[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
3. Pagi hari


__ADS_3

Melihat sebuah taksi yang terparkir didepan mereka, Iori langsung menyuruh pengemudi taksi itu untuk menaruh barang-barang mereka di bagasi. Dia menyuruh Izuna untuk langsung duduk di belakang, sementara dia duduk disebelahnya.


Perjalanan mereka tidak terlalu lama, mungkin sekitar 20 menit mereka sudah tiba. Jadi, untuk menghabiskan waktu, Iori sesekali mengajak Izuna mengobrol ringan tentang masalah sekolahnya nanti.


"Ibu, apa tidak masalah Ibu tidak berjualan? Bukankah Ibu sudah tutup toko selama sebulan ini?" Izuna bertanya dengan khawatir.


Menurut apa yang ada di ingatannya, Iori seharusnya memiliki sebuah toko kue, dan toko kue itu juga cukup populer di sekitar sana.


Setiap hari, pasti saja ada pembeli yang tidak sedikit membeli kue di toko Iori karena rasa kue buatannya yang enak dan bikin ketagihan.


Mendengar pertanyaan Izuna, Iori menggelengkan kepalanya dengan ringan, memasang senyum kecil di wajahnya, dia kemudian berkata, "Tidak masalah. Lagipula, toko kue itu adalah bisnis sampingan keluarga kita. Ayahmu juga sudah menyuruh Ibu untuk berhenti jualan untuk sementara waktu. Jadi, jangan khawatir."


Mendengarnya, Izuna tidak bertanya lebih jauh dan mengangguk paham.


"Yah, daripada membicarakan hal itu, bagaimana kondisimu? Apa kamu benar-benar yakin jika sudah sehat sepenuhnya? Apa kepalamu masih pusing?" Iori bertanya dengan cukup cemas.


"Tidak apa-apa, aku tidak merasakan sakit sejauh ini, Ibu tidak perlu khawatir." Izuna menggelengkan kepalanya dengan ringan.


"Syukurlah kalau begitu. Tapi, kalau kamu merasakan sakit, langsung beritahu Ibu oke?!"


"Oke Ibu."


_____


Perjalanan mereka cukup menyenangkan, jalanan juga tidak macet yang membuat mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk tiba di Apartemen mereka.


Keluarga mereka tinggal di sebuah Apartemen mewah di daerah Minato, karena harga tanah yang cukup tinggi disini, mereka memutuskan untuk tinggal di Apartemen alih-alih membeli sebuah rumah.


Melihat sebuah apartemen bertingkat didepannya, Izuna terdiam dan tidak tau harus berkata apa sekarang ini.


Mungkin mereka hanya tinggal di apartemen, tapi apartemen itu setidaknya memiliki tujuh lantai, dan mungkin ada lebih dari 50 kamar jika dia lihat dari luar.


"Apa kita benar-benar tinggal disini ...?" Izuna bertanya.


"Kenapa? Apa kamu sudah lupa dengan tempat tinggalmu sendiri?" Iori bertanya sambil menaikkan sebelah alisnya, menatap Izuna dengan tatapan heran.


"Tidak, lupakan."

__ADS_1


_____


Ternyata, apa yang dipikirkan Izuna benar. Lorong Apartemen cukup luas untuk dilewati 4 orang, dan liftnya juga tidak hanya dua, tapi ada 4 dengan dua buah tangga darurat jika sewaktu-waktu terjadi situasi yang tidak terduga.


Setelah membuka pintu apartemen, Izuna bisa melihat sebuah kanar yang cukup luas, mungmin sekitar 10×10 meter, yang mana memiliki konsep dapur terbuka.


Ruang tamu cukup luas dengan dua buah sofa abu-abu dan sebuah karpet tatapi dibawahnya. Sebuah televisi LED di sisi lain dan di bagian kiri  terdapat sebuah dapur yang bisa terlihat jika ada seseorang yang memasak disana.


Memiliki tiga kamar dimana masing-masing milik Izuna dan Izumi, sementara satu sisanya adalah kamar Iori dan Naozumi.


"Baiklah, kamu bisa langsung pergi ke kamarmu untuk beristirahat, Ibu akan mengurus beberapa hal terlebih dahulu." Kata Iori.


"Baik."


______


Keesokan harinya, Izuna bangun pagi dan langsung menuju ruang tengah. Disana  dia bisa melihat Izumi yang sedang menonton televisi dan dari sana juga, dia bisa melihat Iori yang sedang menyiapkan makanan di dapur.


