[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
9. Ogiwara Sayu (1/2)


__ADS_3

Izuna dan Yui hendak menuju sebuah kafe, tapi tiba-tiba Izuna menyadari jika haru semakin gelap, dia mengambil ponselnya dan melihat jam di layar ponselnya itu, dan benar saja, ini sudah hampir jam 6 malam.


Melihat hari yang menjelang malam, Izuna kemudian bertanya pada Yui, "Kotegawa-san, bagaimana jika kita pergi besok ke kafe itu?"


"Hah ... Kenapa?" Yui entah mengapa sedikit kecewa ketika mendengar perkataan Izuna.


Izuna hanya menatap langit dan berkata, "Yah, hari sudah hampir malam, dan sebentar lagi juga jam makan malam tiba. Sebaiknya kamu pulang atau keluargamu akan mencarimu. Kamu tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi kan? Tapi janga khawatir, kita bisa pergi besok sepulang sekolah jika kamu mau."


Yui kemudian menyadari jika mereka banyak mengobrol dari tadi dan lupa waktu. Dia sedikit kecewa ketika itu, tapi karena Izuna akan mengajaknya besok, apa boleh buat.


"Benar, apa aku bisa meminta nomor dan telepon dan alamat Email milikmu?" Izuna tiba-tiba bertanya.


"H-Hah?! Ke-Kenapa aku harus memberikan nomorku padamu?!" Yui bertanya dengan ekspresi tidak menyenangkan, tapi pipinya yang memerah membuatnya nampak imut entah bagaimaa.


"Jika aku tidak punya nomormu, bagaimana aku bisa menghubungimu nanti?" Izuna memiringkan kepalanya dan seolah-olah dia kebingungan.


Yui merasa sedikit malu, ini adalah pertama kalinya dia akan membagikan nomor telepon miliknya dengan seorang pria kecuali keluarganya.


"Yah, tidak masalah jika kamu tidak mau–" sebelum Izuna menyelesaikan perkataannya, Yui menyelanya.


"Tidak, Tidak, Tidak... Bukan itu maksudku..." Yui dengan cepat menyela sambil melambai-lambaikan tangannya dengan cepat.


Yui adalah seorang gadis yang cantik dan dikagumi oleh banyak siswa disekolah nya, bahkan tidak sedikit yang iri dengan kecantikan Yui. Dia sangat ketat, tapi karena itu dia dikagumi oleh banyak orang karena sifat disiplinnya.


"Jadi..." Izuna memiringkan kepalanya, "Apakah kita bisa bertukar info kontak?"


"... Tentu. Ah! Tapi Bu-Bukan berarti aku ingin bertukar nomor denganmu oke?! Jadi jangan salah paham!" Kata Yui dengan sedikit meninggikan nada bicaranya, tapi wajahnya masih tersipu dengan rona merah menghiasi pipinya.


Izuna kemudian tersenyum dan mengeluarkan ponselnya dari saku celananya begitupula Yui juga mengeluarkan ponsel miliknya.


Mereka saling bertukar nomor dan email, dan Izuna kemudian mengirimya pesan untuk memastikan apakah nomornya benar atau tidak..


Izuna: "Halo Kotegawa-san, mohon bantuannya!"


Yui melihat pesan yang diterima di ponselnya dan tersenyum senelum akhirnya mengetik pesan dan mengirimkannya kembali ke Izuna.


Yui : "Ya, mohon bantuannya juga, Miyamura-san."


Setelah bertukar nomor dengan Yui, Izuna mengantar Yui pulang ke rumahnya. Tapi meski begitu, Izuna hanya mengantarkannya hingga cukup dekat dengan rumahnya karena Yui menolak dianta hingga depan rumahnya.


Dan, Izuna pun hanya mengangguk dan tidak mempermasalahkanya.


_____


Setelah mengantarkan Yui pulang kembali ke rumahnya, Izuna berjalan kembali ke apartemennya ketika matahari hampir terbenam.


Berjalan dibawah lampu jalanan yang mulai menyala, Izuna kemudian melihat seorang Gadis Cantik dengan seragam sekolah sedang duduk dibawah tiang lampu jalan sambil memeluk lututnya sendiri dan membenamkan wajahnya diantara kedua kakinya.


