[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
2. Kembali ke rumah


__ADS_3

Sehari berlalu setelah kemarin akhirnya Izuna sadar setelah satu bulan koma, saat ini dia sedang memulihkan tubuhnya seperti sedia kala.


Tentunya, setelah tubuh manusia tidak digunakan untuk waktu yang lama, tubuhnya akan kaku dan sulit untuk bergerak. Izuna menjalani masa rehabilitasi selama sekitar satu atau dua minggu kedepan, hingga tubuhnya pulih sepenuhnya.


Iori, Ibu Izuna juga memghubungi suaminya untuk memberi kabar jika Izuna sudah siuman, tentunya Naozumi, sebagai seorang ayah begitu senang ketika mendengar kabar jika putranya telah siuman.


Tapi sayang, dia masih belum diperbolehkan pulang oleh bosnya dan sedang ada di luar pulau saat ini, jadi yang bisa ia lakukan hanyalah berdoa untuk kesembuhan putranya itu.


Iori juga tidak terlalu mempermasalahkan tentang suaminya, mengingat betapa sibuknya suaminya itu saat ini.


Orang-orang Jepang dikenal sebagai orang-orang yang gila kerja, kebanyakan dari mereka akan bekerja dari pagi hingga larut malam, dan tak jarang, mereka tetap bekerja lembur meskipun di hari libur.


Mengapa demikian?


Pertama, hasil pendidikan lingkungan.


Bagi orang Jepang bekerja itu seperti kehormatan. Hal itu ditanamkan sejak mereka masih kecil. Sejak anak berusia balita Orangtua biasanya akan mendidik anak mereka untuk menjadi pribadi yang disiplin, dan pekerja keras salah satunya.


Lalu  ditambah lagi dengan tuntutan sistem. Sistem kerja tidak memberi ruang bagi seseorang untuk santai atau bermalas-malasan. Atasan dan lingkungan selalu menuntut hasil. Selalu menuntut agar pekerjaan diselesaikan. Juga tuntutan agar target tercapai.


Tentu saja mereka akan diberi imbalan yang setimpal. Perusahaan-perusahaan di Jepang memberi bonus dalam jumlah yang tidak kecil. Bonus diberikan 2 kali setahun, yaitu musim panas dan musim dingin.


Perusahaan yang kinerjanya biasa saja, atau lembaga pemerintah, bisa memberi bonus 2 bulan gaji, sebanyak 2 kali. Artinya, bagi orang Jepang menerima gaji sebanyak 16-18 bulan per tahun itu adalah hal yang biasa. Dengan adanya bonus itu orang-orang termotivasi untuk kerja keras.


Lalu, ada juga orang bekerja lembur agar tidak dipecat.


Dengan melihat kinerja baik dari pegawainya, pemimpin perusahaan pasti akan berpikir dua kali sebelum memecat mereka. Karena itulah, mereka biasanya bekerja terlalu keras dan sering mengambil lembur agar tidak dipecat.


Banyak orang Jepang bekerja berlebihan, dari sisi waktu, tenaga fisik, dan pikiran. Akibatnya terjadilah kelelahan berlebihan akibat kerja yang terlalu keras itu. Tidak sedikit yang berujung pada kematian. Dalam bahasa Jepang kasus itu disebut “karoshi”.


Tapi untungnya, Naozumi bukanlah orang yang gila kerja. Meski dia memanh tipe orang pekerja keras, tapi dia tidak menyiksa dirinya dalam pekerjaan itu.

__ADS_1


Dia aka mengambil libur ketika sudah waktunya libur, dan akan bekerja jika waktunya bekerja, itu adalah prinsipnya.


Lagipula, kehidupannya bukan hanya tentang bekerja saja. Dia masih memiliki istri dan keluarga kecilnya, mana bisa dia meninggalkan kehangatan keluarga hanya untuk kerja berlebihan?


****************


"Buka mulutmu, Izuna."


Iori, yang memegang semangkuk sup ditangannya menyuapi Izuna dengan lembut. Izuna juga tidak menolak dan menerima suapan dari Ibunya dengan sepenuh hati..


"Ibu, dimana Izumi? Apa dia sudah berangkat sekolah?" Izuna bertanya, pasalnya daritadi dia sama sekali belum melihat Izumi disini, jadi dia berpikir jika Kakaknya itu pergi kesekolah.


"Ya, Ibu menyuruhnya untuk mengurus surat kepindahanmu disekolahnya. Kamu tidak keberatan, 'kan?" Iori bertanya.


Tempat tinggal mereka berada di Minato, sementara sekolah Izuna di Shinjuku, jarak antara Minato dan Shinjuku juga cukup, jika menggunakan kereta dibutuhkan sekitar 25 menit, jika naik bus butuh sekitar 35 menit.


Tapi, Izuna biasanya naik bus karena jika menggunakan kereta, ia masih perlu jalan cukup jauh dari stasiun ke sekolahnya, berbeda jika dia naik bus.


