[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
43. Eh?


__ADS_3

A/N: Sedikit informasi untuk kalian. Disini aku akan menjelaskan tentang arc yang akan terjadi di masa depan.


Arc 1: disini meliputi permasalahan Hakari dengan Ibunya, dan Izuna yang datang menyelesaikan masalah keduanya.


Arc 2: mirip dengan Hakari, Asuna juga punya masalah dengan Ibunya, karena itu Izuna datang dan menyelesaikan konflik yang membuat hubungan mereka merenggang.


Sebagai catatan, aku gak akan buat never gear dan Sword Art Online di sini, hanya karakter yang aku pinjam saja.


Arc 3: sama seperti kedua Arc diatas, tapi disini adalah masalah Sayu dengan Ibunya. Dan Izuna pergi ke Hokkaido untuk memyelesaikan masalah ini.


Arc 4: bisa dibilang ini adalah Arc yang penuh ketegangan dengan banyak action dan fantasi, pasalnya kelas Hajime—termasuk Kaori dan Shizuku dipanggil ke dunia lain, dan Izuna mendapatkan sebuah kemampuan khusus yang membuatnya bisa berpindah antar dunia (?) dan menyelamatkan mereka.


Bisa dibilang, ini adalah arc Arifureta, dengan tambahan Izuna yang datang di pertengahan cerita.


Arc 5: ini adalah akhir cerita, dimana Izuna memutuskan untuk menikahi wanita pilihannya.


Jika dihitung, ini adalah proyek jangka panjang, mungkin satu tahun tida akan cukup untuk menyelesaikannya. Karena itu, aku berniat untuk membuat time skip agar cerita ini tidak terlalu terbelit-belit, dan langsung menuju penyelesaiannya.


Diperkirakan akan rampung dal beberapa bulan kedepan dengan sekitar ±100 bab yang bisa aku pikirkan sejauh ini.


________


"Kami pulang!" ketika Iori dan Sayu memasuki Apartemen dan kemudian mereka tercengang ketika melihat hal yang mereka lihat didepannya.


Didepan mereka, Izuna sedang berdiri didepan kompor dan menyiapkan makan malam. Tapi bukan itu yang membuat mereka tercengang, melainkan Izuna mengenakan sebuah celemek dan menurut mereka itu adalah pemandangan yang sangat merusak!


Ketika Izuna mendengar suara didepan pintu, dia langsung melihat kearah sana dan melihat jika Sayu dan Iori lah yang berdiri disana. Dia kemudian langsung menyambut mereka dengan senyuman dan berkata, "Oh... Selamat datang kembali. Aku sedang menyiapkan makan malam, kalian bisa membersihkan tubuh kalian terlebih dulu."


Iori dan Sayu hanya mengangguk dengan linglung. Tapi kemudian Iori dengan cepat menggelengkan kepalanya dan langsung tersadar jika pria didepannya adalah anaknya sendiri dan dia saat ini masih memiliki suami yang dicintainya!


Berbeda dari Iori, Sayu masih mendapatkan beberapa kerusakan yang masih tersisa ketika dia melihat Izuna dengan celemek dan sedang memasak.


'Izuna-kun dengan celemek, Izuna-kun dengan celemek...' Sayu terus menerus menggumamkan kalimat itu dan yang ada dipikirannya hanyalah Izuna untuk saat ini.


Dengan wajah Izuna yang biasa saja, Sayu tidak bisa menahan pesonanya sebelumnya, tapi ketika Izuna mendaatkan "Love Spot", Sayu merasa jika dia mungkin akan segera kehilangan kendali jika terus sepeti ini.


Tapi, lupakan itu sejenak karena mereka bertiga mulai memakan masakan yang Izuna buat. Izuna sebenarnya tidak terlalu pandai memasak, tapi jika itu adalah masalah yang cukup sederhana, dia masih bisa membuatnya dengan mudah.


Karena itulah, dia hanya memasak sup miso dengan nasi putih, udang goreng, cumi goreng, tempura, daging sapi goreng dan telur.


"Ini cukup enak." kata Iori sambil mengangguk ketika dia mencicipi masakan Izuna.


"Um, ini enak Izuna-kun!" Sayu juga menanggapi.


"Terimakasih, aku senang jika kalian menyukainya." kata Izuna.


Mereka memakan makanan yang dimasak oleh Izuna, dan tanpa sadar melupakan satu anggota keluarga yang saat ini tidak ada.


___

__ADS_1


Izumi berada di rumah Kyouko semenjak beberapa minggu yang lalu dia menyelamatkan adik Kyouko dan dia diundang kerumahnya.


Alhasil, besoknya, dia mengunjungi rumah Kyouko dan membawakan kue dari toko ibunya, dan mulai dari itu, setiap dia pulang sekolah, Izumi pasti akab menyempatkan diri untuk mampir ke rumah Kyouko.