Merasa cukup aneh dengan gadis itu, Izuna menghampirinya untuk memastikan keadaannya. Lagipula, gadis mana yang mengenakan seragam sekolah dan duduk diatas jalan dibawah tiang lampu malam-malam begini?


"Hey, kenapa kamu duduk di sini? Kenapa tidak pulang? Apa keluargamu tidak mencarimu?" Izuna bertanya ketika dia sudah berada didepan gadis itu.

__ADS_1


Gadis itu yang tadinya menunduk kemudian menatap keatas dan menemukan Izuna yang berada didepannya sedang bertanya padanya.


"... Aku tidak bisa kembali kerumah" Gadis itu berkata dengan nada sedih.


"Aku tidak mengerti... Bisakah kau memberitahuku kenapa bisa seperti itu?" Meskipun menurut Izuna pertanyaannya seperti mencampuri urusan gadis itu, tapi dia tidak ingin melihat seorang gadis cantik hanya berduduk diam di bawah tiang lampu jalan.


"... Aku kabur dari rumah, tapi aku sudah menyewa sebuah apartemen ... Tapi, karena aku tidak punya uang lagi ... Aku diusir dari apartemen itu ..." Gadis itu menjelaskan dengan sedikit lemah.


"Jadi, kapan ketika kau diusir dari apartemenmu?"


"Sekitar setengah jam yang lalu ..." Gadis itu menjawab sambil tertunduk lemas.


Izuna menghela nafas dan berpikir keras tentang apa yang akan dia lakukan dengan gadis ini.


"Baiklah, sebelum aku menjelaskan lagi... Namaku Izuna, Miyamura Izuna. Siapa namamu?" Izuna berkata.


"Eh? ... S-Sayu ...?" kata Sayu.


"Baiklah, Sayu? Bisakah aku memanggilmu seperti itu?" Di Jepang, memanggil nama orang lain dengan nama depannya adalah tindakan yang tidak sopan, itulah mengapa Izuna bertanya pada gadis itu terlebih dahulu untuk bisa memanggil nama depannya.


"... Ya, "Sayu mengangguk pelan.


"Baiklah Sayu, kau juga bisa memanggilku Izuna" Izuna melihat gadis itu kemudian mengangguk dan melanjutkan, "Apakah kau mau tinggal dengaku untuk saat ini?"


"Hmm..." Gadis bernama Sayu itu menatap Izuna dengan bingung.


Sayu adalah gadis muda yang cantik dengan wajah yang cukup imut. Rambutnya berwarna cokelat mendekati hitam dan memiliki mata cokelat dengan celah panjang. Dia memiliki garis hidung yang cantik dengan ujung bulat.  Wajahnya bisa dianggap sebagai suatu antara "cantik" dan "imut." 


Karena sebuah masalah, Sayu terpaksa kabur dari rumah beberapa minggu yang lalu, tapi uang yang dia bawa tidak terlalu banyak. Meskipun Kakaknya telah memberinya uang tambahan, itu masih belum cukup untuk menunjang kebutuhannya sehari-hari.


Dan akhirnya, dia kehabisan uang dan tidak bisa membayar uang sewa dan akhirnya diusir dari sana.


Dia akhirnya pergi dari apartemennya dengan lemah sambil manahan lapar diperutnya. Disaat dia sudah tidak kuat untuk berjalan lagi, dia duduk sambil memeluk lututnya sendiri di bawah tiang lampu jalan karena bingung harus melakukan apa.


"Bagaimana jika untuk sementara kau tinggal di tempatku dulu?" Izuna bertanya lagi.


Pikiran Sayu sangat sederhana, karena dia telah menjalani kehidupan yang suram, yang dia inginkan adalah seseorang yang memperhatikan kehadirannya.


Ibunya selalu sangat ketat dengan dirinya, lalu Kakaknya... Meskipun kakaknya peduli dengan dirinya, tapi dia tidak terlalu mencampuri urusannya.


Dan, karena wajahnya yang cantik dan imut, dia menjadi sangat populer dikalangan para cowok disekolahnya.


Dan akhirnya, para gadis menjauhinya dan tidak ada yang berteman dengannya.