Dia akan turun ke halte yang tidak terlalu jauh dari sekolahnya, jadi dia bisa menghemat tenaganya.


Lagipula, menurutnya meskipun dia membutuhkan biaya untuk mengurus surat pindahnya, tapi jarak antara rumah dan sekolahnya menjadi lebih dekat, jadi dia bisa menghemat lebih banyak uang untuk ditabung daripada digunakan untuk naik bis atau kereta.


"Bagus, aku juga sudah memebritahu kenalanku disana, jadi kamu tidak perlu khawatir." Kata Iori.


Di masa lalu, dia memiliki seorang kenalan yang sekarang bekerja sebagai guru di sekolah Izumi, dan dia juga sudah meminta bantuan padanya untuk membantu mengurus surat pinda Izuna, yang diterima tanpa ragu olehnya.


Dengan begitu, dia tidak perlu khawatir lagi tetang sekolah Izuna, dan bisa fokus untuk merawat Izuna hingga sembuh.


_______


Dua minggu berlalu begitu saja.

__ADS_1


Hari ini, adalah hari dimana Izuna diperbolehkan pulang, tentunya Iori mengurus semuanya dan tidak melewatkan hal sekecil apapun.


Dia juga sudah membayar tagihan rumah sakit beserfa menebus beberapa obat yang harus diminum Izuna untuk membantu tubuhnya lebih cepat sembuh.


Sebenarnya Izuna tidak terlalu suka minum obat-obatan. Menurutnya, mengonsumsi obat dalam jumlah banyak bisa memicu risiko interaksi obat. Jika ini terjadi, maka dapat berakibat pada munculnya sejumlah gejala seperti tubuh terasa lemas, kemampuan otak menurun, gangguan pencernaan, palpitasi jantung, hingga timbul masalah kulit.


Karena itulah, dia lebih suka minum herbal atau istirahat yang cukup daripada terlalu banyak minum obat. Mungkin satu atau dua baik-baik saja, tapi jika lebih banyak, dia tidak terlalu yakin.


"Kamu suda siap untuk pergi, Izuna?" Iori bertanya. Ditangannya, dia membawa dua buah koper yang berisi barang-barangnya dan Izuna seperti; pakaian ganti, dan alat mandi seperti; sabun, sampo dan pasta gigi.


Semua itu dibawa Iori dari rumah meskipun di rumah sakit ini memiliki fasilitas yang memadai, dan itu juga termasuk peralatan mandi yang ada di kamar mandi. Tapi, itu tidak menjamin jika itu semua higienis, bisa saja semua itu sudah terkontaminasi oleh bakteri atau virus karena banyak dipakai oleh orang umum.


Karena itulah, dia membawa semua barangnya dari rumah, dan bahkan ada beberapa barang baru yang belum lama dia beli.


"Ya, tapi apa Ibu tidak kerepotan? Apa tidak sebaiknya kita menunggu Izumi terlebih dulu?" Izuna bertanya dengan khawatir.


Saat ini adalah jam 9 pagi, dan ini adalah hari selasa, yang berarti Izumi berada di sekolahnya saat ini. Yang artinya, dia tidak bisa membantu kepulangan adiknya sekarang.


Bisa saja Izumi izin tidak masuk pagi tadi, tapi Iori melarangnya, mengatakan jika dia perlu sekolah.


Yah, nilai Izumi cukup buruk di sekolahnya, karena itulah, meskipun Iori tidak mempermasalahkan tindikan ataupun tato di tubuhnya, tapi Iori sangat tegas ketika menyangkut pendidikan keduanya.


"Tidak perlu khawatir, Ibu bisa membawa semua ini." Kata Iori dengan yakin. Jika harus menunggu Izumi pulang dari sekolahnya, itu artinya mereka harus menunggu hingga sore hari, karena Izumi baru pulang ketika jam 5 sore nanti, dan itu akan terlau lama menurutnya.


Jadi, itulah kenapa dia memutuskan untuk tidak menunggu Izumi. Lagipula, dia juga sudah memesan taksi yang saat ini sedang menunggu di luar rumah sakit.


Mungkin cukup jarang orang di negara ini menggunakan taksi, tapi meski begitu, taksi masih ada di Jepang, meski jumlahnya tidak banyak.


"Baiklah kalo Ibu bersikeras. Tapi! Paling tidak, biarkan aku membawa beberapa juga." Kata Izuna.


Melihat seberapa banyak barang yang dibawa Iori, dirinya merasa tidak tega. Selain dua koper yang cukup besar, dia juga membawa dua tas kecil yang berisi kotak makan siang yang sebelumnya mereka bawa.

__ADS_1


"Baiklah, tapi jangan bawa barang yang berat, biarkan Ibu saja yang membawanya. Kamu bawa beberapa barang ringan ini." Kata Iori.


"Oke."


__ADS_2