![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
Waktu berlalu begitu cepat, akhirnua mereka bertiga memutuskan untuk kembali karena hari juga semakin larut.
Tidak terasa jika sekarang sudah jam 8 malam, dan karena itu, Izuna memutuskan untuk mengantar mereka berdua pulang ke rumah mereka masing-masing.
Sebenarnya, keduanya menolak kebaikan Izuna dan berkata jika mereka bisa pulang sendiri. Hanya saja, sebagai seorang pria, Izuna tidak bisa meninggalkan dua gadis sendirian di tengah malam seperti ini.
Meskipun Jepang mungkin Negara yang aman dengan tingkat kriminalitas yanh rendah, tapi kejahatan bisa terjadi karena mereka punya kesempatan untuk melakukannya.
Jadi, untuk berjaga-jaga, lebih baik jika Izuna mengantarkan keduanya pulang supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Terimakasih telah mengantarku pulang, Miyamura-kun. Shizuku-chan juga, ini benar-benar hari yang menyenangkan. Aku harap kita bisa melakukan hal seperti ini lain kali!" Kaori berkata dengan penuh semangat. Dia tidak bisa tidak memikirkan apa yang mereka lakukan sore ini.
Meskipun itu sangat singkat, tapi kebersamaan mereka begitu hangat hingga dia bahkan tidak bisa memikirkan hal lain lagi saat itu. Yang ada dipikirannya saat itu adalah bagaimana menikmati setiap momen yang ada atau bagaimana waktu bisa berjalan lebih lambat agar dia bisa menikmati kebersamaan itu lebih lama.
Tapi, sayangnya waktu berlalu begitu saja dan mereka harus berpisah karena hari sudah malam.
Dia bertanya-tanya, apakah mereka bisa melakukan perjalanan lain bernama lain kali?
'Sepertinya mungkin...'
_________
Setelah mengantar Kaori pulang ke rumahnya, Izuna berjalan dengan Shizuku saat mereka melewati jalanan yang gelap dan hanya diterangi oleh lampu jalan dan cahaya bulan menuju ke rumah Shizuku.
"Hey, Miyamura." Shizuku tiba-tiba membuka mulutnya tanpa menoleh kearah Izuna.
"Izuna." kata Izuna dengan tenang.
__ADS_1
"Hm?" Shizuku menoleh kearah Izuna dan menatapnya dengan bingung.
"Panggil saja aku Izuna. Lagipula aku cukup tidak nyaman ketika orang lain memanggilku dengan maa keluargaku." kata Izuna sambil menoleh kearah Shizuku. Memang benar, selama ini kebanyakan orang akan memanggilnya dengan nama keluarganya, dan hanya beberapa saja yang memanggilnya dengan nama panggilannya.
Izuna bukan orang Jepang murni, dan meskipun Izuna yang di dunia ini adalah penduduk Jepang asli, tapi jiwanya tidak.
Jiwanya adalah Izuna dari dunia lain yang suda mati dan menempati tubuh Izuna di dunia ini. Karena itu, dia juga cukup tidak terbiasa ketika orang lain memanggilnya dengan nama keluarganya.
Tapi dia tahu jika ini adalah kebiasaan orang Jepang, dan mau tidak mau dia harus terbiasa dengan kebiasaan ini. Yah, setidaknya dia ingin orang yanh cukup dekat dengannya memanggilnya dengan nama panggilannya alih-alih nama Keluarganya.
"B-Begitu...? Kalau begitu, Izuna.... kau juga bisa memanggilku Shizuku..." Shizuku cukup pemalu saat ini. Ini adalah pertama kalinya dia memanggil orang selain teman masa kecilnya (Kouki dan Ryuutaro) dengan nama panggilannya. Tapi, dia diam-diam merasa senang dan tidak bisa mengatakan kenapa dia bisa merasakan itu.
"Kalau begitu, aku akan memanggilmu Shizuku. Apa itu baik-baik saja?"
"U-Um..." Shizuku mengangguk dengan malu-malu.
"Ah, itu, aku ingin berterimakasih padamu." kata Shizuku sambil menatap Izuna dengan senyum tulusnya.
Izuna sedikit terpana ketika melihat senyuman Shizuku, tidak menduga jika senyuman Shizuku akan semanis ini. Tapi, dia dengan cepat menyingkirkan apa yang ada didalam pikirannya dan bertanya, "Berterimakasih? Untuk apa?"
