![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
"Eh, Izuna-kun? Kenapa ada disini?" Hakari bertanya dengan ekspresi terkejut yang terpasang diwajahnya. Dia tidak menyangka jika Izuna akan berada disini sekarang, tapi entah bagaimana dia mengantisipasi apa yang akan terjadi kedepannya.
"Aku membawakan kalian minuman, ngomong-ngomong Asuna sudah kembali ke kelas duluan, dan aku sarankan kau melakukan hal yang sama. Hujan mungkin akan turun sebentar lagi, dan akan buruk jika kau terkena hujan, Hakari." kata Izuna sambil memberikan 1 kaleng minuman lain yang ia beli pada Hakari.
"Eh, benarkah? Yah, aku akan melakukannya, dan juga maaf telah merepotkan." Hakari mengangguk dan dia mengambil kaleng minuman itu dari tangan Izuna.
'Haahh, ini kan?' Hakari tiba-tiba memikirkan sesuatu didalam kepalanya saat ini ketika dia melihat kaleng minuman ditangannya.
"Yah, aku berterimakasih padamu karena telah memberikan ini padaku. Tapi, aku tidak bisa menghabiskan jus kaleng ini sendirian." Hakari meletakkan kedua tangannya di pipinya, menatap Izuna dan bertanya, "maukah kau meminum setengahnya...?!"
Ini dia, Hakari tidak akan disebut sebagai seorang "Kikuk Kalkulatif" jika dia tidak bisa memikirkan hal seperti ini.
Hakari terpikir sebuah rencana untuk mendapatkan 'ciuman tidak langsung ' dari Izuna ketika melihat jus kaleng ditangannya. Dan, dia pasti akan berhasil kali ini.
Memang benar, Hakari telah melakukan berbagai rencana untuk mendapatkan ciuman tidak langsunh dari Izuna, dan bukan hanya ciuman tidak langsung, tapi lebih dari itu pernah dia lakukan sebelumnya.
Hanya saja, semuanya berakhir dengan kegagalan.
Tapi yang pasti, dia tidak akan membuat kesalahan yang sama seperti yang terkahir kali!
"Ah, soal itu. Aku tadi sempat membeli yang 190ml untuk jaga-jaga jika salah satu dari kalian mungkin sedang diet, untung saja aku membeli keduanya, 'kan?" kata Izuna sambil mengeluarkan sekaleng minuman lain dan menunjukkan pada Hakari.
Tapi, tidak seperti kaleng minuman yang sebelumnya yang berisi 350ml, kaleng ini memiliki ukuran yanb lenih kecil karena hanya berisi 190ml.
"Ah, t-tapi ...." Hakari mulai gelisah karena berpikir jika rencananya mungkin gagal, tapi dia lalu terpikirkan sesuatu dan berkata lagi, "190ml ya.... Setengahnya dari 350ml adalah 175ml .... jadi, masih ada sisa 15ml. Benarkan masih tidak bisa kuhabiskan sendirian."
"Apa kelebihan 15ml juga masih terlalu banyak untukmu?!" Izuna bertanya sambil menatap Hakari dengan terdiam. Dia tidak menyangka jika gadis ini akan begitu perfeksionis.
"Yah, baiklah, kalau begitu aku akan meminumnya." Izuna membuka pin pengaitnya dan mulai meminum sedikit jus kaleng yang ia beli sebelumnnya. Setelah dia merasa telah meminum 15ml, dia kemudian memberikannya pada Hakari.
__ADS_1
"Ini, sudah aku minum 15ml."
"Terimakasih." Hakari mengangguk sambil tersenyum ketika dia mengambil kaleng minuman itu dari Izuna.
Hakari menatap bekas bibir Izuna di kaleng sebelumnya dan pikirannya dipenuhi oleh 'ciuman tidak langsung dengan Izuna-kun.' saja.
Dan bahkan, karena pikirannya saat ini terlalu sibuk dengan 'ciuman tidak langsung dengan Izuna ', dia salah memperkirakan jarak antara kaleng dengan bibirnya.
Alhasil, ketika dia hendak meminumnya, jus kaleng itu tumpah ke tanah alih-alih ia minum.
"Hakari?!" Izuna terkejut.
Hakari berdiri dengan mata mati ketika kaleng minuman ditangannya terlepas dan jatuh ke tanah dengan suara "klang", menggelinding beberapa kali sebelum akhirnya berhenti.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! Padahal aku sangat menyukai jus itu!!!" Hakari berlutut sambil memukul-mukul tanah dengan tangannya, merasa memyesal karena telah melewatkan kesempatan untuk mendapatkan 'ciuman tidak langsung' dari Izuna.
