[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
56. Bertemu


__ADS_3

Setelah pengakuan itu, Izuna meminta mereka waktu untuk memikirkan jawabannya. Keduanya setuju dan memberi Izuna waktu satu hari untuk berpikir. Lagipula, ini adalah keputusan besar, dan dalam pikirkan mereka, Izuna tidak bisa memutuskan begitu saja keputusan sebesar ini.


Tapi, mereka mengantisipasi besok ketika Izuna memberikan jawaban. Siapa yang akan dipilih Izuna? Apakah itu Hakari? Atau mungkin Asuna? Keduanya tidak sabar menunggu jawabannya.


Tapi, disaat yang sama mereka juga takut jika Izuna akan menolak mereka. Lagipula, dengan bertambah populernya Izuna, ada semakin banyak gadis yang memberanikan diri mereka untuk mengaku pada Izuna, yang hanya berujung pada penolakan seketika.


Karena itulah, mereka cukup takut ketika Izuna menolak mereka terlindas dalam benak mereka berdua.


_______


Pulang kembali ke apartemennya, Izuna langsung menjatuhkan dirinya keatas sofa, dia memejamkan matanya dan tidak menyangka jika Hakari dan Asuna akan menyatakan cinta mereka padanya.


Memang benar jika dia menyadari perasaan mereka padanya, hanya saja dia masih belum siap untuk menjalin hubungan dengan mereka.


Jika dia menerima mereka, itu artinya Izuna akan bertanggung jawab atas semua yang terjadi dengan Asuna maupun Hakari, mereka juga akan menjalin hubungan jangka panjang hingga mereka menikah di masa depan.


Dengan kata lain, tidak ada cara bagi keduanya untuk bisa berpisah dengan Izuna setelah mereka menjalin hubungan dengannya, bahkan jika mereka melalukan segala cara, Izuna akan melakukan sesuatu untuk mencegah hal itu terjadi.


Meskipun bisa dibilang cukup rumit, tapi Izuna juga merasa tertarik dengan keduanya. Baik Asuna ataupun Hakari memiliki pesona mereka sendiri.


Jika Asuna bisa dibilang adalah gadis feminim yang memilikinya pikiran dewasa. Sementara Hakari, dia adalah gadis yang kikuk tapi sangat cerdik.


Keduanya juga merupakan keturunan dari Konglomerat, dan mereka juga memiliki satu kesamaan, dan itu adalah kesetian mereka terhadap pasangan mereka.


Izuna hanya menebak, tapi dari pengamatan ketika dia berinteraksi dengan mereka, dia menebak jika Asuna ataupun Hakari tidak akan mengkhianatinya ketika mereka menjalin hubungan dengannya. Karena itulah, dia tidak perlu khawatir jika dia memutuskan untuk membuat mereka menjadi pacarnya.

__ADS_1


__________


Pada akhirnya, Izuna memutuskan untuk menyegarkan dirinya dengan berjalan-jalan di daerah sekitar. Sebenarnya, sangat banyak hal yang bisa dilakukan disini, apalagi dia tinggal di Tokyo.


Banyak hal yang bisa dilakukan, tapi Izuna masih belum mengenal dengan baik wilayah sekitar, jadi dia hanya mengunjungi tempat-tempat yang pernah ia datangi sebelumnya sambil menikmati pemandangan kota Tokyo di sore hari.


Tapi, ketika dia sedang asik bersantai sambil membaca buku, siapa sangka jika dia akan bertemu kenalan disana.


_________


Kaori dan Shizuku seperti biasa sedang berkumpul bersama, tapi karena mereka cukup bosan, Kaori akhirnya memutuskan untuk mengajak Shizuku berjalan-jalan di sebuah taman. Mereka juga membawa sebuah kamera karena mereka berdua berniat untuk mengambil beberapa gambar ketika mereka disana.


"Lihat, Shizuku-chan! Ini foto yang bagus!" Kaori dengan girang melompat kearah Shizuku sambil menunjukkan hasil foto yang ia tangkap barusan.


Di foto itu, terdapat Shizuku yang sedang berpose; tubuhnya mengarah kesampinh ketika dia mengulurkan tangannya kedepan, seperti sedang meraih sesuatu didepannya. Pandangannya juga melankolis, seakan-akan dia sedang memikirkan sesuatu yang berat dipikirannya.


