![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
Izuna berjalan dengan tenang ketika angin berhembus dan meneebangkan rambutnya yang mulai panjang.
Dalam beberapa bulan terakhir, Izuna hampir tidak pernah memotong rambutnya. Dan, meski tidak sepanjang rambut Izumi, rambut Izuna masih tergolong panjang bagi anak laki-laki.
Bagian belakang rambutnya hampir menyentuh pangkal lehernya, dan dia juga memiliki poni dibawah hidungnya, dengan rambut sampingnya yang melewati bawah telinganya.
"Mungkin aku harus memotong ini?" Izuna bertanya pada dirinya sendiri ketika dia memegang rambutnya yang berkibat karena terpaan angin itu.
Memiliki rambut yang panjang mungkin akan dianggap keren bagi sebagian orang, tapi sejujurnya, memiliki rambut panjang sangat merepotkan bagi Izuna.
Dia harus merawat rambutnya setiap hari, dan ada kalanya rambut depannya menusuk matanya ketika terulur kedepan. Dan kadang, rambutnya begitu susah diatur, yang membuatnya benar-benar kerepotan.
Tapi, Izuna juga tidak menyukai gaya rambut pendek, karena menurutnya hal itu terlalu membosankan.
"Mungkin aku akan memotong bagian samping dan sedikit di bagian belakang..."
Tapi, menyingkirkan masalah rambut Izuna yang semakin panjang, masalah akhir pekan ini mungkin akan lebih menarik. Karena, untuk pertama kalinya Izuna akan pergi ke taman hiburan yang ada di dunia ini.
Ditambah, dia tidak akan pergi sendirian, melainkan bersama dengan 4 gadis cantik yang akan menemaninya.
"Tapi aku masih bertanya-tanya, bagaimana Kotegawa-san bisa setuju dengan mereka?" Izuna bergumam sambil memegang dagunya.
Memang benar, Kotegawa Yui adalah gadis yang sangat tegang yang memiliki kepribadian tsundere yang kuat, dan sangat ketat terhadap perilaku yang tidak pantas. Selain itu, dia juga hampir tidak pernah terlihat bersama dengan teman-temannya dan akan langsung pulang ketika jam sekolah telah usai.
Yui tidak mengikuti klub apapun, mungkin karena dia adalah anggota OSIS sebagai Ketua Komite Moral Publik, yang membuat waktunya cukup terbatas untuk kegiatan klub.
(A/N: aku mulai nyebut ketua moral publik disini karena lebih simple dan lebih mudah daripada ketua komite kedisiplinan sekolah. Panjang bet kan?)
Dan hebatnya lagi, Asuna dan Hakari bisa membuatnya setuju untuk ikut dalam liburan kali ini.
Tapi yah, Izuna memutuskan untuk mengabaikan alasan Yui setuju untuk ikut. Lagipula, akhir pekan nanti ia pastikan akan menjadi liburan terbaik yang pernah ada!
________
"Kamu terlambat, Izuna-kun."
"Um, um, darimana saja kamu? Kami menunggumu disini, tahu!?"
__ADS_1
Ketika Izuna memasuki kelas, dia langsung diterjang oleh Asuna dan Hakari dengan rentetan pertanyaan yang tidak penting.
Kemarin, Asuna maupun Hakari begitu khawatir ketika Izuna tidak sekolah. Mereka berpikir jika sesuatu yang buruk terjadi padanya yang membuatnya tidak berangkat ke sekolah. Tapi sebenarnya bukan itu masalahnya.
Masalah yang sesungguhnya adalah, Izuna cukup kesulitan bagaimana harus menjelaskan ini pada mereka berdua. Dia akan jadi orang bodoh jika mengatakan, "Ah, kemarin ada gadis yang menyatakan cinta padaku dan kami menjadi sepasang kekasih."
Dia benar-benar akan mati saat itu juga ketika mengatakan hal itu.
Dia yakin itu.
Tapi, bagaimanapun dia harus menjelaskannya pada mereka.
"Hah .... Baiklah, tapi tidak sekarang, aku akan menjelaskan saat jam makan siang. Bagaimana?" Izuna bertanya. Saat ini hampir jam 9:30, dan kelas akan dimulai beberapa menit lagi. Jadi, jika dia ingin menjelaskan pada mereka, saat ini adalah waktu yang tidak tepat.
"Baiklah, aku tidak keberatan." Hakari mengangguk setuju.
"Tentu, aku juga tidak masalah, Izuna-kun." Asuna tersenyum kecil sambil menatap Izuna dengan tatatapn yang tenang. Sepertinya emosinya menjadi lebih stabil akhir-akhir ini, dan dia juga mulai sering tersenyum saat ini.
'Bagus untuknya.'
Meski Izuna melihat jika Asuna menjadi lebih baik, tapi dia merasa cukup aneh ketika menarap Hakari.
"Ada apa denganmu, Hakari?" Asuna bertanya sambil menoleh padanya ketika melihat tingkahnya yang cukup aneh.
Asuna juga berbalik dan menatap Hakari dengan penasaran, kenapa tiba-tiba gadis ini bertindak tidak seperti biasanya.
"Itu .... itu .... umm ...." Hakari ragu untuk mengatakan sesuatu dan hanya bergumam dengan suara yang tidak jelas.