Hari ini, karena terlalu sore, Izumi berniat untuk pulang, tapi Ibu Kyouko meminta Izumi untuk makan malam bersama mereka terlebih dahulu.


"Izumi-kun, bagaimana jika kamu makan malam bersama kami disini hari ini sebelum kamu pulang?" Ibu Kyouko, Hori Yuriko bertanya.


Yuriko adalah seorang wanita muda yang cantik dengan rambut cokelat sebahu yang memiliki beberapa helai rambut yang dipotong di belakang dengan poni tergantung di kedua sisi dan mata zaitun.


Izumi menatap Hori Yuriko dengan canggung dan dia tidak ingin terlalu banyak membuat mereka terlalu repot karena dirinya disini. "E-Emm... Sepertinya lebih baik jika aku pulang sekarang... Keluargaku mungkin sudah menungguku untuk makan malam saat ini..."


Izumi hanya bisa membuat alasan seperti itu agar dia bisa segera pergi dari rumah Kyouko. Bukannya dia tidak ingin berada disini, tapi, dia terlalu banyak merepotkan keluarga Hori.


Ketika dia pertama kali bertemu dengan Hori Yuriko, dia sedikit gugup dan dia juga ditanyai beberapa pertanyaan olehnya.


Izumi juga hanya menjawab seadanya dan tidak melebih-lebihkan dan menjawab dengan sopan.


Alhasil, Yuriko entah bagaimana sepertinya menyukainya dan mulai memanggilnya "Izumi-kun" yang bahkan Kyouko sendiri masih belum tau nama depannya.


Dan itu membuat Kyouko depresi selama seharian, dan dia melakukan berbagai macam cara agar dia bisa mengetahui nama depan Izumi.


Tapi, seperti yang diharapkan, dia membuat banyak kesalahpahaman seperti menguping di ruang ganti pria, dan melakukan hal yang lainnya yang membuat banyak kesalahpahaman diarahkan padanya.


Tapi, dia akhirnya tau nama Izumi ketika mereka mengobtol dirumahnya dan entah kepaja itu membuatnya senang.


Tapi itu wajar mengingat mereka hanya mengenal selama beberapa minggu terkahir dan masih belum banyak mengenal satu sama lain.


"Hmm... Begitukah? Kalau begitu sayang sekali..." Hori Yuriko menghela nafas tak berdaya ketika mendengar perkataan Izumi, tapi dia dengan cepat mendapatkan semangatnya kembali dan berkata, "Kalau begitu, dimasa depan, kamu harus makan malam bersama kami, Oke?"


"Y-Ya." Izumi kemudian berpamitan dan segera pulang kerumah karena perutnya cukup lapar saat ini.


Dia memikirkan tentang makan malam apa yang dimasak oleh Ibunya dan dia tidak sabar untuk makan karena perutnya sudah keroncongan.


Padahal, disisi lain...


"Hump..." Sayu memasukkan daging sapi kedalam mulutnya sebelum akhirnya mengunyahnya dengan lembut.


Tapi, dia tidak mengharapkan jika dagingnya sangat lembut dan tidak keras, dan mudah dikunyah.


"Enak!!" Sayu dan Iori berkata bersamaan, mereka meletakkan tangan mereka di pipi masing-masing sambil merasakan kelembutan daging sapi yang ada di mulut mereka.


"Apakah rasanya enak?" Izuna sebagai koki disini bertanya dengan antusias, sebagai orang yang membuat masakan didepan mereka, Izuna berharap jika masakannya bisa memuaskan lidah mereka dan mereka memujinya karena masakannya yang enak.


Siapa yang tidak suka dipuji? Apalagi oleh Ibu sendiri dan seorang gadis yang imut?


Tidak ada yang tidak mau dipuji oleh Ibunya sendiri dan seorang gadis cantik. Dan Izuna juga sama.


"Ini enak, Izuna-kun! Aku tidak menyangka jika masakanmu akan seenak ini!" Sayu mau tidak mau harus mengakui jika masakan Izuna, meskipun cukup sederhana tapi rasanya cukup enak.

__ADS_1


"Iya, aku juga tidak tau jika kau bisa memasak seenak ini. Hmm, mungkin sebaiknya aku mengajarimu memasak lebih awal sebelumnya. Jika diasah, kemampuan memasak-mu mungkin tidak kalah dengan koki restoran bintang tiga." kata Iori dengan penuh penilaian. Meskipun ada beberapa kekuarangan dimasakan Izuna saat ini, tapi dia percaya jika Izuna melatih kemampuan memasaknya, maka tidak akan mustahil baginya untuk menyamai Koki terkenal sekalipun.


"Yah, lupakan saja. Aku tidak terlalu suka sesuatu yang merepotkan seperti itu. Lagipula, tugas laki-laki bukanlah memasak, tapi mencari uang." Izuna bukannya tidak suka memasak ataupun belajar memasak, tapi menurutnya, melakukan hal itu adalah sesuatu yang merepotkan.