"Pagi~" Izuna menyapa keduanya.


"Ya, apa yang Ibu masak untuk sarapan hari ini?" Izuna bertanya.


"Ah, hanya sup miso dan salmon panggang. Apa kamu ingin sesuatu yang lain?" Iori bertanya lagi.


"Tidak, aku tidak keberatan dengan itu." Kata Izuna.


Dia berbalik dan duduk di sebelah Izumi yang sedang menonton tv. Melihat acara yang dilihat Izumi, Izuna menatapnya dengan datar sambil menghela nafasnya.


"Hahhh.... Astaga, apa tidak ada acara lain yang kamu tonton? Kenapa acara membosankan ini kamu tonton, Izumi?"


Mendengarnya, alis Izumi berkedut, dia berbalik dan menatap adiknya itu, "Hah?! Apa masalahmu Izuna?!"


"Tidak tidak tidak, aku tidak punya masalah denganmu. Tapi apa ini? Kenapa kamu malah menonton berita membosankan seperti ini?" Izuna bertanya dengan tidak berdaya.


"Hah?! Apa masalahnya jika aku menonton berita?!" Izumi bertanya dengan kesal.


"Tidak, itu tidak salah. Tapi berita itu membosankan. Kenapa tidak ganti saluran dan cari saluran yang lebih bagus?"

__ADS_1


"Tidak. Saat ini masih pagi, dan tidak banyak acara bagus di pagi hari. Kebanyakan dari acara di tv hanyalah berita. Jadi, apa yang bisa kulakukan?"


"Bisa saja kan, kamu melihat saluran lainnya dan bukan ini?"


"Tidak! Itu sama saja!"


"Ta–"Belum sempat Izuna berbicara, Iori langsung menyela perkataan Izuna.


"Kalian berdua, hentikan perdebatan tidak berguna itu. Dan Izumi, bantu Ibu menyiapkan makanan sementara Izuna, kamu cepat cuci muka dan sarapan." Suara Iori menghentikan perdebatan mereka, keduanya menjawab "Ya" serentak dan melakukan apa yang Iori katakan.


Keduanya pergi dan Izumi langsung mematikan tv dan pergi membantu Iori sementara Izuna pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


____


Beberapa menit kemudian, ketiganya berada di ruang makan, dengan makanan yang sudah siap didepan mereka.


""Selamat makan!""


Ketiganya menyatukan kedua tangan mereka didepan dada dan berkata serempak.


"Oh ya Izuna, aku lupa memberitahumu, minggu depan kamu sudah bisa bersekolah. Apa kamu tidak keberatan? Jika tubuhmu masih sakit, kamu tidak perlu memaksakannya dan aku akan mencoba berbicara pada pihak sekolah." kata Iori.


Baru saja, dia diberitahu oleh kenalannya jika surat pindah Izuna sudah diberikan padanya oleh Izumi, da dia juga sudah memberikannya pada kepala sekolah, dan kepala sekolah berkata padanya jika minggu depan Izuna bisa datang kesekolah.


"Un, aku tidak keberatan. Tapi, apakah aku bisa pergi ke Shinjuku besok?" Izuna mengangguk setuju, tapi kemudian dia bertanya dengan hati-hati.


"Kenapa? Apa yang ingin kamu lakukan disana?" Iori bertanya dengan heran.


"Tidak, hanya saja aku ingin mengucapkan salam perpisahan pada beberapa temanku disana. Kita mungkin akan jarang bertemu dimasa depan, jadi sebelum itu aku ingin bertemu mereka." kata Izuna.


Meskipun dia mungkin tidak mengenal mereka secara langsung, tapi mereka tetaplah teman pemilik tubuh sebelumnya, dan karena dia menempati tubuh ini dan juga ingatan mereka juga telah bergabung, tidak salah jika menganggap mereka adalah temanya.


Iori tidak langsung menjawab tapi dia berpikir sejenak, setelah beberapa saat dia berkata, "Baiklah, tapi aku akan meminta kenalanku untuk menemanimu disana. Kebetulan aku dengar jika dia tinggal di Shinjuku juga."


"Un, aku tidak masalah. Tapi, siapa kenalan Ibu itu?" Izuna mengangguk, dan kemudian bertanya dengan penasaran.


"Yah, kamu akan tau ketika sudah bertamu dengannya." kata Iori dengan misterius.

__ADS_1


__ADS_2