rambut hitam berantakan yang diikat kuncir kuda kecil dengan beberapa poni membingkai wajahnya.
Izumi memiliki total sembilan tindikan: empat di setiap telinga dan satu di bibirnya, yang semua dia lakukan sendiri. Ia juga memakai cincin bibir dan rantai bersama pakaian kasual dan berbagai aksesoris seperti gelang dan cincin logam di jarinya.
Sementara wanita disebelahnya adalah ibu nya bernama Miyamura Iori.
Iori adalah seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang dan diikat ekor kuda samping kanan dan mata hijau gelap. Ketika dia masih muda, dia memiliki rambut pendek.
Sementara dirinya dan putra sulungnya menjaga putra bungsunya yang sedang di rawat di rumah sakit, suaminya saat ini sedang dalam perjalanan bisnis dan tidak bisa kembali dalam beberapa waktu.
Nama suaminya adalah Miyamura Naozumi.
Iori dan Naozumi menikah dengan bahagia. Di masa muda mereka, mereka adalah teman yang tinggal dekat satu sama lain.Iori memberi Naozumi sebuah cincin manik yang dia buat, yang menjadi simbol hubungan mereka. Sebelum mereka mulai berkencan, dia khawatir dia terlalu kekanak-kanakan, sementara Naozumi memiliki banyak teman wanita yang terlihat jauh lebih dewasa.
Namun, itu sebagian besar merupakan kasih sayang sepihak terhadap Naozumi, jadi dia tidak terlalu khawatir jika suaminya akan meninggalkannya demi wanita acak itu.
___
Sudah sekitar satu bulan semenjak Izuna dirawat di rumah sakit, dia mengalami sebuah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dirinya koma hingga saat ini.
Luka di tubuhnya juga cukup parah, dimana dia mengalami beberapa patah tulang dan pendarahan di kepalanya.
Sementara kebanyakan mungkin luka kecil yang akan sembuh dalam waktu dekat, tapi tak sedikit pula luka sedang hingga cukup berat dimilikinya.
Sementara kepala dan beberapa anggota tubuhnya seperti; tangan, kaki, dan dadanya di balut oleh perban, kesadarannya masih belum kembali hingga saat ini.
Mungkin itu akibat dari benturan keras di kepalanya, yang membuatnya koma seperti yanh bisa dilihat sekarang ini.
Dokter juga mengatakan jika Izuna tidak akan sadar dalam waktu dekat ini, yang membuat Iori maupun Izumi sedih ketika mendengarnya.
Tapi, mereka sepertinya tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, karena ....
"Ugh .... Dimana aku ....?"
Perlahan, Izuna mengerang pelan dan mulai membuka matanya, dia mencoba mengangkat tubuhnya hanya untuk merasakan rasa sakit di beberapa anggota tubuhnya, yang akhirnya membuatnya menyerah dan tetap berbaring.
"Izuna! Kamu sudah sadar!"
__ADS_1
Melihat Izuna yang membuka matanya dengan linglung, Iori dengan tergesa-gesa bangkit dan mendekati Izuna.
Dengan wajah cemas dan penuh khawatir, dia membelai pipi Izuna dengan air mata yang mengalir di pipinya.
"Syukurlah .... Kamu akhirnya sadar juga .... Ibu kira, kamu tidak akan sadar dalam waktu dekat ...."
"Ibu ...?" Izuna menggumamkan kalimat itu dengan pelan, merasa cukup asing dengan orang yang memeluknya saat ini.
Tapi, ketika dia hendak berbicara, sebuah suara robotik tiba-tiba terdengar didalam benaknya.
Izuna bingung saat ini, seolah-olah didalam benaknya, dia bisa melihat sebuah panel misterius yang tidak asing baginya.
Tapi, dia mencoba berpikir untuk menekan tombol "Ya", lalu...
<10...20...30...40...50...60...70...80...90...100%>
"???"
Izuna penuh dengan pertanyaan di benaknya, tetapi kemudian pikirannya dikacaukan oleh sebuah suara yang memiliki nada khawatir didalamnya.
"Izuna! Kau tidak apa-apa?!"
"Hah...? Argh....!"
Kepala Izuna tiba-tiba merasa sangat pusing, dia merasa jika banyak ingatan tiba-tiba masuk secara paksa kedalam otaknya!
__ADS_1
Kepalanya seakan mau meledak, dan dia hanya bisa menahan rasa sakit itu sambil memegangi kepalanya dengan kuat."
"Izuna! Izuna?! Kamu tidak apa-apa?! Apa yang terjadi?! Dokter! Izumi, cepat panggil dokter kemari!"
Dengan panik, Iori langsung memerintahkan Izumi yang ada dibelakangnya untuk memanggil dokter.
