![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
Rabu, 11 Mei.
05.15 AM.
Matahari masih belum terbit, tapi Izuna saat ini sudah bangun dan bersiap untuk berolahraga.
Mengenakan sebuah kaos lengan pedek berwarna putih polos dengan celana training berwarna hitam, sepatu lari abu-abu dengan kaos kaki hitam pendek, Izuna berlari menyusuri jalanan yang masih sepi dan cukup gelap.
Karena matahari belum sepenuhnya terbit, tidak banyak orang yang lewat, mungkin hanya beberapa orang yang sedang jogging atau berolahraga yang keluar pagi-pagi buta seperti ini.
Izuna, setelah dia mengalami kematian satu kali, dia tidak ingin kesalahan dimaaa lalunya terulang lagi. Dulu, dia tidak terlalu suka olahraga, membuat tubuhnya lemah dan memikiki stamina yang tidak banyak.
Hidupnya juga cukup buruk dimana dia tidak terlalu suka makan sayur-sayuran dan juga buah-buahan, yang biasanya dia makan hanyalah makanan instan yang biasa dia beli di minimarket terdekat.
Selain harganya yang murah, makanan instan juga tidak membutuhkan waktu lama untuk disiapkan, cukup beberapa menit dan sudah siap disantap.
Itulah alasan mengapa Izuna sering membeli makanan instan—mie instan khususnya.
Tapi, gara-gara hal itu juga, tubuhnya lemah dan sakit-sakitan. Dia juga memiliki banyak lemak di perut dan seluruh anggota tubuhnya, hampir membuat tubuhnya mengalami obesitas.
Tapi itu juga karena dia hidup sendiri. Tidak ada seseorang yang peduli atau memperhatikan hidupnya.
Berbeda dengan sekarang. Saat ini, ada Iori yang selalu membuatkan makanan sehat dan bergizi untuknya, dia juga yang membuatnya disiplin dan rajin berolahraga.
__ADS_1
Yah, sebenarnya Izuna jogging pagi ini juga karena Iori.
Di pagi hari, Iori memaski kamarnya da membangunkannya, menyuruhnya untuk jogging agar tubuhnya yang kaku segera pulih lagi.
Bukannya Izuna tidak suka atau apa, malahan dia sangat beruntung memiliki Ibu seperti Iori dihidupkannya yang kedua ini. Dimasa lalu, Izuna belum pernah merasakan kasih sayang Orangtua karena orangtuanya tidak terlalu memperhatikannya.
Saat dia beranjak dewasa juga mereka selalu sibuk, hingga akhirnya, ketika dia berusia 20 tahun, karena sebuah kebakaran di rumahnya, kedua orangtuanya meninggal dunia.
Izuna masih selamat karena saat itu dia sedang berada di tempat kerja paruh waktunya. Tapi, meski mendengar berita kematian tentang orangtuanya, itu tidak menggerakkan hati Izuna.
Dia tidak merasa kehilangan atau merasa sedih mendengar orangtuanya meninggal—tidak, dia bahkan tidak merasakan apa-apa saat itu.
Beberapa orang mengatakan, "Orang yang terbiasa diabaikan tidak akan merasa kehilangan" sepertinya itu benar. Pikir Izuna saat itu.
Dengan gajinya yang sedikit itu, Izuna berinisiatif untuk melakukan usaha sampingan. Dia menabungkan uangnya sedikit demi sedikit, memghemat pengeluarannya dan hanya makan 1 atau dua kali sehari, dan makanan itu hanyalah mie instan yang hanya beberapa yen saja.
Dengan begitu, dalam waktu 3 tahun, uang yang dikumpulkan oleh Izuna cukup untuk membuka usaha kecil, tapi sayangnya harga sewa bangunan di negara ini mahal, dan uangnya tidak akan cukup untuk itu.
Karena itulah, dia mengundurkan diri dari perusahaan, mengatakan jika dia akan membuka usaha sendiri, tapi itu bohong.
Izuna mengundurkan diri karena ada seorang kenalan yang menawarkan pekerjaan untuknya, gajinya juga lumayan besar dan lebih dari cukup untuk kesehariannya.
Karena itulah, dia memilih untuk mengundurkan diri dan bergabung dengan perusahaan temannya itu.
__ADS_1
Tapi sayang, belum satu tahun dia bekerja disana, dia harus kehilangan nyawanya karena sebuah kecelakaan.
Ketika dia hendak menyeberang jalan, sebuah mobil kehilangan kendali dan menabraknya yang saat itu berada ditengah jalan dalam prosesnya.
Tubuhnya terpental hingga beberapa meter jauhnya dan dia mengalami banyak pendarahan di tubuhnya.
Kepalanya dipenuhi darah, tulangnya retak dan patah, kaki dan tangannya lemas dan tidak bisa digerakkan, dan pandangannya mulai kabur. Izuna juga bisa merasakan jika nafasnya mulai melambat, dadanya sesak dan dia merasakan sakit disekujur tubuhnya.
Memang, perasaan ditabrak oleh benda—khususnya mobil dengan kecepatan tinggi bukan main.
Apalagi itu Izuna, yang tubuhnya tidak kuat dan bahkan bisa dibilang cukup lemah. Hanya dengan satu hantaman dan "Boom!", dia mati.
Ya, dia mati saat itu juga.
Tapi siapa sangka, jika jiwanya berpindah ke tubuh seorang remaja di dunia lain, dan dia juga memiliki sebuah sistem yang merupakan cheatnya di dunia ini.
Dan saat itulah, Izuna tau jika kesempatan kedua memang benat adanya.
Dan dia akan menggunakan kesempatan keduanya ini untuk hidup yang lebih baik!
Dia akan menikmati masa mudanya dan dia tidak ingin menyesal seperti di masa lalu!
"Ya, aku harus melakukannya!"
__ADS_1