![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
Rabu, 11 Mei—
—07.00 AM.
"Aku pulang!"
Memasuki apartemennya, Izuna menyeka keringat didahinya dengan handuk kecil yang ia gantungkan di lehernya.
"Oh, selamat datang kembali. Sarapan belum siap, jadi lebih baik kamu mandi dulu."
Iori, yang melihat Izuna kembali langsung menyambutnya dan menyuruhnya untuk mandi terlenih dahulu.
"Oke." Izuna mengangguk, dia melihat sekeliling dan bertanya, "Ibu, dimana Sayu?"
"Sayu-chan? Inu menyuruhnya untuk mandi tadi, jadi mungkin dia masih mandi sekarang. Tapi itu sudah 30 menit yang lalu, jadi dia pasti sudah selesai. Kalau kamu melihatnya, suruh datang untuk sarapan oke." kata Iori, dia saat ini sedang berada di dapur—menyiapkan sarapan untuk mereka.
Tentunya, dengan tambahan Sayu membuatnya harus menambah porsi makanan yang ia masak.
Dia juga sudah membangunkan Izumi dan menyuruhnya untuk bersiap, hanya saja, karena kamar mandi masih dipakai oleh Sayu, Izuna masih berada di kamarnya.
Ngomong-ngomong, tadi malah, karena semua kamar sudah penuh, Sayu tidur di kamarnya yang kasurnya lebih besar karena digunakan untuk tidur dengan suamimya.
Berbeda dengan kasur Izuna ataupun Izumi, kasur mereka hanya untuk satu orang, jadi meski Sayu tidur di salah satu kamar mereka, Izuna ataupun Izumi harus tidur ditempat lain. Karena itulah dia menyuruh Sayu untuk tidur dengannya malam tadi.
"Oke~"
Izuna berjalan pergi menuju kamarnya, dia sudah berolahraga lumayan lama, sekitar 2 jam lamanya, dan itu membuat Izuna kelelahan. Akan bagus jika dia bisa segera berendam di air panas untuk merilekskan otot tubuhnya.
_____
Dikamarnya, Izuna mengambil baju ganti, setelah itu dia langsung menuju ke kamar mandi. Ketika dia melihat jika kamar mandi tidak ada yang menggunakan, dia langsung masuk dan menyalakan keran air panas. Setelah air di bak mandi cukup panas, dia langsung berendam di dalamnya.
"Ahhh ... Ini sangat nikmat~"
Sambil memejamkan matanya, dia merentangkan tangannya dan merasakan jika tubuhnya menjadi lebih santai.
Mungkin cukup panas, tapi ketika sudah terbiasa, panasnya tidak akan terlalu terasa. Malahan, rasa nyaman lah ketika berendam di air panas akan lenih terasa, apalagi ketika sedang kelelahan atau stress.
Izuna berendam selama sekitar 20 menit, dan setelah itu, dia langsung menguras air di bak mandi, dan membilas tubuhnya sekali lagi. Baru setelah itu, dia memakai pakaiannya.
__ADS_1
Pakaiannya sendiri sederhana karenaitu hanyalah kaus lengan lendek hitam dengan celana jeans pendek hitam.
____
Di kamar Iori, Sayu sedang duduk didepan cermin sambil menata rambutnya. Melihat bayangannya sendiri dicermin, Sayu melihat pantulan dirinya yang masih mengenakan seragam sekolahnya sebelumnya.
Ketika kabur dari rumah, dia tidak membawa apa-apa selain seragam sekolah dan sweater coklat dan satu pasang pakaian dalam hitam yang dikenakannya.
Sayu adalah putri berusia 16 tahun dari Keluarga Ogiwara, keluarga terkemuka yang berasal dari kota Asahikawa, Hokkaido. Kakak laki-lakinya, Issa Ogiwara , saat ini adalah CEO sebuah perusahaan makanan terkenal.
Dia adalah siswa sekolah menengah tahun kedua di SMA Asahikawa Dairoku ketika dia kabur dari rumah. Dan dia sudah kabur dari rumah sekitar beberapa minggu, dan masih belum ada kabar jika keluarganya mencarinya atau khawatir dengan keadannya.
Sayu tidak memiliki ponsel sejak dia membuang ponselnya di tengah sungai dan tenggelam ke dasar air. Karena itu dia tau jika hampir tidak mungkin bagi keluarganya untuk tau keberadaannya dalam waktu dekat.
Sayu tidak suka menghadapi sesuatu secara langsung. Dia akan melakukan apa yang dia bisa hanya untuk menunda hal-hal yang tidak ingin dia tangani. Yang ingin dia lakukan hanyalah melarikan diri dari segalanya, untuk menjalani kehidupan yang lebih mudah tetapi pada saat yang sama, dia merindukan seseorang untuk memarahinya dan menyuruhnya berhenti berlari, tapi sayangnya, dia belum menemukan 'seseorang' itu.
