[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna

[DROP] Horimiya: Miyamura Izuna
50. Harem?


__ADS_3

Beberapa menit sebelumnya.


Di sekolah, Asuna dan Hakari sedang mengobrol satu sama lain. Karena keduanya tidak memiliki banyak teman, mereka biasanya hanya mengobrol dengan Izuna dan beberapa murid yang mereka anggap baik.


Keduanya menunggu kedatangan Izuna untuk membahas rencana akhir pekan nanti dan saling membicarakan beberapa hal acak.


Mereka menjadi lebih akrab setalah terbuka satu sama lain. Mungkin tidak dijelaskan dalam bab bab sebelumnya, tapi Asuna dan Hakari telah saling terbuka setelah mereka menyadari perasaan mereka satu sama lain.


Tidak—lebih tepatnya perasaan mereka pada Izuna.


Mereka tau jika mereka menyukai Izuna, dan mereka juga tau jika mereka adalah saingan dalam cinta, tapi hal itu tidak membuat hubungan pertemanan mereka goyah, dan malah membuat hubungan antara keduanya semakin dekat.


"Ah, Igarashi-kun. Apa kamu melihat Izuna-kun?" Ketika Hakari melihat Ryo memasuki kelas dengan siswa yang mungkin adalah temannya, mengingat mereka berbicara cukup akrab satu sama lain.


"Hm?" Ryo menoleh, menatap Hakari yang memanggilnya sebelum kemudian mengatakan sesuatu pada temannya dan menghampiri Hakari.


"Tidak, aku tidak melihat Izuna sejak tadi." kata Ryo dan kemudian memasang tatapan bingung ketika dia bertanya, "Kenapa? Apa ada masalah dengan Izuna?"


"Tidak ada. Hanya saja Izuna masih belum datang meskipun sudah hampir bel masuk." kata Hakari sambil menatap jam di dinding yang shdah menunjukkan hampir jam 9 tepat.


"Benar, aku penasaran apakah ada sesuatu yang membuatnya terlambat?" Asuna memegang dagunya dengan jari telunjuk dan ibu jarinya sambik sedikit menundukkan kepalanya dan seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Hmm...."


Hakari dan Ryo juga seketika memikirkan hal yang sama yang dipikirkan oleh Asuna. Kenapa Izuna terlambat?


Bagi Asuna dan Hakari, Izuna adalah orang yang mereka cintai, dan hanya melihatnya saja bisa membuat mereka semangat dan suasananya hati mereka yang tadinya buruk bisa berubah seketika.


Tapi Ryo?


Yah, Ryo sendiri sebenarnya ingin mengajak Izuna pergi sepulang sekolah ke rumah Hajime, jadi jika Izuna tidak ada, tidak ada alasan baginya untuk mengajaknya.


Izuna sendiri cukup jarang datang terlambat. Bahkan, jika dihitung sejak pertama kali dia masuk ke sekolah ini, Izuna hampir tidak pernah terlambat sama sekali


Izuna selalu datang setidaknya 30 menit sebelum bel berbunyi, jadi ketika sudah hampir bel berbunyi dan dia masih belum datang adalah hal yang langka.


Sebenarnya, bukan hanya mereka bertiga yang memikirkan ini, melainkan semua yang berada di kelas —khususnya gadis, juga memikirkan hal yang sama.

__ADS_1


Bagi mereka, Izuna adalah sebuah permen mata. Meskipun mereka tidak bisa mendekatinya, tapi hanya dengan melihat sosoknya saja sudah membuat suasana mereka ceria.


*Ring*


Tepat ketika mereka memikirkan alasan kenapa Izuna masih belum datang, ponsel Hakari dan Asuna berbunyi bersamaan—itu adalah suara pesan masuk ke ponsel mereka.


Hakari dan Asuna langsung membuka ponsel mereka dan melihat pesan yang masuk—ternyata itu dari Izuna.


"Izuna-kun mengirimiku pesan." kata Asuna sambil mendongak, menatap Hakari yang berada di depannya.


"Kamu juga? Izuna-kun juga mengirimiku pesan." kata Hakari sambil menunjukkan ponselnya pada Asuna.


"Memang benar, dan dia menulis jika dia tidak bisa masuk karena alasan khusus—ini sama seperti pesan yang Izuna-kun kirim padaku." kata Asuna dengan sedikit keterkejutan di wajahnya setelah membaca pesan Izuna untuk Hakari.


"Jadi, bisa dipastikan jika Izuna tidak masuk hari ini?" Ryo bertanya pada mereka.


"Iya... Sepertinya dia tidak sekolah hari ini..." kata Hakari sambil menundukkan kepalanya, suasana hatinya yang tadinya ceria dan bersemangat sekarang menjadi kebalikannya. Dia menjadi murung dan tidak bersemangat lagi, dan hal yang sama juga terjadi dengan Asuna.


