[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
8. Bertemu lagi


__ADS_3

Izuna berjalan pulang sendirian menuju rumahnya sambil mencoba menyembunyikan ekpresi pucatnya setelah apa yang dilakukan Kana padanya.


Izumi memiliki kelas tambahan, jadi dia akan pulang terlambat. Karena Izuna tidak ingin menunggunya, dia memutuskan untuk pulang sendiri dan meninggalkannya.


"Sekarang aku tau kenapa dia dijuluki 'Oni no Kojima' oleh para murid disana..." Izuna bahkan langsung merasa pucat ketika memikirkan apa yang dilakukan dia padanya.


'Tidak! Tidak! Tidak!'


Izuna langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat dan memutuskan untuk melupakan kejadian sebelumnya.


Walaupun dia memiliki kesempatan untuk bisa melihat tubuh sempurna Kana, tapi mengingat betapa ngerinya saat dia marah, dia tidak mau mengalami hal yang sama lagi untuk kedua kalinya.


Izuna saat ini memikiki dua ingatan yang saling bertumpang tindih, dan juga kepribadian Izuna juga bertumpang tidih satu sama lain.


Dan karena itu, kedua ingatan, kepribadian,, dan ingatan Izuna lama dan Izuna yang sekarang telah menyatu saat ini.


Berjalan menyusuri jalan yang sedikit sepi karena pada jam saat ini, kebanyakan orang masih berada di tempat kerja mereka atau bersantai dirumah.


Karena merasa sedikit haus, Izuna kemudian mampir ke salah satu minimarket untuk membeli sebotol minuman.


"Selamat datang."


Memasuki minimarket, dia langsung disambut oleh pegawai dengan senyuman mereka.


Izuna kemudian mulai mencari apa yang ingin dia beli. Dia kemudian mengambil sekaleng minuman dengan rasa cola, dan beberapa snak untuk camilan dijalan.


Setelah membayar semuanya, Izuna membuka kaleng minuman dan meneguknya.


*Gulp* *Gulp* *Gulp*


"Ahh..." Izuna menyeka sedikit air disudut mulutnya sambil tersenyum dan memikirkan hal yang indah.


___


Crak || Crak || Crak


Izuna memasukkan Snacks kemulutnya dan mengunyahnya dan kemudian menelannya.


Kemudian dia sengaja tidak langsung pulang ke rumah dan berbelok atah menuju ke sebuah taman yang letaknya tak jauh dari tempatnya saat ini.


Duduk di salah satu bangku di taman, dia memejamkan matanya sambil menghirup udara segar disekitarnya.


Dengan pepohonan yang rindang dan juga bau harum dari berbagai jenis tanaman dan bunga, Izuna merasa ketenangan berada ditubuhnya.


Ditambah dengan angin sepoi-sepoi menambah suasana saat ini.


"Beginilah seharusnya hidup..."


Meskipun Izuna memiliki kepribadian yang nakal, tapi bukan berarti Izuna tidak menyukai ketenangan seperti sekarang.


Dia juga mengambil ponsel dari sakunya dan memasangkan Earphone di telinga kanannya.


Memutar lagu, Izuna merasa suasana sekarang ini sangat sempurna untuknya.


Mendengarkan lagu dengan lembut, Izuna memejamkan matanya sambil meresapi setiap nada yang didengarnya.


Lagu kemudian berakhir dan Izuna menghela nafas panjang dan membuka matanya, lalu memasang piercing di telinganya lagi. Ada alasan khusus mengapa tidak ada yang menyadari lubang tindik di telinga Izuna, itu karena dia sudah menyamarkannya sebelumnya dengan sebuah krim khusus yang senada dengan warna kulitnya.


Jadi, hampir mustahil bagi seseoranh melihat lubang tindiknya jika tidak dari jarak yang dekat. Ditambah, lubang tindik itu sangat kecil, dan dengan krim itu, membuatnya tersamarkan dengan sempurna.


Dia tidak melepas piercing yang ada di lidahnya karena tempat itu kemungkinan tidak akan banyak diperhatikan oleh orang.


"Huh..."

__ADS_1


Izuna kemudian hendak berdiri sebelum dia akhirnya mendengar sebuah suara yang sepertinya dari seorang gadis.


"Hey, ayo turun atau kamu akan terjatuh!"


Menolehkan wajanya, Izuna melihat gadi yang tidak asing dari sudut pandangnya.


'Gadis itu...?'


Merasa kalau dia mengenal gadis itu, Izuna berdiri dan menghampiri gadis yang tak jauh dari tempatnya duduk tadi.


Gadis itu memiliki rambut hitam sepanjang pinggang yang memiliki poni panjang menggantung di dahinya, mata coklat tua dan dia terlihat memiliki ekspresi yang tidak menyenangkan diwajahnya.


"Kotegawa-san, sudah lama." Kata Izuna ketika dia berjalan mendekati gadis itu.