Dia selalu sendirian, dan sendirian...


Dia ingin memiliki teman, kehidupan yang normal dan kasih sayang orang disekitarnya...


Dan, ketika suatu hari...


Ada seorang gadis yang berteman dengannya, Sayu dan gadis itu menjadi teman baik.

__ADS_1


Mereka sering bersama ketika mereka berada disekolah, mengobrol dan melakukan hal lain.


Saat itu, Sayu seperti menemukan sesuatu yang dicarinya hingga sekarang. Tapi...


"Aku senang berteman denganmu, dan tidak menyesal bertemu denganmu, Sayu..."


Di atap sekolah, Sayu melihat temannya itu melompat dari atap dan meluncur ke bawah.


Dan akhirnya, gadis itu mati ...


Sayu kemudian menyadari sesuatu. Ketika gadis itu berteman dengannya, para gadis disekolah lamanya akhirnya selalu mem-bully gadis itu setiap hari, karena berteman dengan Sayu.


Dia tidam mengerti, kenapa mereka melakukan itu? Kenapa mereka begitu membencinya?


Akhirnya berita kematian gadis itu menyebar, dan Sayu juga terlibat dan dituding menjadi penyebab gadis itu bunub diri.


Ibunya marah padanya, dan ingin Sayu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada publik agar citranya tidak buruk.


Hari itu, Sayu menyadari jika dirinya tidak dibutuhkan oleh dunia ini...


Dia akhirnya kabur dari rumahnya di Hokkaido.


Dan sekarang....


______


"Bagaimana menurutmu?" Izuna bertanya pada Sayu. Dia jelas tidak ingin meninggalkan Gadis cantik seperti dia sendirian di pinggir jalan seperti ini.


"... Apa tidak apa-apa?" Sayu bertanya dengan sedikit rumit di hatinya. Dia tidak terlalu memikirkan hal yang rumit, dan tidam berpikir jika Izuna akan memanfaatkan dirinya.


"Yah... Lagipula, aku tidak bisa meninggalkan gadis cantik sepertimu sendirian disini." Kata Izuna sambil mengangguk.


"Tapi...." Sayu masih merasa bimbang, apakah dia harus menerima kebaikan Izuna atau menolaknya. Tapi...


Grukk....


Suara perutnya yang keroncongan berbunyi yang membuat wajahnya memerah karena malu.


Izuna yang mendengar itupun tidak bisa menahan tawanya, "Pfft, Hahahah.""


Sayu yang mendengar Izuna tertawa semakin malu dengan wajahnya yang semerah tomat. Dia kemudian berkata dengan cemberut, "Ja-Jangan tertawa!"


Izuna memegangi perutnya dan menyeka air mata disudut matanya dengan jarinya. "Maaf, tapi itu lucu, hahaha....."


"Hmph!" Sayu memalingkan wajahnya kearah lain. Dan tindakan ini sangat imut menurut Izuna, dan jika dia bisa, dia ingin langsung memeluknya dan mencubit kedua pipinya itu.


"Baiklah, Baiklah, sekarang bagaimana jika kita ke apartemanku terlebih dahulu. Ahh, dan tentunya kau tidak perlu khawatir, karena disana juga ada ibuku." Izuna menjelaskan kepada Sayu, dia tidak ingin Sayu berpikir yang bukan-bukan tentang dirinya yang membuat kesalahpahaman.


"Tapi, kalau aku menerima bantuanmu, aku tidak tau bagaimana harus membalasnya ..." Kata Sayu dengan nada rendah.


"Hmm, begitu ..." Izuna memegang dagunya sambil berpikir, "kalau begitu, bagaimana jika kamu membantu Ibuku di tokonya? Dengan begitu, Ibuku juga akan terbantu. Yah, anggap saja kamu sedang bekerja disana, dan tinggal di tempat kami adalah bayarannya. Bagaiman?"

__ADS_1


Sayu tidak menjawab, dia merenung selama beberapa menit, dan setelah itu dia mendongakkan kepalanya, menatap Izuna tapi tidak banyak mengubah ekspresi wajahnya, "Baiklah ... Aku aka menerima bantuanmu."


__ADS_2