Melihat jika suasana hati mereka yang berubah secara drastis, Ryo hanya menggaruk pipinya dengan canggung dan tidak tau harus berbuat apa, "Yah... Mungkin aku akan pergi sekarang..."


Dia lebih memilih untuk melarikan diri daripada menghadapi dua gadis yang sedang dalam suasana hati yang buruk.


Kembali ke waktu semula.


Setelah Izuna mengirim pesan pada Hakari dan Asuna, dia menatap Sayu disebelahnya yang menatapnya dengan rasa ingin tau.


"Kenapa?" Izuna bertanya tanpa sadar.


Sayu menggelengkan kepalanya, menatap Izuna sambil tersenyum kecil ketika dia berkata, "Tidak, ngomong-ngomong apakah mereka adalah gadis yang kamu maksud?"


"Hmm?" Izuna memiringkan kepalanya dan menatap Sayu dengan tanda tanga diatas kepalanya.


"Maksudku, apakah mereka yang kamu bilang tempo hari? Yang memberimu tiket ke wahana bermain."


"Ah, benar. Namanya Hakari, dia yang memberiku tiket itu. Dan satu lagi namanya adalah Asuna, dia adalah salah satu teman pertamaku di sekolah itu."


Katagiri memiliki banyak murid, mungkin sekitar seribu atau lebih. Yang jelas, Izuna tidak bisa menghafal semua nama murid disana, dan hanya ada beberapa murid dari kelas lain yang dia kenal.

__ADS_1


Tapi tentunya, yang bisa dibilang cukup dekat dengannya hanya ada beberapa, bahkan bisa dihitung dengan menggunakan jari tangannya.


"Hmm...." Sayu bersenandung, menatap Izuna dengan tatapan penuh arti.


"Ngomong-ngomong, apa kamu menyukai mereka?" Sayu bertanya tanpa sadar, membuat Izuna terkejut dan menatapnya dengan tatapan tidak percaya, tapi dalam sekejap ekspresinya berubah menjadi seringai menggoda.


"Apa kamu cemburu?" Izuna bertanya sambil memasang seringai diwajahnya.


"Tidak," kata Sayu sambil mengalihkan pandangannya kearah lain, dia berjalan pelan sambil berkata dengan suara yang hanya bisa didengar oleh Izuna, "Lagipula, aku juga tidak masalah jika kamu memiliki hubungan dengan mereka juga."


"Hah? Tung—Maksudmu?!" Izuna membelalakkan matanya, menatap Sayu dengan terkejut sebelum kemudian mengejarnya dan berjalan disampingnya.


"Iya, aku tidak keberatan jika kamu juga pacaran dengan mereka." kata Sayu dengan tenang sambil menatap Izuna, kemudian dia mengangkat kepalanya sambil meletakkan telunjuknya dibibirnya ketika dia bertanya "Lagipula, bukankah itu hal yang wajar bagi pria yang ingin punya harem?"


"Tidak, tidak, tidak. Sepertinya ada yang salah dengan isi kepalamu." Izuna berkata sambil menggelengkan kepalanya dengan keras, menolak gagasan yanh dikatakan oleh Sayur barusan.


Dalam pikiran Izuna, apakah Sayu adalah orang yang memiliki fetish NTR itu?


Sangat wajar bagi seorang gadis untuk cemburu ketika pacarnya dekat dengan gadis lain. Apalagi ini di Jepang.


Yang diketahui Izuna, ketika seorang pria memgaku pada gadis, ada aturan tidak tertulis jika orang yang menyatakan cinta pada orang harus berjanji jika dia tidak akan memiliki hubungan dengan orang lain.


Itulah salah satu alasan kenapa Izuna bingung dengan perkataan Sayu barusan.


"Fufufu, kenapa kamu terkejut seperti itu? Bukankah itu wajar bagi pria untuk bermimpi memiliki harem dengan banyak gadis yang mengelilinginya?" Sayu bertanya ketika dia menatap Izuna dengan seringai menggoda di wajahnya.


"Benar... Tidak—tunggu! Sepertinya ada yang salah dengan pemikiranmu disini!"


"Hmm?" Sayu memiringkan kepalanya dan kemudian bertanya, "Kenapa?"


"Tidak... Daripada itu... Kenapa kau berpikir jika aku ingin punya harem? Tidak semua pria ingin punya harem, 'kan?"


"Apa kamu tidak mau?"


"Tidak.... Bukannya aku tidak mau..."


"Nah, kalau begitu kenapa kita tidak buat ini menjadi mudah? Kamu tidak keberatan dengan harem, begitu juga denganku. Jadi, apa salahnya?"

__ADS_1


"Apa kau tidak cemburu atau semacamnya...?" Izuna bertanya sambil menghela nafas.


Sayu menarik nafas dalam-dalam sebelum kemudian menatapnya dan berkata dengan nada tenang, "Bohong jika aku bilang aku tidak cemburu... Tapi, aku juga tau jika hatimu tidak sepenuhnya untukku..."


__ADS_2