"Hmm? Ada apa, Hakari? Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" Asuna bertanya dengan penasaran. Mungkin sejak dia lebih terbuka dengan Hakari, hubungan keduanya menjadi dekat dan mereka menjadi teman baik saat ini.
Melihat tingkah temannya yang seperti ini juga membuat Asuna bingung, jadi dia bertanya dengan penasaran dan jika ada masalah yang dihadapi Hakari, dia tidak keberatan membantu sekuat tenaga.
"Tidak .... hanya saja, aku cukup gugup hari ini ...." kata Hakari sambil mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Hm? Kenapa?" Izuna bertanya dengan tanda tanya diatas kepalanya.
"Yah .... Kalian tahu kan kalau hari ini ada ujian bulanan, dan aku tidak percaya diri dengan nilaiku ...." kata Hakari dengan suara teredam ketika dia memainkan jari telunjuknya dan memutar-mutarnya.
__ADS_1
"Eh, Serius?! Kau tidak belajar?" Asuna bertanya dengan keterkejutan menghiasi wajahnya. Tentunya, kemarin Chabashira-sensei memberitahu mereka bahwa hari ini adalah ujian bulanan dan menyuruh mereka untuk belajar. Dan Asuna juga sudah memberitahu Izuna lewat pesan hari itu juga, karena itulah Izuna tidak terkejut ketika mendengar dari Hakari jika ada ujian hari ini.
Hakari menundukkan kepalanya sambil menganggukkan kepalanya dengan pelan. Dia mungkin adalah anak dari seorang Konglomerat, dan dia juga menerima bimbel khusus untuk belajarnya.
Tapi, mata pelajaran di Katagiri lebih sulit dari yang dia kira. Dan, meski dia yakin jika dia tidak akan remedial, tapi dia tidak yakin jika nilainya akan cukup bagus hari ini.
"Seriusan ...."
Izuna dan Asuna terdiam.
Bagi Izuna, dia sendiri tidak terlalu ambil pusing karena dia telah menghafal semua materi yang mereka pelajari sebelumnya. Dan untuk Asuna? Jika itu Asuna, maka tidak perlu dikhawatirkan lagi.
Asuna selalu belajar dengan serius untuk mendapatkan pengakuan dari Keluarganya, dia juga mengikuti bimbel sepulang sekolah dan pelajaran tambahan lagi saat malam hari. Bisa dipastikan, jika jadwal belajar Asuna adalah yang paling banyak diantara mereka.
Entah kenapa, ketika memikirkan ini membuat dirinya tidak enak dengan Asuna. Tidak seperti dirinya, Asuna tidak memiliki kemampuan cheat yang bisa membuatnya belajar dengan cepat atau membantunya mengingat semua yang ia pelajari. Semua yang dilakukan Asuna murni dari kerja keras, tidak seperti dirinya.
Tapi disaat yang sama, dia juga tahu bahwa dunia ini tidak adil. Jadi, meski Asuna mungkin tidak memiliki cheat atau semacamnya, tapi Asuna memiliki tekad untuk berusaha.
"Hah .... baiklah! Aku sudah memutuskan!"
Izuna dan Hakari menoleh ke Asuna yang tiba-tiba berdiri sambl tangannya memukul meja. Bertanya-tanya, apa yang akan gadis ini lakukan.
"Kami akan mengajarimu sebelum bel. Kita akan mulai kursus kilat!"
"Ah, um .... eh?" Hakari tidak tahu harus berkata apa saat ini dan hanya mengeluarkan beberapa suara aneh sambil menatap Asuna dengan bingung, 'kursus kilat?' pikirnya.
"Benar, Kursus kilat! Kami akan mengajarimu semua materi yang akan keluar hari ini dengan cepat. Dan aku yakin jika beberapa menit saja sudah cukup asalkan kamu mengetahui dasar-dasar rumusnya." begitulah metode belajar Asuna, dia pada dasarnya mempelajari sesuatu mulai dari dasar, dan terus mempelajari dasar itu hingga dia benar-benar menguasainya.
Tapi, Hakari berbeda. Mereka dikebut oleh waktu saat ini, dan metode belajarnya tidak akan berguna pada Hakari. Apalagi mengingat bel akan berbunyi beberapa menit lagi, dan saaf bel berbunyi, maka waktu mereka habis.
Karena itu, mereka tidak bisa membuang-buang waktu dan mengeluarkan buku mereka. Hari ini adalah ujian bulanan, dan ujian bulanan di Katagiri cukup berbeda dari sekolah lain.
Pihak sekolah akan memberikan lembar soal yang mana terdiri dari 40 soal, dimana 40 soal itu mencangkup beberapa mata pelajaran—Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Jepang, dan Sejarah, totalnya ada 4 mata pelajaran yang diujikan hari ini.
Tentunya, Hakari bisa mengerjakan Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris dengan mudah, tapi dia masih kesulitan dalam Matematika dan Sejarah.
Karena itulah, Asuna akan mengajari Hakari soal Matematika yang mungkin akan keluar. Tapi, dia sengaja tidak mengajari Hakari semuanya, melainkan hanya beberapa soal yang paling mudah diingat karena itu akan lebih berguna.
__ADS_1
Dan Izuna, memang benar jika dia tidak terlalu paha tentang Sejarah Jepang, tapi dia telah banyak membaca buku tentang hal serupa, jadi tidak masalah baginya untuk memberikan beberapa trik pada Hakari tentang mata pelajaran ini.