![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
Izuna disisi lain mendengar cerita Kana sambil menelan ludahnya dengan gugup, dia tidak menyangka jika Kana adalah gadis remaja yang pernah bertemu dengannya dimasa lalu.
'Jadi aku penyebab dia menjadi seperti ini?'
Izuna merasa menyesal karena dialah orang yang telah menciptakan sosok monster bernama "Oni no Kojima" ini. Dan, jika dia dulu tidak melakukan hal itu, Kana mungkin tidak akan memiliki kepribadian seperti ini.
"Anu... Sensei?" Izuna mengangkat tangannya dengan canggung, dan jujur saja dia menyesal telah menciptakan kepribadian Kana yang seperti ini. Andaikan waktu bisa diputar, dia pasti akan memperingatkan pemilik tubuh ini yang sebelumnya agar tidak melakukan hal yag aneh-aneh pada Kana.
Menjadi dewasa dengan melihat rambut bawah? Serius? Apa sih yang dia pikirkaj sebenarnya?!
Menjadi dewasa bukan tentang apakah kau memiliki rambut bawah atau tidak, tapi apakah kau bisa mengendalikan emosi dalam dirimu dengan baik.
Jika kau marah, kau bisa menahannya, jika kau ingin menangis, kau masih bisa tersenyum. Itulah arti menjadi dewasa menurut Izuna.
"Hmm? Apa?" Kana bertanya sambil menatap Izuna dengan bingung.
"Sepertinya aku sudah baikan... Dan kurasa aku akan pergi ke kelas sekarang..." Jika Kana sampai tau jika bocah yang dulu menghasutnya hingga menjadi seperti ini, entah apa yang akan dia lakukan padanya. Dan yah, Izuna benar-benar tidak ingin menerima kemarahan Kana lagi.
Satu saja sudah cukup, dan jangan pernah merasakannya lagi!
"Ah, begitukah? Yah, aku tidak masalah sih. Tapi, apa kamu benar-benar sudah baikan?" Kana sedikit sedih ketika Izuna berkata jika dia akan kembali ke kelasnya, dia sendirian disini dan akan lebih baik jika dia memiliki teman mengobrol.
'Dimana sih Chizuru-sensei itu?' kata Kana dalam benaknya.
Chizuru yang dimaksud Kana sendiri adalah Tachibana Chizuru, dia adalah guru yang menjaga ruang UKS ini, dan pada saat yang sama menjadi salah satu guru yang cukup dekat dengan Kana di sekolah ini.
"Iya. Tubuhku juga lebih ringan dibandingkan sebelumnya, dan sepertinya aku hanya butuh sedikit tidur saja." kata Izuna sambil memutar lengannya, mencoba memperlihatkan jika dia sepenuhnya baik-baik saja sekarang.
"Baiklah, jaga kesehatanmu lain kali atau Iori-san akan membuat masalah denganku." kata Kana dengan nada bercanda.
Izuna tertawa kecil dan melambaikan tangannya, "Baik, terimakasih telah mengkhawatirkan ku, sensei. Aku pasti akan menjaga tubuhku lebih baik."
Izuna menundukkan kepalanya dan berjalan keluar ruang UKS. Ketika dia berada di luar, dia langsung menyandarkan tubuhnya ke dinding dan menghela nafas.
"Kuharap rencana ini berhasil...."
___________
Flashback.
__ADS_1
Beberapa menit setelah Asuna dan Hakari meninggalkan Izuna di ruang UKS.
"Hey, Hanazono-san. Bisakah aku berbicara denganmu sebentar?" Asuna tiba-tiba bertanya disela-sela perjalanan mereka.
"Apa?" Hakari menghentikan langkahnya, menatap Asuna dengan tatapan tertarik.
"Tidak... Hanya saja aku pikir kita mungkin sama. Aku tidak tau bagaimana kamu bisa begitu dekat dengan Izuna-kun hanya dalam satu hari, tapi aku tidak akan kalah dengan mudah." kata Asuna sambil menatap lurus Hakari. Tatapannya dipenuhi tekad, dan ini mungkin kali pertama Asuna menunjukkan tatapan seperti ini.
"Hoh? Benarkah? Aku akan mengatakan juga, jika aku adalah lawan yang kuat lho~" Hakari tersenyum menanggapi pernyataan Asuna. Sepertinya mereka benar-benar memikirkan satu pemikiran yang sama.
'Aku tidak akan kalah!'
"Kalau begitu, aku akan menunjukkan siapa yang lebih baik."
