![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
"Waktu habis! Semuanya, berhenti menulis dan letakkan alat tulis kalian diatas meja!"
Waktu ujian kali ini tidak banyak. Chabashira-sensei hanya memberikan waktu 1 jam untuk membiarkan mereka mengerjakan 40 soal dengan 4 mata pelajaran yang berbeda. Beruntung bagi mereka ini adalah ujian satu hari dimana hanya 4 mata pelajaran yang diuji. Jika tidak....
"Hahhh .... untung sudah selesai!" Hakari merenggangkan tangannya keatas dan merasa lega ketika ujian ini sudah selesai.
Memang benar jika dia tidak belajar semalam, tapi karena kursus kilat yang diberikan Asuna, dia yakin setidaknya dia tidak akan mendapatkan nilai merah di ujian kali ini.
Yang perlu dia lakukan hanyalah menghindari nilai merah, dan selama dia tidak mendapatkan nilai merah, dia tidak akan mengikuti remedial.
"Kerja bagus, Hakari-san." Asuna tersenyum menatap Hakari, semua yang dia lakukan tadi sepertinya berjalan dengan baik.
"Iya! Terimakasih, Asuna!"
_________
Jam istirahat berlalu, Izuna, Asuna, dan Hakari pergi ke kantin untuk makan siang. Sebenarnya, Asuna membawa kotak makan siangnya kali ini, tapi tidak dengan Izuna dan Hakari. Jadi, dia hanya menemani mereka dan makan makanannya di kantin bersama mereka.
Mereka memilih meja dengan tempat duduk yang kosong—dan menemukan satu di bagian dekat mesin penjual minuman.
Dan, tanpa menunggu waktu, Hakari dan Asuna menghampiri meja itu sementara Izuna memesan makanan untuk mereka.
Tapi, ketika Hakari dan Asuna hendak duduk di meja itu, mereka tanpa sengaja mendengar obrolan siswi lain yang lewat.
"Katanya kalau seseorang mengungkapkan cintanya sambil memberikan semanggi berdaun empat yang tumbuh di halaman belakang sekolah, cintanya akan diterima loh!"
"Heh .... Apaan deh, mirip anak SD aja."
"Gak gak, ini bener-bener 100% sungguhan!"
Saling menatap, Hakari dan Asuna sepertinya bisa membaca pikiran satu sama lain.
"Kau memikirkan apa yang aku pikirkan, Asuna?"
"Persis seperti yang kau katakan, Hakari-san."
Tak lama kemudian, Izuna datang membawa dua nampan berisi makanan yang ia pesan.
"Ini makanan untukmu, Hakari. Dan aku juga sudah pesan minuman untuk kita bertiga."
__ADS_1
"Ah, terimakasih, Izuna-kun."
"Ngomong-ngomong, bagaimana ujianmu tadi, Hakari?" Izuna bertanya sambil menarik kursi diantara mereka berdua dan duduk diatasnya.
"Bagus. Aku yakin tidak akan mendapatkan nilai merah hari ini! Semua itu berkat kalian berdua. Terimakasih!"
"Tidak, aku hanya sedikit membantu, semua itu adalah kerja kerasmu sendiri."
"Benar, kami hanya sedikit membantu dan sisanya adalah usahamu sendiri, Hakari-san."
"Memang benar, tapi jika tidak ada kalian, aku pasti akan mendapatkan nilai merah, dan akhir pekan ini terpaksa harus mengikuti remedial. Dan jika itu terjadi, maka rencana kita untuk akhir pekan ini pasti gagal." kata Hakari, dia sudah mempersiapkan hal ini jauh-jauh hari. Dia bahkan menggunakan uangnya untuk membeli 5 tiket masuk dan mengataka jika itu gratis pada mereka.
Untung saja saat itu ada program yang diadakan pihak wisata yang membagikan tiket masuk gratis untuk 5 pengunjung yang beruntung. Jadi dia bisa mengatakan pada mereka jika tiket itu hasil keberuntungannya.
"Oh ya, soal itu bagaimana dengan Kotegawa-san? Aku dengar dia setuju untuk ikut, tapi bagaimana kalian membujuknya?" Izuna bertanya dengan penasaran. Dia cukup mengenal Yui karena pertemuan mereka terakhir kali, dan dia tahu jika Yui bukanlah gadis yang mudah.
Hari itu saja, jika dia tidak mengajaknya ke kafe kucing, dia pasti tidak akan setuju untuk pergi bersamanya.
Tapi yah, setelah memgenal Yui dengan baik, Izuna tahu jika gadis ini adalah gadis yang baik. Hanya saja, Yui memiliki sifat "tsundere" yang cukup merepotkan, tapi sisi itulah yang membuatnya terlihat imut menurutnya.
"Hmm, tidak banyak sebenarnya. Kami hanya mengajaknya saja dan ketika dia bertanya 'kenapa kalian mengajakku?', kami pun menyebut namamu dan dia menyetujuinya tanpa ragu."
"Lebih lagi, bagaimana dengan temanmu itu, Izuna-kun? Apa kamu sudah mengajaknya? Bagaimana jawabannya?" Asuna bertanya.
