![[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna](https://asset.asean.biz.id/-drop--horimiya--miyamura-izuna.webp)
Izuna bersama dengan Izumi duduk di salah satu meja di kafetaria sambil makan kari yang mereka pesan.
"Tak kusangka jika makanan yang dijual ini cukup enak, dan lagi harganya juga terjangkau!" Kata Izuna dengan mata berbinar, sambil memakan sebuah Kari yang ia pesan tadi, dirinya bersama Izumi sedikit mengobrol tentang beberapa hal.
"Tentu saja, lagipula ini adalah sekolahan, dan tentunya harganya juga tidak terlalu mahal karena untuk siswa disini." Kata Izumi sambil menghela nafas.
"Aku tau, tapi biasanya rasanya cukup biasa saja dan tidak terlalu istimewa. Tapi rasa kari ini cukup enak menurutku." Kata Izuna.
"Baiklah, terserah kau saja. Lalu, bagaimana hari pertamamu disini?" Izumi bertanya.
"Tidak ada yang istimewa. Hanya beberapa hal ini dan itu. Semuanya normal seperti pada umumnya." kata Izuna. Sambil terus makan Kari, dia juga mengamati sekitarnya dan bisa merasakan beberapa tatapan mata yang menatap mereka, tapi hanya diabaikan olehnya.
"... Yah, aku tidak akan bertanya detailnya. Tapi, jika bisa kau tidak membuat masalah yang melibatkanku dalam prosesnya." kata Izumi sambil mendesah.
Sebagai seorang yang telah tumbuh dan hidup dengan Izuna selama belasan tahun terakhir, tentunya Izumi tau bagaimana Izuna itu.
Tidak, Izuna adalah anak baik, dan dia harus mengakui itu. Tapi entah mengapa, masalah selalu menghampirinya entah dimana dia berada, yang membuatnya cukup lelah.
"Masalah? Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti." kata Izuna dengan tatapan polos seolah-olah dia adalah bayi kecil yang tidak tau apa-apa.
"Terserahlah." Izumi mengabaikannya dan mencoba untuk terus makan, untuk mengurangi rasa laparnya.
Dia tetap membutuhkan makan karena dia akan berada di sekolah hingga sore hari. Dan, jika dia tidak makan, dia mungkin akan pingsan ditengah hari nanti.
"Ngomong-ngomong, apakah kau tau tentang Kojima-sensei?" Izuna bertanya.
"Kojima-sensei? Tentu saja, dia dikenal sebagai 'Oni no Kojima' Karena temperamennya yang berapi-api. Aku tidak tau terlalu banyak tentang dia. Tapi, jika aku tidak salah, dia adalah teman Ibu dimasa lalu." kata Izumi sambil mencoba memikirkan beberapa hal yang dia tau tentang Kana, dia kemudian bertanya. "bagaimana kamu bisa tau dia?"
Izuna menggelengkan kepalanya dan berkata, "Yah, dia yang membantuku tempo hari, tapi aku tidak menduga jika akan melihatnya disini dan dia juga guru disini.
Izuna sebelumnya menduga kalau Kana adalah guru disekolah lain, tapi yang membuatnya terkejut adalah, ketika dia dalam perjalanan kemari, dia tidak sengaja melihat Kana yang keluar dari salah satu kelas.
Mereka berbicara tentang beberapa hal sebelum Izuna pamit untuk pergi ke toilet.
"Aku akan pergi ke toilet sebentar." kata Izuna sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Uhmm." Izumi hanya mengangguk.
_______
Izuna berjalan beberapa menit menuju ke Toilet. Harus dia akui jika sekolahan ini benar-benar sangat besar. Dan bukan hanua sekolah ini, tapi kebanyakan sekolah Di Jepang memiliki ukuran yang besar.
__ADS_1
Yah, itu wajar mengingat jumlah murid mereka yang mencapai ratusan setiap tahunnya, jadi membuat gedung sekolah lebih besar sebenarnya salah satu solusi untuk itu.
Dan bahkan, Izuna hanya bisa menyusuri 50% dari seluruh tempat di sekolah ini karena saking besarnya.
____
"Disini, kah?" Izuna memandang sebuah dua pintu yang saling bersebelahan, dimana ada dua tanda berbeda yang tergantung pada masing-masing pintu toilet.
Dia membuka pintu toilet yang memiliki tanda jika itu adalah toilet pria disana dan memasukinya.
Memasuki toilet, dia bisa melihat ada beberapa tempat untuk tempat buang air kecil yang menggantung di dinding toilet, sementara ada beberapa bilik toilet yang digunakan untuk buang air besar.
Dia berjalan menuju kesalah satu bilik toilet dan membukanya, memasuki bilik toilet itu dan langsung menutupnya. Tapi kemudian....
"Apa yang kau lakukan disini Miyamura..." Sebuah suara dengan nada dingin menyeramkan terdengar dari belakang Izuna yang membuatnya merinding.
Izuna berbalik dan mendapati jika ada seorang wanita duduk ditoilet menatapnya dengan wajah gelap.
"Apa yang kau lakukan disini...? Miyamura...."
Izuna mulai gugup dan bersandar didinding pintu mencoba untuk membuka pintu toilet yang terkunci.
"K-Kojima-san, k-kenapa kau bisa ada disini?" Izuna bertanya dengan gugup.