Lagipula, dia merasa tidak melakukan sesuatu yang pantas untuk manerima terimakasih dari Shizuku. Dan juga, pertemuan mereka benar-benar tidak terduga dan terjadi dalam waktu yang cukup singkat. Jadi, Izuna tidak mengerti kenapa Shizuku tiba-tiba berterimakasih kepadanya.
"Terimakasih karena telah membuat Kaori bisa tersenyum seperti dulu lagi." kata Shizuku sambil menatap ke langit yang saat itu dipenuhi oleh bintang yang bertaburan, "kau mungkin tidak tahu, tapi akhir-akhir ini Kaori sangat bimbang akan sesuatu. Dia juga selalu memaksakan senyumannya seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tapi, sebagai sahabatnya, dia tidak bisa menipuku. Aku sudah mengenal Kaori sejak kecil, dan aku tahu bagaimana Kaori dengan baik." Dia menghela nafas sejak, menatap Izuna dan melanjutkan, "sebenarnya, aku juga cukup terkejut ketika Kaori tiba-tiba mengajakku pergi ke taman Inokashira sebelumnya, tapi aku menurutinya karena berpikir mungkin ini bisa mengalihkan pikirannya. Tapi, secara tidak terduga kami melihatmu ada di sana dan Kaori juga lah yang berinisiatif untuk menyapamu sebelumnya. Kupikir, aku mungkin tidak akan melihat senyuman murni Kaori lagi dalam waktu lama. Tapi, sepertinya dugaan ku salah karena aku bisa melihatnya lagi hari ini."
Memang benar, banyak masalah yang dihadapi Kaori akhir-akhir ini, dan yang terbaru adalah dirinya yang ditolak oleh Hajime ketika mengungkapkan perasaan cintanya pada Hajime.
Kaori berpikir jika Hajime akan menerimanya, mengingat mereka cukup dekat dan mereka juga sering mengobrol (dalam pikirkan Kaori). Hanya saja, dia tidak tahu jika Hajime hanya menganggap jika Kaori itu adalah gadis yang merepotkan.
__ADS_1
Gara-gara Kaori selalu menyalanya setiap hari, ada banyak tatapan mematikan yang diarahkan kepadanya. Karena Kaori juga dia sering mengalami pembullyan oleh kelompok Hiyama. Karena itulah, Hajime tidak menyukai Kaori.
Hanya saja, bisakah Hajime mengatakan itu secara langsung pada Kaori?
Jawabannya adalah tidak!
Dia masih ingim hidup, dan meski dia tidam peduli dengan sekitarnya, dia tahu jika dia mengatakan hal itu secara langsung pada Kaori, dia tidak kekurangan orang untuk membuat hidupnya penuh derita selama sisa waktunya di sekolah.
Karena itulah, Hajime hanya diam dan sebisa mungkin menganggapi Kaori dengan sedikit atau tidak sama sekali.
Jika Kaori mengetahui fakta ini, dia mungkin akan benar-benar mengalami depresi berat. Untung saja, Kaori tidak mengetahuinya, dan Shizuku juga tidak mengatakan apa-apa meskipun dia sedikit mengetaui tentang hal ini.
"Aku tidak melakukan hal yang istimewa. Hanya saja, aku punya satu pertanyaan untukmu."
"Hm? Apa itu?"
"Apakah kau membenci Hajime?" Izuna bertanya sambil menatap lurus ke mata Shizuku, mencoba melihat apakah dia akan berbohong atau tidak.
Shizuku memejamkan matanya, sambil menghela nafas, dia kemudian berkata, "Memang benar jika aku tidak suka Nagumo karena dia telah membuat Kaori-ku sedih. Tapi, Nagumo adalah anak yang baik, dan aku tidak bisa menyalahkannya karena telah menolak Kaori. Aku juga tahu masalah apa yang terjadi pada Nagumo gara-gara Kaori, dan aku juga menyesal akan hal itu. Tapi, satu hal yang pasti, aku tidak membencinya."
Shizuku menatap lurus ke mata Izuna, mengatakan semuanya dengan sungguh-sungguh. Izuna tersenyum ketika mendengar jawaban Shizuku. Dia mengangkat tanganya dan mengelus kepala Shizuku.
"Yah, syukurlah kalau begitu."
"Jangan mengelus kepalaku!" Shizku menyapu tangan Izuna dengan rona merah di wajahnya, tidak hanya di wajahnya, tapi daun telinganya juga memiliki rona merah serupa, yang menandakan dia sangat malu saat ini.
"Ya, ya, Shizuku adalah gadis yang manis."
__ADS_1
"Jangan memanggilku 'manis'!"