Gadis itu, yang merasa seseorang memanggil namanya menoleh kebelakang, dan melihat Izuna dari sudut pandangnya. Merasa tidak asing dengan wajahnya, gadis itu kemudian berseru.


"Miyamura-san?" dia bertanya.


Izuna mengangguk, "Sudah lama bukan, Kotegawa-san? Apa yang kamu lakukan disini?" Izuna bertanya.


Gadis itu tadi, yang dipanggil Izuna sebagai "Kotegawa-san" adalah gadis yang sebelumnya pernah ditolong Izuna ketika menghadapi preman.


Namanya adalah Kotegawa Yui, seorang sisi SMA yang bersekolah di SMA Katagiri sebagai siswi tahun pertama.


Yui tidak menjawab, tapi dia menoleh kesebuah pohon disebelanya, tepatnya kesalah satu dahan tersebut.


Mengikuti pandangan Yui, Izuna melihat seekor kucing putih yang sepertinya tidak bisa turun dai atas pohon, meringkuk disana dan cukup ketakutan.


'Bisa naik dan tidak bisa turun...?' pikir Izuna.


Melihat kucing yang meringkuk ketakutan tersebut, Izuna hanya menatapnya dengan datar, tidak pernah tau jika ada kucing yang takut ketinggian.


Tapi, dia dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya ketika Yui mengalihkan padangannya kearahnya.


Dia melepas sepatunya dan menaruh tasnya di tanah, dan bersiap untuk memanjat pohon didepannya.


Cukup mudah bagi Izuna untuk menurunkan kucing itu karena dia tidak takut ketinggian dan dia cukup ahli dalam memajnat pohon. Jadi, hanya dalam beberapa menit, dia berhasil membawa kucing itu turun dan menyerahkannya pada Yui.


"Kucing ini milikmu?" Izuna bertanya.


Yui menggelengkan kepalanya dengan pipinya yang sedikit diwarnai rona merah muda, "Tidak, ini bukan milikku. Hanya kebetulan melihat kucing ini terjebak diatas sana. Tapi karena aku tidak bisa memanjat, aku tidak tau bagaimana cara menolongnya."


"Begitu, apakah kamu suka kucing, Kotegawa-san?" Izuna bertanya.


"Ma-Mana mungkin! A-Aku hanya kebetulan ingin menolongnya. Bu-Bukan berarti aku suka kucing atau semacamnya!" Kata Yui sambil menaikkan nada suaranya, menolak dengan keras dengan wajahnya memerah.


"Yah, maaf. Tapi dari yang aku lihat, kamu cukup lembut dengan kucing itu?" Izuna bertanya, dalam sudut pandangnya, dia melihat Yui meletakkan kucing itu dalam pelukannya, dan mengelus lembut bulunya yang membuanya mendengkur kenikmatan.


"Ja-Jangan salah paham! A-Aku tidak suka kucing atau apa! I-Ini hanya ... hanya ... Benar! Ini hanya untuk membuatnya tenang karena dia ketakutan tadi! Benar, benar seperti itu!" Mengataka itu, Yui menganggukkan kepalanya beberapa kali dengan tegas, puas dengan jawaban yang dia katakan.


"B-Begitukah ...? Y-Yah, mungkin aku akan pamit karena aku harus pulang sekarang. Sampai jumpa lagi, Kotagawa-san." Kata Izuna, dia mulai mengenakan sepatunya kembali dan mengambil tasnya, bersiap untuk pergi. Tapi, Yui tiba-tiba memegang sudut pakaiannya.


Izuna, yang tadinya hendak pergi terdiam. Dia menoleh kebelakang hanya untuk melihat Yui yang sedang memegang sudut pakaiannya dengan wajah tertunduk.


"... Hei, Miyamura-san. Kemarin aku janji untuk membalas kebaikanmu bukan?" Yui bertanya setelah terdiam beberapa saat.


"Yah, entahlah. Mungkin?" Izuna menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan lainnya.


"Kalau begitu, maukah kamu pergi denganku? Aku akan mentraktirmu makan, apa kamu mau?" Yui bertanya, dia mencoba untuk bersikap tenang dan alami, tapi ekspresi wajahnya mengkhianatinya karena wajahnya memerah dengan keras saat ini.


"Ahh, tentu kenapa tidak?" Kata Izuna.


_____

__ADS_1


Izuna berjalan dengan Yui yang berjalan tak jauh di sampingnya. Yui, bagaimanapun tidak memiliki pengalaman dengan seorang pria, jadi dia sedikit atau mungkin sangat gugup dengan ini.


Ada alasan mengapa dia tidak pernah dekat dengan lawan jenisnya. Di masa kecilnya, Yui membenci semua anak laki-laki karena betapa kejamnya, tidak tahu malu dan menyatakan bahwa mereka menyebabkan banyak kesulitan sebagai perwakilan kelas di kelas 5. Dia akan mencoba untuk melindungi anak perempuan dari anak laki-laki yang akan melakukan hal-hal ini kepada mereka, dan karena itu dia berpikir bahwa segala jenis cinta atau romansa tidak tahu malu karena itu berarti dekat dengan anak laki-laki.


