[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
31. Pernyataan cinta


__ADS_3

"Nagumo-kun ... Bisakah aku menanyakan sebuah pertanyaan?" Kaori bertanya dengan ragu. Selama akhir-akhir ini, dia selalu terpikirkan tentang perkataan Izuna padanya, dan karena itu juga dia tidak bisa tidur di malam hari.


Dan, mungkin ini saat yang tepat baginya untuk menanyakan langsung hal ini kepada Hajime, begitukah pikiran Kaori.


Tapi disisi lain, Hajime cukup kerepotan, bukan hanya karena dengan adanya Kaori disini, tapi karena banyak tatapan penuh niat membunuh diarahkan kepadanya saat ini!


Ya, itu karena kehadiran Kaori di sampingnya. Seperti halnya saat disekolah, penampilan Kaori terlalu banyak perhatian, dengan wajahnya yang cantik dengan tampang polos seperti seorang malaikat, tubuhnya yang proposional dengan dadanya yang lumayan besar dengan kaki panjang mulus dan pinggangnya yang ramping tidak bisa tidak membuat orang yang melihatnya terpesona.


Itu juga yang menjadi alasan mengapa banyak yang memberikan Hajime tatapan membunuh ketika melihat Kaori mengobrol dengan akran bersamanya.


Jika Hajime adalah pria tampan denga penampilan yang keren, mereka akan diam saja karena mereka tau jika mereka tidak bisa dibandingkan dengan pria tampan seperti itu. Tapi Hajime tidak!


Wajah Hajime benar-benar rata-rata, bahkan tidak ada yang spesial dari penampilannya, dan jikapun ada, itu mungkin karena dia berpenampilan rapi dengan rambutnya yang dipangkas pendek dan pakaiannya yang tidak berlebihan.


Tapi mereka masih tidak terima!


Jika dibandingkan Hajime, mereka bahkan lebih baik!


Tapi kenapa gadis itu (Kaori) lebih memilih Hajime dibandingkan dengan mereka?!


Benar-benar membuat iri!


"A-Ah, bagaimana jika kita pindah ketempat lain? Tidak enak berbicara disini ..." kata Hajime dengan keringat dingin mengalir didahinya.


Jika tatapan mata bisa membunuh seseorang, dia mungkin sudah mati belasan kali saat ini!


Karena itu juga, dia mengajak Kaori untuk pergi, dan berharap jika dia tidak menolaknya. Karena akan sangat buruk baginya jika dia masih berada ditempat ini.


"Tentu, kenapa tidak?" Kaori tersenyum sebagai balasan. Dalam pikirannya, ini mungkin bisa menjadi kesempatan bagi dirinya untuk bisa lebih dekat dengan Hajime, karena itulah dia setuju dengan cepat.


______


"Jadi ... Apa yang ingin kamu tanyakan padaku, Shirasaki-san?" Hajime bertanya sambil menghela nafas lega. Ketika semua tatapan mematikan itu menatapnya dengan penuh kebencian, dia merasa jika dirinya hampir mati disana. Untungnya dia masih bisa menyelamatkan nyawanya, kalau tidak, entah apa yang akan terjadi dengannya jika dia tetap berada di tempat itu.

__ADS_1


"Emm, Itu ... Bagaimana mengatakannya ya ... Itu, aku ... Emm, aku ..." Kaori menggeliat dan tampak ragu untuk mengatakan apa yang ingin dia tanyakan, dia juga terlihat cukup gugup dan pandangannya kesana-kemari, seperti seseorang yang sedang kebingungan.


"Katakan saja padaku, Shirasaki-san." Jujur, Hajime sudah lelah dengan ini semua, dan ingin semua ini ceoat berakhir.


Beberapa hari yang lalu, dia menceritakan masalahnya kepada Ryo, dan dia juga meminta Ryo untuk memberikan beberapa saran padanya agar dia bisa keluar dari situasi yang tidak menyenangkan ini.


Dan apa yang dikatakan oleh Ryo sangat mudah;


"Jika kau tidak suka, maka katakan tidak padanya."


Hanya itu saja. Tapi, bagi Hajime itu adalah sesuatu yang sangat berat.


Dengan statusnya sebagai seorang 'Otaku', dia lebih suka menyendiri dan sebisa mungkin menghindari banyak perhatian dari orang sekitar padanya. Karena itulah, kehadiran Kaori yang membuat banyak orang mengalihkan perhatian mereka padanya benar-benar mengganggu baginya.


Tapi, dia tidak bisa menolak Kaori mengingat Kaori tidak melakukan kesalahan apapun padanya, dan dia juga tidak ingin membuatnya sedih.


