[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
33. Benar-benar tidak tau malu!


__ADS_3

Menemani Sayu, Izuna berjalan disebelahnya ketika dia mengajaknya mengunjungi beberapa toko yang menarik perhatian mereka.


Mungkin ini adalah kali pertama mereka berjalan bersama seperti ini, tapi keduanya nampak sangat akrab hingga seperti dua orang yang sudah saling mengenal selama bertahun-tahun.


Ya, Sayu sendiri bukanlah gadis yang sulit diajak bicara, dan dia juga bisa dengan mudah akrab dengan orang lain yang dia anggap baik. Ditambah, Izuna memiliki banyak pengalaman tentang bersosialisasi dan bagaimana agar dia tidak kehabisan topik pembicaraan dengan Sayu.


Itu juga yang membuat mereka menjadi lebih akrab, Izuna selalu melontarkan berbagai macam pertanyaan dan dia sebisa mungkin mempertahankan pembicaraan mereka selama mungkin.


Sayu juga tidak keberatan menjawab berbagai pertanyaan yang Izuna berikan padanya, dan dia dengan senang hati bertanya balik pada Izuna tentang berbagai sesuatu yang dia anggap menarik.


Hubungan mereka semakin dekat, dan Izuna tidak menyadari jika saat ini Sayu sedang tersenyum bahagia.


______


Di sore hari, Izuna berjalan menuju apartemennya dengan Sayu yang berjalan di sisinya. Keduanya telah menghabiskan banyak waktu untuk berkeliling dan melihat-lihat, dan Izuna juga tidak lupa membeli beberapa makanan ringan yang bisa mereka makan saat dirumah nanti.


Sayu juga membeli beberapa kebutuhannya yang belum sempat ia beli sebelumnya. Dengan uang yang Iori berikan padanya, sudah cukup baginya untuk membeli beberapa pasang pakaian dan pakaian dalam.


Dia hanya memiliki 3 pasang pakaian saat ini termasuk seragam sekolah lamanya, dan itu akan menyusahkan jika dia tidak memiliki pakaian lain selain ketiga pakaian itu.


Karena itulah, dengan uang yang iori berikan padanya dari hasil kerja kerasnya, Sayu membeli beberapa pasang pakaian yang memiliki harga terjangkau di mall tadi.


"Ah benar, apakah kamu punya ponsel, Sayu-san?" Izuna bertanya tiba-tiba.


"Emm, sebelumnya aku pernah memilikinya, tapi aku membuangnya ke laut karena tidak ingin keluargaku mengetahui keberadaanku ..." kata Sayu dengan malu-malu, pipinya sedikit memerah sambil memalingkan wajahnya dari Izuna bersamaan dengan tubuhnya yang mengeliat.


"...." Izuna terdiam, "Lain kali jangan lakukan itu." lanjutnya.


"Kenapa? Apa karena kamu ingin keluargaku menemukanku?" kata Sayu dengan sedih, tapi Izuna segera meletakkan tangannya diatas kepalanya dan ketika Sayu merasakan sesuatu memeganh kepalanya, dia mendongak dan menatao Izuna.


"Karena itu adalah sebua tindakan pencemaran lingkungan. Lain kali kamu harus membuangnya di tempat lain, jangan di laut atau para ikan itu akan memarahimu." kata Izuna dengan bercanda.


Sayu segera tertawa ketika mendengar leluconnya, menutupi mulutnya dengan telapak tangannya, Sayu kemudian menyadari sesuatu dan segera menepis tangannya dari atas kepalanya.


"Jangan menepuk kepala! Aku lebih tua darimu, Izuna-san!" kata Sayu dengan cemberut sambil mengembungkan pipinya yang membuat ekspresi wajahnya menjadi imut.

__ADS_1


"Ah, tidak peduli, bagiku Sayu-san adalah gadis kecil yang lucu." kata Izuna sambil memainkan pipinya yang cemberut dan mengembung itu.


"Hey! Jangan mencubit pipiku!"


...----------------...


Keduanya tiba di apartemen sekitar 15 menit kemudian, disana sudah ada Izumi yang sedang menyapu lantai dan Iori yang sedang memasak di dapur.


"Kami pulang."


"Oh, kalian pulang bersamaan? Apa kalian pergi bersama tadi?" Iori bertanya dengan penasaran.


"Ya, aku tidak sengaja bertemu Sayu-san di mall, dan dia memintaku untuk mengajaknya berkeliling." Izuna menjawab dengan anggukan. Dia berjalan kearah wastafel dan mencuci tangannya disana.


"Begitukah?" Iori bertanya dengan satu alisnya yang terangkat.


"Ya, Iori-san. Aku juga membeli beberapa pakaian bagus berkat Izuna-san!" Sayu datang dengan menunjukkan pada Iori beberapa tas belanja yang ada ditangannya.