Dimasa depan, dia akan menikah, dan Istrinya lah yang akan memasakkan makanan untuknya, bukan sebaliknya. Dan, tugasnya sebagai seorang Suami adalah mencari nafkah untuk keluarganya.


Karena itulah, akan sangat efisien baginya jika dia mulai mencari uang diusia ini untuk tabungan alih-alih menghabiskan waktunya untuk belajar memasak.


Lagipula, dia tidak ingin menjadi suami rumah tangga!


"Kau bicara seperti itu, memangnya kau sudah punya calon istri? Pacar saja tidak punya." kata Iori dengan nada mengejek.


Bibir Izuna berkedut, dia menahan rasa kesalnya pada Ibunya saat ini, "Memang aku tidak punya pacar ataupun calon istri. Tapi, kamu tidak keberatan menjadi istriku dimasa depan kan Sayu?"


"Eh?"


Seketika Sayu menghentikan gerakanya, mengedipkan matanya beberapa kali sebelum dia menatap Izuna dengan tatapan linglung.


"Hoh? Apakah kau melamar Sayu didepan Ibumu? Sungguh sangat berani bukan?" kata Iori sambil menyeringai, menatap keduanya dengan tatapan pengertian. "Jadi, bagaimana denganmu, Sayu? Apa kau akan menerima lamaran Izuna atau tidak? Hmm, aku harap jika kau menerimanya, karena dengan begitu, kau akan menjadi putriku."


"Eh?"


Sayu benar-benar bingung saat ini, dan dia tidak tau harus berbuat apa disituasi seperti sekarang ini.


Jika ditanya, apakah dia menyukai Izuna atau tidak, maka dia akan menjawab jika dia menyukainya. Tapi, bukan itu masalahnya sekarang.


Sayu memang memyukai Izuna, tapi dia masih belum siap untuk memulai suatu hubungan dengan seseorang. Masalah keluarganya masih belum selesai, dan sampai saat itu tiba, dia tidak ingin memulai hubungan apapun dengan orang lain.


"Hmm, mungkin seperti itu? Yah, siapa peduli dengan itu bukan? Lagipula, apakah Ibu keberatan dengan ini?" Izuna bertanya sambil mengangkat bahunya dengan santai sambil memasukkan tempura kedalam mulutnya dan mengunyahnya dengan perlahan.


"Baiklah, baiklah, berhenti sampai disitu. Lihat, Sayu-chan sepertinya terlalu bingung dan wajahnya juga memerah." Iori memutuskan untuk menghentikan sandiwara mereka, memasang senyuman kecil diwajahnya, dia menatap Sayu dan berkata, "Jangan terlalu dipikirkan, Sayu-chan. Kita hanya sedang menggodamu barusan."


"Eh?" Sayu semakin bingung saat ini.


"Yah, kita hanya sedang menggodamu barusan. Jadi, jangan terlalu memikirkan apa yang baru saja aku katakan 'oke?" kata Izuna dengan tenang. Dia sebelumnya menyadari gerak-gerik Iori yang cukup aneh, dan dia menyadari jika dia mencoba mempermainkan Sayu, jadi dia mengikuti sandiwara Iori karena berpikir jika itu mungkin akan menarik.


"B-Begitukah....?" Sayu tidak tau apakah dia senang atau sedih ketika mendengar hal ini.


Sayu mendongakkan kepalanya, menatap Izuna dan hendak berkata sesuatu, tapi suara pintu terbuka dan Izumi masuk kedalam apartemen dan melihat ketiganya yang sedang makan malam tanpa dia dengan tatapan tidak percaya.


"Kalian makan tanpaku...? Dan lagi, kalian hampir menghabiskan semuanya!" Izuna membelalakkan matanya dengan tatapan tidak percaya, menatal Izuna seakan menyuruhnya memberitahu kenapa mereka makan malam tanpa dirinya.


"Ah, Yah... sebenarnya kami berniat menunggumu tadi... Hanya saja... Kau terlalu lama, dan kami pikir kau mungkin sudah makan malam dirumah temanmu itu... Jadi, kamu makan malam sendirian... Dan sisanya seperti yang kau lihat...." kata Izuna dengan suara yang semakin pelan sambil mengalihkan pandangannya kearah lain dan tidak berani menatap Izumi.


"Seriusan?!" Izumi bertanya dengan tidak percaya, dia menatap Iori seakan-akan bertanya apakah yang dikatakan Izuna benar atau tidak.


Iori mengalihkan pandangannya dan berkata dengan pelan, "Yah... itu benar."


Izumi menatap langit-langit dengan tatapan kosong. Sekarang, dia menyesal karena tidak menerima tawaran Yuriko untuk makan malam tadi.

__ADS_1


__ADS_2