"Benar, Kotegawa-san... Apakah kau juga sekolah di SMA Katagiri?" Karena perjalajan mereka agak canggung, Izuna memutuskan untuk memcah keheningan diantara mereka.


"... Benar. Apa ada masalah?" Yui berkata setelah ada sedikit jeda.


"Tidak, hanya saja seragam sekolahmu tidak asing. Bukankah kamu lihat seragam yang yang aku kenakan sekarang?" Izuna bertanya, sambil menunjuk seragam yang masih ia kenakan.


"Kamu dari Katagiri juga, Miyamura-san? Tapi kenapa aku tidak pernah tahu?" Yui bertanya dengan keterkejutan diwajahnya.


"Benar, aku adalah siswa pindahan disana. Karena itulah kamu tidak perna melihatku disana." Kata Izuna.


Mereka sedikit mengobrol selama sisa perjalanan mereka, yang menurut Yui tidak terlalu buruk.


Tempat yang mereka datangi ini sebenarnya adalah rekomendasi dari Izuna, dia mencari tempat yang mungkin akan disukai oleh Yui melihat ekspresinya tadi.


_____


Sebenarnya, lokasi Kafe yang akan mereka datangi sedikit jauh, tapi karena mereka berbicara satu sama lain, perjalanan tidak terasa melelahkan dan bahkan menyenangkan, terutama untuk Yui.


'Perasaan ini...'


Yui memegangi dadanya yang berdebar-debar, dan dia tidak menyadari jika wajahnya sedikit memerah.


Dia juga tersipu entah kenapa saat dia melihat Izuna tersenyum dari jarak yang cukup dekat.


'Tidak! Tidak! Tidak!'


Yui menggelengkan kepalanya dengan cepat dan menghilangkan semua pikirannya saat ini.


Izuna yang merasa aneh dengan ekspresi Yui kemudian bertanya padanya, "Apakah ada masalah, Kotegawa-san?"


"Hah...?" Yui langsung tersentak ketika mendengar perkataan Izuna.


"T-Tidak, hanya saja aku sedikit lelah..." Yui memang merasa sedikit lelah saat ini, dia tadi memang tidak merasakannya, tapi ketika dia sedikit linglung barusan, dia baru merasa jika kakinya sedikit kelelahan.


"... Begitukan?" Izuna memegang dagunya dan berpikir sejenak, "Bagaimana jika kita duduk dan beristirahat terlebih dahulu?"


"Umm" Yui tidak menolak dan mengangguk setuju.


Dia merasa lelah, dan dia ingin beristirahat dan duduk untuk saat ini.


Mereka menemukan sebuah bangku, dan duduk disana. Mereka saat ini sudah berada di taman yang berbeda dari mereka bertemu tadi.


Taman dimana mereka sekarang adalah sebuah taman bermain dengan beberapa wahana untuk anak-anak seperti; Ayunan, Seluncuran dan lainnya.


Disana juga ada beberapa anak yang umurnya tak jauh berbeda sedang bermain sepak bola. Beberapa anak lainnya sedang bermain dengan teman mereka sendiri, dan semuanya memiliki senyuman diwajah mereka dan tertawa satu sama lain.


Yui mempeehatikan ini dan merasa aneh, karena dia tidak pernah mengalami situasi seperti ini sebelumnya. Izuna yang memperhatikan ini kemudian memegang tangan Yui dengan lembut.


Yui yang menyadari ini menoleh kearah Izuna yang hanya menatap lurus kedepan dengan senyuman diwajahnya.


Yui tersipu melihat senyuman hangat itu, dan mengalihkan pandangannya kearah lain.


Yui biasanya jika mengalami hal yang berhubungan dengan Mesum, Nakal dan sebagainya akan selalu mengatakan "Tak Tau Malu!", "Memalukan!", atau "Menjijikkan!".


Tapi, entah kenapa dia sekarang tidak bisa mengatakan itu karena kehangatan yang diberikan oleh tangan Izuna padanya.


Berbeda dengan sifatnya yang pemalu dan juga memiliki sifat Tsundere, Yui memiliki sosok montok dan sering diidolakan oleh gadis-gadis lain karena sosoknya yang cantik. yang seharusnya dianggap normal untuk anak seusianya untuk merasa rendah diri. Ironisnya, dia sebagian besar tidak menyadari hal ini.


Namun, bagi Yui, sosoknya yang murah hati telah menjadi sumber rasa malu baginya. Fakta yang dimanfaatkan oleh temannya untuk menggodanya.

__ADS_1


Yui memejamkan matanya dan menikmati perasaan ini, dia tidak pernah merasakan perasaan hangat sepeeti ini sebelumnya, jadi dia hanya membiarkannya dan tidak melakukan apapun.


__ADS_2