Beginilah yang sebenarnya terjadi selama ini, Hakari begitu kikuk hingga meski semua rencananya sangat bagus dan bisa dikatakan hampir sempurna, tapi semua rencananya gagal karena sifatnya yang kikuk ini.
"Ini."
Hakari mendongak ketika dia melihat sebuah sapu tangan di pandangannya, mendongakkan kepalanya keatas, dia menatap Izuna yang memberikan sapu tangan itu kepadanya.
"Ini, gunakan sapu tanganku. Minumannya mengenai pakaianmu sebelumnya, gunakan ini untuk membersihkannya." kata Izuna sambil menyodorkan sapu tangan miliknya sambil memasang senyuman kecil diwajahnya. Meski Hakari mungkin gadis yang kikuk, tapi menurutnya itu adalah salah satu poin yang membuatnya tertarik padanya.
Seperti setiap orang, Hakari memiliki poin yang membuatnya menarik bagi orang lain. Dan bagi Izuna, sifatkya yang kikuk-lah yang membuatnya tertarik.
'Kenapa ....? Selalu saja ....' Hakari menundukkan kepalanya, tidak mengambil sapu tangan dari tangan Izuna dan malah tertunduk dibawah sana.
Setelah beberapa saat, Hakari mengulurkan tangannya kedepan, tapi alih-alih mengambil sapu tangan dari tangan Izuna, dia membiarkan sapu tangan itu terjatuh ke tanah ketika dia mengambil tangan Izuna dan menggenggamnya.
__ADS_1
'Tangannya hangat, dan rasanya juga sangat lembut dan nyaman ...."
"Hakari?" Izuna menatap Hakari yang memegang tangannya dengan bingung. Dia tidak bisa melihat ekspresinya saat ini karena kepalanya yang tertunduk dan rambutnya yang menghalangi Izuna melihat wajahnya.
"Izuna-kun ...." Hakari berkata dengan suara pelan, dia menghela nafas dan sepertinya sedang menguatkan tekadnya untuk melakukan sesuatu.
Setelah beberapa saat, dia mendongakkan kepalanya dan menatap Izuna dengan penuh tekad di matanya ketika dia masih menggenggam tangannya.
"Aku mencintaimu! Berpacaranlah denganku!"
"A-APA?!" Suara terkejut kemudian terdengar, tali alih-alih berasal dari Izuna, suara itu datang dari Asuna yang tidak sengaja mendengar tentang pernyataan cinta Hakari.
Hakari menatap Asuna dengan tatapan rumit karena mereka sebelumnya pernah sepakat untuk tidak mencuri start masing-masing dan hanya bergerak ketika Izuna bergerak pada mereka.
"Eh, Asuna? Kenapa kau ada disini?" Izuna juga berbalik dan menatap Asuna yang saat ini ada di belakangnya dengan bingung. Asuna sebelumnya sudah ia bsritahu untuk kembali ke kelas terlebih dahulu, tapi dia tiba-tiba kambali lagi kesini.
Asuna mengabaikan reaksi Izuna dan berjalan kearah Hakari, "Bukankah kita sepakat untuk tidak mencuri start satu sama lain? Kenapa kau melakukan ini?!"
"Y-Yah .... Aku tidak bisa menahannya ketika Izuna-kun terlihat sangat keren barusan ...." Hakari mengalihkan wajahnya sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal dengan telunjuknya.
"Hmph! Omong kosong!" Asuna mendengus sambil menyilangkan tangannya dengan kesal. Dia kemudian menatap Izuna dan mengerutkan keningnya, 'sepertinya aku juga harus melakukan itu ....'
Asuna mengambil nafas dalam-dalam, wajahnya semerah tomat dan dia tersipu begitu dalam hingga bahkan daun telinganya juga terlihat merah.
"I-Izuna...kun.... Aku mencintaimu. Berpacaranlah denganku!" Meski kalimat awalnya suara Asuna cukup malu dan ragu, tapi dia langsung menguatkan tekadnya dan mengerahkan semua yang dia miliki.
Hakari menatap Asuna dengan tidak percaya, dia tidak menduga jika Asuna akan melakukan pengakuan setelah melihatnya menyatakan cinta pada Izuna.
*Dup*Dup*Dup*
__ADS_1
Jantung mereka berdua berdegup kencang, dan tubuh mereka juga memanas, wajah mereka tersipu ketika mereka menunggu jawaban dari pria yang membuat diri mereka seperti ini.
""Nah, Izuna-kun, siapa yang akan kamu pilih?""