Dilatar belakang, ada sebuah pemandangan danau besar dengan matahari terbenam yang sangat menawan. Cahayanya juga tidak terlalu banyak, dan sebenarnya di foto itu cukup gelap, tapi itulah yang membuat foto itu terlihat bagus.


"Benar, 'kan?! Aku menang hebat, karena itulah puji aku lebih banyak!" Kaori membusungkan dadanya dengan bangga ketika Shizku memujinya.


Pada akhirnya, dia bersikap seperti dirinya yang biasa meskipun ada banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Tapi, dia telah membuat keputusan, dan meski dia berpikir jika keputusannya terlalu tergesa-gesa, tapi dia akan tetap dalam keterpurukan jika dia tidak segera membuat pilihan.


"Eh, bukankah itu Miyamura-kun?" kata Kaori sambil terkejut ketika dia menatap sebuah bangku yang ada di taman dengan Izuna yang duduk diatasnya sambil memegang sebuah buku ditangannya dan membaca dengan tenang.


Tapi, yang membuatnya terdiam adalah, ada banyak gadis yang diam-diam mengambil fotonya sambil menatapnya dengan bintang dimata mereka.

__ADS_1


"Eh, benarkah?! Dimana?" Shizuku melihat sekeliling, mencoba mencari Izuna dan akhirnya dia menemukan Izuna yang sedang membaca dengan tenang disebuah bangku didekat danau, "oh, kau benar, Kaori. Apa kita akan menghampiri nya?"


"Aku rasa itu tidak buruk." Kaori mengangguk dan kemudian berkata, "ayo kesana."


Entah mengapa, tapi ketika melihat Izuna yang menjadi pusat perhatian banyak gadis membuat dirinya tidak senang, dan ada perasaan sakit didalam hatinya ketika dia melihat hal itu.


_______


"Hey, sudah lama, Miyamura."


Izuna mendongak dan melihat Shizuku dan Kaori yang berdiri didepannya saat ini. Sedikit terkejut, tapi dia akhirnua menenangkan dirinya dan menatap mereka dengan senyuman kecil diwajahnya.


"Sudah lama, Yaegashi, Shirasaki. Apa yang kalian lakukan disini?" Izuna bertanya, lagipula sekarang sudah cukup sore, dan tidam banyak orang yang akan berada di taman pada saat seperti ini. Berbeda dengannya yang sedang mencari ketenangan sambil memikirkan tentanh Hakari dan Asuna, keduanya pasti memiliki alasan lain untuk berada di tempat ini.


"Yah, kita hanya menikmati pemandangan sore hari sambil mengambil beberapa foto." kata Kaori sambil menunjukkan kamera yang ia bawa sebelumnya, "ngomong-ngomong, bagaimana kalau kita fot bersama? Apa kamu mau?"


Tidak ada salahnya mengajak Izuna untuk foto bersama, lagipula meski mereka tidak terlalu akrab, tapi mereka saling mengenal dan lumayan dekat mengingat Shizuku pernah berkencan dengan Izuna sebelumnya.


Izuna berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk, berpikir jika tidak ada salahnya untuk mengambil beberapa foto dengan mereka, "Tentu, aku tidak keberatan."


"Baiklah, kalau begitu aku yang akan mengambil gambarnya, kalian bisa berpose sementara aku yang akan mengambil gambarnya." kata Izuna, lagipula meskipun mereka mengajaknya untuk berfoto bersama, tapi mereka masih cukup asing satu sama lain, dan akan aneh jika dia tiba-tiba berfoto dengan mereka begitu saja.


"Oh, kalau begitu kita harus pergi ke sana! Aku dengar tempat itu sangat bagus untuk berfoto!" kata Kaori dengan bersemangat ketika dia menunjuk salah satu arah dengan tulunjuknya.


Melihat temannya yang begitu bersemangat, Shizku hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya, tapi dia tersenyum ketika menatap Kaori yang ceria. Dalam pikirannya, sepertinya bertemu Izuna ditempat ini tidak ada salahnya, apalagi ketika dia melihat Kaori yang sepertinya sudah kembali menjadi dirinya lagi saat ini.

__ADS_1


__ADS_2