"Aku tidak akan kalah darimu~"
Keduanya saling menatap dengan intens selama beberapa menit, sebelum akhirnya mulai tertawa.
"Fufufu~ serius? Aku tidak menyangka jika kamu bisa menunjukkan sisi seperti ini, Yuuki-san." Hakari menutupi mulutnya dengan telapak tangannya, dan tidak seperti sebelumnya, dia tersenyum ketika menatap Asuna.
"Aku juga tidak menyangka jika kamu bisa membuat pernyataan seperti itu. Kurasa kita benar-benar cocok bukan?" Asuna menyeringai, menatap Hakari dengan senyuman yang penuh arti.
"Kurasa begitu."
"Dan panggil saja aku Hakari."
Keduanya saling menjabat tangan, dan menunjukkan senyum satu sama lain. Sungguh, sepertinya hubungan mereka menjadi lebih dekat saat ini.
"Tapi sungguh, kenapa Izuna-kun sampai harus pura-pura sakit segala?" kata Asuna sambil menghela nafas ketika dia memegang keningnya dengan lelah.
"Sepertinya kamu juga menyadarinya juga ya, Asuna-san."
"Tentu saja! Lagipula aku cukup mengenal Izuna dengan baik. Dan faktanya, dia bukanlah orang yang mudah sakit seperti tadi. Juga, ketika kita melakukan kontak fisik sebelumnya, aku tidak merasakan jika tubuhnya panas atau semacamnya. Dan satu-satunya kemungkinan adalah, dia hanya berpura-pura sakit!" kata Asuna dengan panjang lebar.
"Wah, sepertinya kita benar-benar memiliki pemikiran yang sama, Asuna-san!" kata Hakari sambil menatap Asuna dengan senyuman kecil diwajahnya.
"Sepertinya begitu. Tapi, karena Izuna yang seperti itu, kita bisa lebih dekat dari yang sebelumnya kan?"
"Kurasa kamu benar. Dan mungkin saja jika semua ini adalah rencana Izuna-kun?"
__ADS_1
"Kurasa juga seperti itu. Dia itu benar-benar ada-ada saja bukan?"
"Aku juga berpikir seperti itu."
Flashback end.
_________
Kembali ke waktu semula.
Izuna berjalan menyusuri koridor ketika dia berjalan menuju kelasnya. Dia sebelumnya menyadari konfrontasi antara Hakari dan Asuna dan diam-diam membuat rencana untuk membuat mereka akrab.
Namun, ada satu kelemahan dari rencananya ini, yaitu bisa menjadi Boomerang.
Ya, dengan meninggalkan mereka sendiri, Izuna yakin jika mereka akan saling membuka diri kepada satu sama lain, dan kemungkinan mereka akan akrab juga lebih tinggi.
Perempuan sebenarnya tidak terlalu sulit dalam mencari teman, cukup membuka diri mereka, maka mereka akan mudah mencari teman.
Dan itulah sebabnya dia beralasan jika dia sakit dan menyuruh mereka untuk meminta izin pada guru begitu mereka kembali ke kelas.
Tapi, karena keduanya ingin mengantarnya menuju UKS terlebih dahulu, itu membuat pekerjaan Izuna lebih mudah.
Saat keduanya membantu Izuna berjalan, mereka memiliki kontak fisik yang cukup dekat dengan Izuna yang berada ditengah. Dan Izuna juga selalu membuka pembicaraan dan membiarkan mereka mengobrol.
Mereka mungkin akan menjadi lebih terbuka saat ini, dan jika itu terjadi, maka dia bisa menghela nafas.
Dan yang tidak dia tau adalah, mereka memang sudah lebih dekat satu sama lain.
________
Di kelas Izumi.
"Baiklah, pelajaran dari sensei selesai hari ini. Jangan lupa untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang sensei berikan, dan besok pagi semua harus dikumpulkan.
"Ya, sensei!"
Guru keluar, Izumi merapikan buku dimejanya dan memasukkannya kedalam tas.
Kemudian dia akhirnya sedikit mengobrol dengan beberapa teman sekelanya yang lain.
__ADS_1
Izumi yang sekarang sudah mulai berubah semenjak dia mengenal Hori Kyouko. Hidupnya seperti lebih berwarna dan tidak seperti dulu yang hanya ada hitam putih saja.
Dia menjadi sedikit lebih percaya diri untuk berbicara dan berteman dengan siswa yang lain. Tapi, meski begitu, tidak dapat dipungkiri bahwa dia tidak terlalu percaya pada mereka.