![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
(A/N: Warning! Bab ini diambil dari Sword Art Online The Movie: Progressive - Aria of a Starless Night.)
6.20 AM.
Rumah Asuna.
Suara jam weker membangunkan Asuna dari tidurnya. Dia mengulurkan tangannya kesamping dan mematikan jam weker diatas meja disebelah tempat tidurnya.
Asuna bangkit dan mengangkat tangannya keatas sambil menguap, sebelum akhirnya mengusap matanya yang masih mengantuk.
"Sudah pagi..."
Asuna menggerakkan tubuhnya dan berjalan menuju kamar mandi.
_______
Selesai mandi, Asuna mengambil pakaian dari lemari pakaiannya dan mengganti jubah mandinya dengan seragam sekolahnya.
Dia berdiri didepan cermin sambil menata rambut coklat pirangnya dengan lembut.
Akhir-akhir ini, Asuna tidak seperti biasanya, dia menjadi lebih sering tersenyum meskipun dia memiliki suatu masalah yang cukup rumit dipikirannya.
"Hmm, mungkin aku akan membawakan Izuna-kun makan siang?" Asuna bergumam pada dirinya sendiri.
Akhir-akhir ini, hubungannya dengan Izuna menjadi semakin dekat, apalagi dengan kehadiran Hakari yang belum lama ini datang—Asuna menjadi lebih berani untuk mendekati Izuna terang-terangan.
Sebelumnya, dia juga mengetahui salah satu rumor tentang dia yang memiliki hubungan dengan Izuna, dan dia diam-diam tersenyum bahagia ketika mendengar rumor itu.
'Akan lebih bagus jika itu bukan hanya rumor saja...'
Karena kedekatan mereka dan interaksi mereka setiap hari, banyak murid yang melihatnya berpikir jika mereka pacaran, dan mulai menyebarkan rumor tentang hal itu.
Karena rumor itu jugalah, semua gadis melihat Asuna dengan tatapan iri dan mereka juga menjadi tidak terlalu agresif pada Izuna.
Asuna sudah menyukai Izuna cukup lama, mungkik setelah mereka pertamakali belajar bersama. Dia mulai tertarik padanya sejak saat itu, dan entah bagaimana, dia menjadi mencintainya seperti yang bisa dilihat sekarang.
'Tapi, aku bukan satu-satunya...'
Asuna tau jika banyak gadis yang menyukai Izuna, dan banyak diantara mereka sudah menyatakan perasaan mereka pada Izuna, tapi hanya menuju penolakan dari Izuna.
'Termasuk dia...'
Asuna tau, ketika pertamakali dia melihat Hakari, dan interaksi Hakari dengan Izuna, dia menyadari jika Hakari mencintai Izuna juga, dan dia juga merupakan salah satu saingan terberatnya saat ini.
'Tapi, aku tidak akan kalah!'
__ADS_1
Asuna bertekad, jika dia pasti akan memenangkan permaian cinta ini!
____
Asuna keluar dari kamarnya dilantai 2 dan turun kebawah untuk sarapan. Dia juga bertemu salah satu pelayan keluarganya dalam perjalanannya ke ruang makan.
"Selamat pagi, Asuna-sama." katanya sambil menundukkan kepalanya ketika melihat Asuna.
"Selamat pagi, Sata-san." kata Asuna sambil tersenyum kecil.
Sata-san mengangkat kepalanya, dan menatal Asuna dengan tenang, "Sarapan sudah siap. Ayah anda juga sudah berada di ruang makan."
"Begitu, ya. Um, terimakasih." kata Asuna sambil mengangguk dan berjalan pergi, menuju ke ruang makan.
_____
Di ruang makan sendiri, ada tiga orang yang sudah berada disana, dan melakukan aktifitas mereka masing-masing.
Pertama ada Kakak Asuna, Yuuki Kouchiro. Dia sendiri adalah remaja 20 tahunan yang memancarkan aura menenangkan disekitar tubuhnya. Tubuhnya cukup kurus dan sedikit berisi, dengan rambut coklat dan mata coklat.
Kedua ada Ayah Asuna, Yuuki Shouzou. Dia sendiri adalah pria tua dengan kerutan diwajahnya dan rambut cokelat.
Dan terakhir, ada Ibu Asuna, Yuuki Kyouko. Dia adalah wanita paruh baya yang cukup tinggi. Meskipun dia kurus, tubuhnya yang kokoh menghilangkan tampilan langsing. Rambutnya, yang diwarnai dengan warna cokelat yang kaya, dibelah ke samping dengan rapi di sepanjang rahangnya. Meskipun wajahnya cantik, hidung dan rahangnya yang tinggi, serta kerutan yang dalam di dekat mulutnya menciptakan kesan yang sangat dingin. Kyouko juga memiliki mata cokelat.
"Pagi, Asuna." kata Kouichiro menyapa Asuna sambil memakan sarapannya.
"Selamat pagi juga, Onii-chan." kata Asuna sambil menarik kursi disebelah Kakaknya.