"Hmm, baguslah kalau begitu. Sekarang kalian segera mandi dan ganti pakaian, makan malam hapir siap." kata Iori pada mereka.


......................


Disekolah, Izuna datang lebih pagi dari biasanya, bukan karena ada apa-apa, tapi karena dia ada jadwal piker hari ini, jadi dia sengaja datang lebih pagi untuk membersihkan kelas sebelum jam pelajaran pertama dimulai.


Izuna membuka pintu kelas kesamping dan mendapati jika kelas masih sepi, masih belum ada murid yang datang mengingat ini masih terlalu pagi.


Sekarang ini jam 08.00, dan kelas akan dimulai jam 09.00, masih ada satu jam sebelum jam pertama dimulai, tapi sepertinya Izuna datang lebih awal dari yang ia duga.


Segera, dia menggantungkan tasnya disebuah pengait kecil yang ada di sisi mejanya dan mengambil sapu dan mulai menyapu kelas.


Biasanya, murid akan membersihkan kelas dua kali, yaitu ketika sebelum jam pelajaran pertama dimulai, dan jam perjalanan terakhir selesai. Dan jika selesai, Murid juga tidak perlu mengunci kelas karena akan ada sebuah penjaga yang akan mengunci kelas ketika sekolah sudah selesai.


_________


Kotegawa Yui, dia adalah salah satu gadis yang pernah bertemu dengan Izuna sebelumnya, dan dia juga yang pertama kali jalan bersama dengan Izuna.

__ADS_1


Hari ini, Yui datang ke sekolah lebih pagi dari biasanya, sebagai ketua Komite Kedisiplinan Sekolah, sudah menjadi tugas Yui agar semua murid mematuhi aturan di sekolah.


Karena itu, dia memastikan untung datang paling awal dan mengecek setiap murid yang datang, apakah mereka ada yang melanggar peraturan atau tidak.


Biasanya, Yui sering berurusan dengan siswa yang membawa majalah kesekolah, dan beberapa dari mereka juga membawa majalah porno ataupun video game ke sekolah.


Dan itu adalah sebuah tindakan yang dilarang, dan tugas Yui juga cukup berat karena tidak banyak anggota Komite yang dia punya, jadi dia harus bekerja lebih keras dari kebanayakan Komite atau Organisasi lain disekolah ini.


"Hey kamu! Apa yang kamu bawa di belakang punggungmu?!" Yui bertanya dengan nada tinggi pada salah satu siswa yang menyembunyikan kedua tangannya dibelakang punggungnya, seperti sedang menyembunyikan suatu benda agar tidak dilihat oleh Yui.


"I-Ini bukan apa-apa!" Siswa itu mundur beberapa langkah kebelakang dan menjawan pertanyaan Yui dengan gugup dan keringat dingin membasahi punggungnya.


"Cepat tunjukkan atau kamu akan dapat masalah besar!" Yui benar-benar tidak menyukai ketidakdisiplinan, karena itu dia selalu bertindak tegas pada murid lain disekolah ini.


Siswa itu menggelengkan kepalanya, dan mengambil langkah mundur, tapi apakah Yui akan membiarkannya begitu saja?


Tentu saja tidak!


Dia dengan cepat menghampiri siswa itu dan merebut benda yang dia sembunyikan dari balik punggungnya.


"Hoh. Ini kamu bilang tidak ada apa-apa, apa kamu tau apa ini?" Yui menaikkan sebelah alisnya ketika dia menatap siswa itu dengan tatapan mematikan.


"I-Itu ..."


"Membawa majalah porno jelas-jelas dilarang oleh sekolah, dan kamu berani-beraninya membawa majalah menjijikkan ini kemari! Cepat pergi dari sini, aku akan menyita majalahmu!" Dengan lambaian tangannya, Yui memanggil salah satu anggota Komite Kedisplinan yang berada dibawahnya, menyerahkan majalah itu padanya, dia menyuruh anggotanya untuk menyimpan majalah itu dengan aman.


"Tidak mungkin! K-Kamu tidak bisa menyita majalahku!" Siswa itu meraung dengan tidak terima.


"Hoh? Memangnya apa yang ingin kamu lakukan?" Sambil menyilangkan tangannya, Yui menatap siwa didepannya dengsn kepala terangkat, menatapnya seolah-olah dia makhluk paling menjijikan dimuka bumi ini.


"A-Aku ...."


Ditarap oleh Yui seperti itu, Siswa itu hanya bisa menciutkan nyalinya, mengalihkan pandangannya kearah lain dan tidak berani menatao Yui saat ini.


"Pergi dari sini atau kamu akan mendapatkan masalah yang lebih besar."

__ADS_1


Ketika suara Yui turun, siswa itu langsung melarikan diri secepat yang dia bisa, berharap jika Yui tidak menandai wajahnya, atau dia akan mendapatkan masalah di lain hari.


"Hahh, benar-benar tidak tau malu!"


__ADS_2