"Kurasa aku harus cepat-cepat dan membantu Iori-san di dapur." Kata Sayu, sambil menyisir rambutnya dengan sedikit lebih cepat dari sebelumnya.
Setelah selesai, dia bergegas keluar dari kamar Iori dan berjalan menuju ke dapur, tapi siapa sangka jika dia akan berpapasan dengan Izuna saat itu juga.
"Ah, Sayu. Pagi. Bagaimana tidurmu? Apa kamu tidur nyenyak malam tadi?" Izuna bertanya.
"Pagi, Miyamura-san. Aku tidur nyenyak malam tadi, dan biarkan aku berterimakasih atas bantuan yang telah kamu dan keluargamu berikan untukku." Sambil mengatakan itu, Sayu membungkukkan tubuhnya dengan tulus.
"Jangan khawatir, lagipula aku hanya kebetulan bertemu denganmu. Lalu, kamu bisa memanggilku 'Izuna' karena akan aneh jika kamu terus memanggilku 'Miyamura-san'."
"Eh? Tapi ..." Sayu berkata dengan ragu.
Tapi meski begitu, Izuna hanya melambaikan tangannya dengan santai dan sambil tersenyum kecil, dia berkata, "Tidak apa-apa, lagipula nama kita semua Miyamura disini, dan tidak mungkin bagimu untuk memanggil kami semua Miyamura kan?"
Tentunya, "Miyamura " disini yang dimaksud adalah dia, Izumi dan Iori. Tapi, karena Iori sudah meminta Sayu memanggilnya dengan namanya, maka yang tersisa adalah dia dan Izumi.
Dengan menggunakan alasan itu, dia bisa membuat Sayu memanggilnya dengan nama depannya.
"Ah, baiklah ... Izuna-san?"
Melihat Sayu yang masih canggung ketika memanggil namanya, Izuna sedikit tertawa dan berkata.
"Ya ya, Sayu. Bagaimana jika kita pergi? Ibu bilang sarapan hampir siap."
__ADS_1
"B-Baik!"
Berjalan mengikuti Izuna dibelakangnya, Sayu entah kenapa merasakan pipinya sedikit memanas saat ini.
______
07.30 AM.
Saat ini, Iori dan kedua putranya, dan ditambah dengan Sayu berada di ruang makan. Duduk disebuah kursi makan dengan berbagai macam hidangan yang sudah disiapkan di meja makan.
"Maaf Iori-san, aku tidak sempat membantumu pagi ini." Sayu menundukkan kepalanya dengan bersalah.
"Tidak apa, lagipula kamu pasti masih lelah kan? Karena itu, aku memasak banyak makanan hari ini. Jadi, makan yang banyak agar tubuhmu pulih oke?" Kata Iori sambil memberikan semangkuk nasi pada Sayu.
Di meja makan, Iori telah menyiapkan berbagai macam masakan yang cukup umum bagi orang Jepang; Nasi, udang goreng, sosis, daging, beberapa sayuran, tahu dan juga kecap asin.
"Nah, mari makan, Izumi juga makan. Hari ini, kamu harus berangkat pagi bukan?" Iori bertanya sambil mengalihkan pandangan ke Izumi.
"Ya, aku ada kelas olahraga hari ini, jadi aku akan berangkat lebih pagi dari biasanya." Izumi mengangguk dan berkata pada Iori dengan tenang.
"Oh ya, apa kalian kenal dengan orang dengan nama 'Yaegashi'?" tanya Iori.
"Yaegashi? Tidak, sepertinya aku belum pernah dengar." jawab Izuna.
"Tentu saja tidak, ksmu baru saja disana beberapa hari. Yang aku tanya adalah Izumi." kata Iori.
"Lalu, mengapa Ibu tidak mengatakan 'Izumi' alih-alih 'kalian'?" kata Izuna dengan wajah datar.
"Sudah, jangan dibahas. Bagaimana Izumi, apa kamu kenal dia?" Iori mengelak dan berkata seolah-olah dia tidak bersalah.
Izumi memegang dagunya dan berpikir sejenak, "Hmm, sepertinya aku hanya mendengar dari rumor tapi aku tidak tau ada murid dengan nama Yaegashi di kelasku."
"Begitukah? Kupikir dia mungkin satu angkatan dengan Izuna kalau begitu."
"Ada apa ini Ibu? Kenapa dengan Yaegashi ini?" Izuna bertanya.
"Tidak, hanya saja dia adalah putri teman lama Ibu, dan kita suda lama tidak bertemu, jadi aku hanya penasaran karena aku dengar jika dia sekolah di tempat kalian." Kata Iori.
"Bagitukah?"
__ADS_1
"Ya, jangan terlalu dipikirkan dan lanjutkan makan kalian."