"Pagi, Asuna." sapa Ayah Asuna, Yuuki Shouzou ketika kedua tangannya saat ini sedang memegang koran.
"Pagi. Tumben sekali Ayah masih disini."
"Kamu terlambat. Sudah Ibu bilang datang ke meja makan jam 6.55, 'kan?" kata Ibu Asuna, Yuuki Kyouko sambil memejamka matanya, dan tangannya yang memegang secangkir teh hangat dan mulai meminumnya dengan tenang.
"Maaf." Asuna menundukkan kepalanya dengan memyesal. Suasana bahagia disekitarnya barusan seketika menghilang, digantikan suasana muram dan sedih.
Dia dengan kepala tertunduk duduk dikursinya dan tidak mengatakannya apapun.
Melihat suasana ruang makan yang sepertinya telah berubah, Ayah Asuna, Yuuki Shouzou mencoba menghangatkan suasana dengan bertanya pada Asuna.
"Bagaimana sekolahmu?"
"Semuanya berjalan dengan baik!" Asuna kembali mendapatkan sisi cerianya, dan suasana hatinya juga membaik setelah mendengar pertanyaan dari Ayahnya.
Wajar saja jika dia seperti ini, Asuna tumbuh di Keluarga yang cukup dingin. Ibunya hanya peduli dengan masa depannya dan tidak memikirkan perasaannya. Ayahnya terlalu sibuk bekerja hingga tidak memiliki waktu untuknya. Dan kakaknya? Meski dia adalah kakak yang baik, tapi Kouichiro tidak bisa selalu bersama Asuna.
__ADS_1
"Aku mendapatkan nilai sempurna untuk Matematika dan Bahasa Inggris saat Ulangan Bulanan. Dan hari ini akan diumumkan murid dengan nilai tertinggi." kata Asuna dengan bersemangat. Dirinya yang saat ini seperti seorang gadis kecil yang ingin dipuji oleh orangtuanya karena melakukan sesuatu yang hebat.
Tapi....
"Sudah seharusnya kamu mendapatkan peringkat tinggi. Hanya sedikit anak-anak yang serius belajar tahun ini." kata Yuuki Kyouko dengan nada tidak tertarik, seolah-olah apa yang dikatakan oleh Asuna barusan adalah hal yang tidak menarik sama sekali.
Kouichiro terkejut ketika mendengar jawaban Ibunya itu, dia hendak mengatakan sesuatu tapi akhirnya hanya menahannya dan menatap Adiknya dengan sedih.
"Aku mendapatkan nilai A saat ujian di Bimbel. Dan sensei juga mengatakan jika aku akan baik-baik saja jika bisa bertahan. Jadi, tidak perlu cemas." Mendengar jawaban Ibunya tadi, tentunya Asuna merasa pahit dan sedih, tapi dia mencoba membuat Ibunya terkesan dengan kerjs kerasnya yang lain.
Yuuki Kyouko memegang keningnya ketika mendengar jawaban Asuna, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan, dia berkata, "Hahh... Lagi-lagi menurunkan kewaspadaanmu."
"Sudah, sudah, selama dia berhasil itu sudah cukup." Ayah Asuna, Yuuki Shouzou mencoba menengahi keduanya ketika melihat jika situasi mungkin akan berubah semakin memanas. Dia melipat koran ditangannya, menatap Kouichiro dan bertanya, "Ah, benar Kouichiro. Soal bisnismu di luar negeri–"
"Semua sudah siap." Kouichiro memotong perkataan Shouzou sebelum dia menyelesaikan semua perkataannya.
"Itu bagian dari proses seleksi untuk kandidat eksekutif. Jadi, jangan sampai gagal, mengerti?" kata Shouzou memperingati Kouichiro.
"Aku paham."
Keduanya mulai mengobrol dengan urusan bisnis mereka, meninggalkan Asuna tertunduk ketika dia menatap makanan didepannya dengan mata yang dipenuhi kesedihan didalamnya.
"Asuna, cepat habiskan makananmu. Kamu akan telat nanti." kata Yuuki Kyouko ketika melihat Asuna yang hanya diam dan tidak memakan makanannya.
Asuna menghembuskan nafas dengan lelah, mengambil sendok dan garpu, dan mulai menyantap makananya dengan tidak bersemangat.
"Selamat makan...."
________
Di pintu masuk, Asuna mengenakan sepatunya dan bersiap untuk berangkat ke sekolah.
"Aku berangkat, Sata-san."
"Selamat jalan, Asuna-sama."
Asuna berbalik dan hendak berjalan pergi, tapi suara Kakaknya dari belakang menghentikan langkahnya.
"Oh, Asuna! Sudah mau berangkat?"
"Ya."
"Kamu sudah berusaha. Jangan terlalu memaksakan diri." kata Kouichiro sambil menepuk bahu Asuna dan berjalan pergi.
"Ya, aku tau." kata Asuna sambil melihat punggung Kakaknya yang semakin menjauh.
__ADS_1