Izuna sebelumnya menyebut jika dia akan mengajak temannya untuk ikut bergabung sebelumnya, jadi tak heran jika Asuna menanyakan pertanyaan ini. Lagipula, dia juga penasaran, seperti apa teman Izuna itu. Untungnya, Izuna sebelumnya mengatakan jika temannya adalah perempuan, jadi mereka nanti tidak perlu khawatir.
Tapi tetap saja, mereka bertanya-tanya, apa hubungan Izuna dengan temannya ini. Apa mereka cukup dekat? Apa mereka teman masa kecil? Ataukah, mereka adalah sepupu jauh?
Yah, mereka penasaran tentang hal itu.
"Un, tidak apa-apa. Dia setuju untuk ikut, dan akan bergabung dengan kita nanti. Ngomong-ngomong, aku juga sudah membeli beberapa makanan dan camilan untuk kita makan nanti. Jadi, kalian tidak perlu membawanya lagi karena aku membeli cukup banyak, sepertinya cukup jika untuk kita berlima. kata Izuna. Apartemen mereka dekat dengan minimarket, jadi dia membeli cukup banyak karena harganya juga cukup murah.
Selain itu, mereka juga membutuhkan camilan saat di rumah atau di toko, jadi dia sekalian membeli untuk mereka yang akan melakukan liburan.
"Bagus! Kalau begitu, kami hanya akan membawa makan siang dan beberapa perlengkapan piknik." kata Hakari dengan antusias.
"Ngomong-ngomong, bagaimana kalau kita makan makanan kita? Ini sudah cukup dingin dan rasanya pasti tidak enak jika kita membiarkannya lebih lama." kata Asuna tiba-tiba yang membuat mereka tersadar jika makanan yang mereka pesan sebelumnya hampir dingin.
Dengan cepat, mereka makan makanan mereka. Asuna juga mengatakan jika dia bisa dipastikan akan ikut dengan mereka karena dia sudah menyiapkan semuanya dengan sempurna.
__ADS_1
Izuna sendiri bertanya-tanya, hal apa yanb disiapkan Asuna hingga dia membuat ekspresi seperti itu. Tapi, dia hanya menutup mulutnya dan tidak bicara lebih banyak.
__________
Setelah semua yanb terjadi, Izuna kembali ke kelas terlebih dahulu. Asuna dan Hakari mengatakan jika mereka memiliki sedikit urusan, jadi dia meninggalkan mereka dengan urusan mereka.
Meskipun dia cukup penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan, tapi dia masih memiliki cukup sopan santun untuk tidak menanyakan hal yang bersifat pribadi.
Adakalanya seseorang harus diam dan ada kalanya orang itu harus bergerak. Begitulah yang dipikirkan Izuna.
_____
"Kau sudah menemukannya?"
"Belum, aku tidak tahu jika mencarinya ternyata sesulit ini."
"Tentu saja sulit, bodoh! Jika tidak, maka semua gadis di sekolah ini sudah punya pacar!"
"Iya, iya, lebih sedikit bicara dan banyak bekerja!"
Asuna dan Hakari saat ini berada di halaman belakang sekolah. Lebih tepatnya, mereka sedang berjongkok di atas tanah yang ditumbuhi banyak daun semanggi.
Ya, benar! Mereka mencari semanggi berdaun empat yang dibicarakan dua gadis sebelumnya!
Hanya saja, yang mereka temukan hanyalah semanggi berdaun tiga, dan sangat susah mencari semanggi berdaun empat.
"Tapi, apakah kamu yakin jika mitos itu benar-benar nyata?" Asuna bertanya dengan ragu. Lagipula, selama ini dia bukanlah orang yang percaya dengan takhayul seperti didalam dongeng yang ada di buku. Menurutnya, meskipun itu adalah hal yang bagus, tapi sangat tidak mungkin menjadi kenyataan.
"Entahlah, tapi apa salahnya mencoba?" Hakari mengangkat bahunya dengan tidak peduli. Lagipula, dia memiliki satu tujuan, dan itu adalah menjadikan Izuna sebagai pacarnya.
Dan untuk mencapai tujuannya itu, dia rela melakukan hal apapun untuk mewujudkannya! Bahkan, jika dia harus bersimbah darah dan penuh luka, dia tetap akan berjuang dan tidak akan menyerah!
"Tapi kita sudah mencari selama 10 menit, apa kamu tidak lelah?" Asuna bertanya sambil menyeka keringat di dahinya. Cukup sulit baginya menahan rasa lelah ketika berjongkok, apalagi ketika matanya terus mencari dimana semanggi berdaun empat itu berada.
"Apa kau menyerah? Jika begitu, maka tidak masalah. Dengan begitu, sainganku akan berkurang nanti." Hakari mengangkat bahunya dengan tida peduli, dia menyeringai ketika menatap Asuna dengan tatapan provokasi.
"Siapa yang bilang aku menyerah?" Asuna menggertakkan giginya, menatap Hakari dengan kesal sebelum berkata, "akan aku buktikan jika aku yang akan menemukan daun semanggi itu sebelum kami, Hakari-san!"
"Coba saja jika bisa!"
__ADS_1