Bagaimana dia tidak panik, putranya tiba-tiba mengerang kesakitan sambil memegangi kepalanya, sebagai seorang Ibu, dia tidak akan tega melihat putranya kesakitan seperti ini.
"B-Baik!"
Izumi juga nampak khawatir dengan adiknya, tapi setelah mendengar perintah Ibunya, dia dengan menekan tombol darurat yang dipasang di sisi tempat tidur pasien, yang digunakan untuk memanggil dokter.
Sementara Iori nampak sangat cemas dan khawatir dengan putranya, Izuna sendiri merasa jika jiwanya melayang didalam sebuah kehampaan, tentunya itu hanyalah metafora seakan-akan dia mengalami hal itu, tapi sebenarnya tidak.
Didalam kepalanya, sebuah ingatan satu-persatu mulai masuk, itu seperti memindahkan banyak file dari ponsel ke kartu sd, dan itulah yang terjadi pada otak Izuna saat ini.
Banyak ingatan mulai muncul, tapi yang paling menonjol adalah ingatan tentang dua kehidupan Izuna.
Kehidupan pertama, dia adalah seorang pria berusia 25 tahun yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil, tapi dirinya meninggal dunia karena sebuah kecelakaan.
Dikehidupan yang kedua, yaitu sekarang. Dia adalah Miyamura Izuna, seorang remaja berusia 15 tahun yang merupakan siswa SMA di salah satu SMA yang ada di Shinjuku.
Ingatan demi ingatan mulai muncul, dan dia mulai mengingat tentang Ibunya, Iori, Kakaknya, Izumi, dan Ayahnya, Naozumi.
Menurut ingatannya, Iori sangat ketat dengan Izumi dan dirinya karena dia sering memaksanya untuk melakukan hal-hal yang tidak ingin dia lakukan, seperti menyapu di luar toko pada hari yang dingin, dan membuatnya duduk di rumah jika dia keluar.
Dia juga bertindak sebagai pendisiplin mereka, memarahi mereka berdua karena melakukan hal-hal seperti membuat menara pena atau merobek terlalu banyak kertas.
Namun, dia tidak memarahi mereka karena mendapatkan tindikan telinga di sekolah menengah; dia hanya mengeluh bahwa "apakah mereka benar-benar harus mengotori bantalnya?" Karena saat itu ada banyak noda darah di sarung bantal.
Izuna mengerti apa yang di rasakan kakaknya karena kepribadiannya di sekolah, Izumi memberikan kesan pendiam, murung dan anti sosial. Persepsi teman-teman sekelasnya tentang dia adalah bahwa dia adalah seorang otaku dengan kemampuan belajar yang baik, tetapi orang yang sulit untuk didekati dan mempertahankan percakapan dengannya.
Izumi terlihat pemalu dan berjuang untuk berinteraksi dengan orang lain ketika dia masih kecil hingga SMP, sehingga dia sering dikucilkan dan diganggu terutama oleh Tanihara Makio dan teman-temannya.
Karena teman-temannya menganggapnya sebagai individu yang suram dan jauh.
Perlakuan ini menyebabkan Izumi menjadi pesimis, dan dia akan menindik dirinya sendiri dengan peniti setiap kali dia merasa sekolah memberinya waktu yang sulit. Selama waktu ini, tersirat bahwa dia juga berpikir untuk bunuh diri.
Tapi, dia merenungkan hal itu karena Izuna. Izuna sendiri akan melindungi Izumi dari perbuatan buruk teman sekelasnya meskipun dia satu tahun dibawahnya.
Namun, suatu hari dia bertemu dengan Shindou Kouichi, yang pada saat itu berteman dengan Tanihara Makio. Kouichi memperlakukan Izumi jauh lebih baik daripada teman sekelasnya yang lain dan keduanya menjadi teman baik, bahkan dengan upaya campur tangan Makio, dan mereka tetap berhubungan meskipun pergi ke sekolah menengah yang terpisah.
Dan hal ini membuat Izuna menjadi lebih senang kepada Kakaknya sendiri.
Penampilan Izuna sendiri tak jauh berbeda dari Izumi. Tapi dia tidak memiliki rambut panjang.
Rambutnya memiliki panjang sedang, berwarna hitam gelap dengan pinggiran yang cukup panjang untuk melewati alisnya. Dia memiliki poni runcing yang hampir menutupi mata kanannya, dengan kulit putih pucat dan mata biru kristal.
__ADS_1
Tingginya 170 cm dengan badan yang ramping, dan tidak berbeda dengan Izumi, Izuna juga memiliki Tato di tubuhnya yang mirip seperti Izumi.
".... Jangan khawatir Ibu, aku hanya merasa sedikit pusing saja..."