Dia sedikit menunduk yang memperlihatkan wajahnya yang menjadi gelap, tapi Izuna bisa melihat pakaian yang dia kenakan menjadi ketat dan kancing baju paling atas yang terbuka, memperlihatkan bra berwarna hitam yang membuatnya menelan ludah.
"Aku bilang, apa yang kau lakukan disini Miyamura, dan jangan panggil aku seperti itu disini. Aku adalah gurumu!" Kana bertanya sekali lagi, dengan nada yang tidak sabaran dengan ekspresi yang mengatakan "Jika kau tidak segera menjawab, maka aku akan membunuhmu!" Terpampang disana.
"Bukankah itu sudah jelas?" Izuna kemudian menatapnya dengan tajam.
"Lagipula, bukankah aku yang seharusnya mengatakan itu padamu sensei?! Kenapa kau bisa berada di sini?!"
Dia adalah seorang pria! Mana mungkin dia akan membiarkan dirinya dikalahkan oleh seorang wanita, ditambah bukan dia yang salah dalam situasi saat ini!
"Toilet perempuan sedang dalam perbaikan, dan akan terlalu jauh jika aku pergi ke toilet guru. Jadi aku akhirnya menggunakan toilet laki-laki..." Kana masih memiliki ekspresi gelap, dan dia masih sedikit menundukkan kepalanya.
Kana kemudian melanjutkan, "Memang kuakui jika sebagain adalah kesalahanku karena tidak mengunci pintu," Izuna mengangguk setuju dengan perkataanya, suara masih tenang tapi sangat dalam pada saat yang sama, "tapi, kau juga salah karena tidak melihat apakah ada orang didalam atau tidak!"
"Mana aku tau jika ada orang didalam atau tidak!" Izuna mencoba membela diri, dia tidak salah jadi kenapa dia harus menjadi orang yang bersalah disini, kan?
Menurutnya, seorang pria memang harus mengalah untuk wanita. Tapi, jika situasinya seperti ini, dia akan membela diri mengingat dia tidak sepenuhnya bersalah.
__ADS_1
"Aku akan memaafkanmu kali ini jika kau pergi dan keluar dari sini sekarang!" Kana berkata sambil menahan rasa kesalnya. Dia sebenarnya sedikit malu ketika dilihat dalam keadaan seperti ini, apalagi yang melihatnya adalah Izuna.
"Bagaimana aku bisa keluar dari sini jika pintunya terkunci dan kuncinya macet!" Izuna sendari tadi mencoba untuk membuka kunci pintu toilet, tapi kuncinya macet dan tidak bisa dibuka!
"Apa!!" Kana terkejut, dam dia sedikit bingung dengan situasi saat ini.
Tapi kemudian dia merasa ada 'sesuatu' yang akan datang dari dalam tubuhnya. Tapi dia mencoba sekuat tenaga untuk menahannya agar tidak keluar.
Izuna yang sedang membuka kunci tiba-tiba terpeleset dan jatuh kearah Kana yang sedang mencoba untuk menahan 'sesuatu' dari dalam dirinya yang akan keluar!
Izuna jatuh dan kepalanya bersandar diantara dada Kana. Dan Kana yang tersentak kaget ketika Izuna jatuh kearahnya kehilangan ketenangannya dan melepaskan semuanya yang telah dia coba tahan dari tadi.
"AAHHHHHH~~!!" Kana keluar sambil memeluk erat Izuna dalam pelukannya dan membiarkan kepalanya tenggelam diantara dadanya.
"Hahh... Hah..." Kana kemudian mulai mengatur nafasnya setelah mengalami kejadian barusan.
Sementara Izuna? Dia tidak tau apa yang harus dia lakukan saat ini. Tapi, pemandangan tadi tidak akan pernah bisa dia lupakan...
Tapi, dia dengan cepat berkeringat dingin ketika melihat ekspresi Kana yang menjadi semakin gelap dan lebih gelap dari tadi.
"Miyamura..."
"Y-Ya, sensei!" Izuna dengan gugup menjawab ketika dia melihat wajah Kana yang menunduk, dan tidak bisa tidak mengeluarkan keringat dingin di punggungnya saat ini.
Entah bagaimana tapi, Kaja saat ini mengeluarkan tekanan yang sangat kuat dan emosinya bisa meledak kapan saja.
Lagipula, dia tidak dijuluki sebagai 'Oni no Kojima' tanpa alasan.
"... Karena kau telah melihatnya, maka bersiaplah untuk mati!"
"Eh? TIDAAAKKKKKK!!!"
Teriakan Izuna kemudian menggema didalam toilet dan bahkaj bisa didengar oleh para murid yang lewat di luar.
Mereka hanya bisa mengeluarkan keringat ketika mendengar teriakan Izuna karena mereka bisa menebak apa yang sedang terjadi padanya.
'Turut berduka cita untukmu...'
Itulah yang dipikirkan mereka yang mendengar teriakan Izuna saat itu.
______
__ADS_1
Setelah kejadian di Toilet dengan Kana, Izuna seperti mayat hidup di sisa harinya mengingat apa yang dilakukan Kana kepadanya tadi.
Dan ketika dia memikirkannya, dia tidak bisa tidak bisa tidak menggilgil disekujur tubuhnya memikirkan itu semua.