Tidak, tunggu. Daripada tidak ingin membuat Kaori sedih, mungkin kata "Tidak ingin mendapatkan lebih banyak masalah karena telah membuatnya sedih" lebih tepat.


Ya, dengan status Kaori yang bisa dikatakan sebagai "Malaikat" bagi semua orang, jika ada yang membuatnya sedih, maka bisa dipastikan jika orang itu akan "Menghilang" dari dunia ini.


Tapi, bagi Hajime, itu seperti pedang bermata dua.


Jika dia menolak dan membuat Kaori sedih, dia akan "Menghilang", dan jika dia tidak mengatakan apa-apa dan membiarkan Kaori mendekatinya, itu sama saja dengan "Bunuh diri".


"Emm, Baiklah ... Aku akan mengatakannya padamu ..." Kaori menarik nafas panjang dan menghembuskannya, menenangkan dirinya dan menguatkan tekadnya terlebih dahulu.


Hajime juga tidak mendorongnya untuk segera berbicara, karena jika dia ditanya apakah dia gugup atau tidak? Maka bohong jika dia tidak gugup sekarang ini.


Dalam kepala Hajime, dia memikirkan banyak hal untuk mengarakan yang sebenarnya kepada Kaori, dan sama halnya dengan Kaori, dia juga menyiapkan dirinya sambil menarik nafas dalam-dalam.


" ... Aku menyukaimu, Nagumo-kun! Maukah kamu menjadi pacarku?!"


Dengan satu tarikan nafas, Kaori mengatakan apa yang ingin dia katakan. Badannya membungkuk 90° sambil tangannya terulur kedepan. Dia memejamkan matanya dan menunggu jawaban darang dari Hajime yang saat ini matanya terbelalak karena terkejut.

__ADS_1


Ya, Hajime terkejut.


Dia tidak menduga jika Kaori akan menyatakan cintanya padanya saat ini. Tidak, lebih tepatnya dia tidak menduga jika Kaori mencintanya!


Apa yang terjadi disini?!


Apakah ini benar-benar Shirasaki Kaori yang dia kenal?!


Kepala Hajime berputar, dan dia tidak tau harus merespon seperti apa saat ini.


"Emm ... Shirasaki-san, sepertinya aku tidak mendengar dengan jelas apa yang kamu katakan barusan ... Bisakah kamu mengatakannya sekali lagi?" kata Hajime dengan gugup. Jujur saja, dia tidak bisa menerima apa yang dia dengar barusan dan memilih untuk memastikannya sekali lagi.


Kaori membuka matanya, kepalanya mendongak dan menatap Hajime didepannya. Wajahnya memerah, tapi dia tetap melakukan apa yang Hajime katakan barusan.


"... Aku menyukaimu, Nagumo-kun. Aku sudah lama menyukaimu, dan aku tidak bisa memendam perasaan ini lebih lama lagi. Karena itulah, maukah kamu menerimaku sebagai pacarmu?"


Nafas Kaori memburu, dalam beberapa waktu terakhir, dia berpikir keras tentang apa yang Izuna katakan padanya saat itu.


Dan dia tau jika apa yang dikatakan Izuna tidak sepenuhnya salah, karena perasaannya saat ini masih sangat dangkal.


Dan daripada disebut sebagai 'cinta', perasaannya lebih tepat jika disebut sebagai 'kagum' semata. Dan dia juga tau, jika dia tidak segera bertindak, maka perasaannya ini akan semakin kacau dan mungkin akan menghilang cepat atau lambat.


Karena itulah, dia memutuskan untuk menyarakan cintanya pada Hajime saa ini juga, berharap jika seiring berjalannya waktu mereka pacaran, perasaannya juga semakin kuat.


Dan dia menunggu jawaban dari Hajime dengan penuh harapan. Dan dia yakin jika Hajime tidak mungkin akan menolaknya.


Lagipula, siapa yang bisa menerima gadis cantik yang menyatakan cintanya padamu?


Tidak ada kan?


Dan bukanya narsis atau apa, tapi Kaori sangat percaya diri dengan penampilannya. Dia selalu merawat kulitnya dan menjaga penampilan agar selalu terlihat cantik. Karena itu, dia memiliki kepercayaan diri yabg cukup tinggi tentang penampilannya.


Tapi, jawaban yang dia terima tidak seperti apa yang dia bayangkan ...

__ADS_1


"Maaf ..." Hajime berkata dengan pelan, "Maafkan aku, Shirasaki-san. Tapi aku benar-benar tidak bisa menerima perasaanmu."


__ADS_2